My Baby Twins

My Baby Twins
Merasa Berbeda



Ayu...2 hari setelah kejadian buruk yang menimpanya Ayu ia kembali ke aktifitasnya seperti biasa.


Bukan ia lupa... bukan...


Banyak yang ia fikirkan... banyak juga yanh ia pertimbangkan.


terlebih orangtuanya...


Bukan tak mau membagi beban hatinya kepada ke empat orangtuanya...


Malu... tentu sangat malu.


Apa lagi baru saja kandas hubungannya dengan sang mantan yang bulan depan harusnya ia di persunting oleh revan.


Namun itu sudah ia batalkan....


Apa mau di tambah dengan berita yang pasti akan membuat sesak dan kecewa orangtuanya itu.


.................................................................................


tak terasa 2 minggu berlalu setelah kejadian itu... Ayu wanita dewasa dan tentunya faham dengan kondisi tubuhnya yang tidak biasa.


Ayu lebih banyak diam dan terkesan dingun kepada siapapun... termasuk asisten Niko tang selama ini memang cukup dekat dengannya karna mereka patner kerja tentunya.


Bukan Niko tak mengetahui kejadian yang menimpa Ayu, karn ia juga ambil peran dalam perisriwa lak*at itu.


Menyesal... tentu, tapi tak tau harua berbuat apa.


Untuk saat ini hanya melihat dan menjaga dari kejauhan saja yang bisa ia lakukan.


Memastikan keadaan Ayu baik baik saja (haiisss...apa maksutnya baik baik saja coba...)


Ayu


2 minggu berlalu... aq merasa berbeda...


nafsu makanku bertambah, badanku mulai... mulai lebih berisi,walai tak begitu ketara


aq perlu bersyukur BB ku hanya 47 kg dengan tinggi 167cm tentunya tak akan terlihat jika ada perubahan berat badan.


Tentu aq khawatir,,, aq cukup faham tentang hal ini....perkiraanku saja...


aq tak mau larut dalam kekhawatiran yang berlebihan...


saat hendak pulang aq memesan sesuatu lewat ojol yang biasa aq pesan untuk membeli sesuatu di apotik sebelum menjemputku...


ini ku lakukan agar tak terlalu mencolok.


ya... niko selalu mengawasiku... aq tak mau ia menaruh curiga kepadaku, kecurigaan berlebih.


Setelah kejadian itu tentunya aq memghindar dan mangabaikan setiap pesan dan ucapan tuan zain kecuali perihal pekerjaan.


Entah kenapa pria itu tak jera dan tak lelah aq abaikan...entah apa mau nya.


Jika ia berharap dan berencana memanfaatkannku dalam kondisi apapun aq tak akan memberinya kesempatan.


di tas kerja ku aq selalu membawa air minum... aq tak ingin menerima air pemberian dari siapapun jika berada di luar kantor.


aq tak mau ambil resiko...


Waktu pulang telah tiba... kali ini cukup malam,,, selepas mahgrib baru aq bisa turun ke lobby kantor,,, tentunya ojol langgananku sudah setia menunggu ku sejak tadi.


Udah mbak mz td pesenanku?..."Ayu


sipp... (mengacungkan jempolnya tanpa udah beres) "akang ojol


cuzzz ia pun melajukan kuda besinya...


tanpa di sadari Ayu... Zain belum pulang,,, gerak gerik Ayu dan akang ojol terlihat tanpa terlewatkan sedikitpun


Zain memang berada tak jauh dari tempat ayu hendak naik ojol karna ia pun hendak pulang.


Zain menyadari betul jika Ayu menghindarinya terkecuali yang berhubungan dengan urusan pekerjaan..


Jalan nik,,, kita ikuti ojol sia*an itu...


Dia malah memilih pulang bersama ojol nik dari pada menerima ajakanku untuk mengantarkannya pulang..."Zain


Asisten niko hanya diam mendengarkan


Hei nik... kamu dengar tidak saya bicara,,, kenapa kamu diam saja seolah tak tau maksut saya..."zain...


Iya tuan muda...nona Ayu sekarang berbeda, dia lebih banyak diam dan tidak memperdulikan orang di sekitar kecuali tentang pekerjaannya... saya juga bingung bagaimana mendekatinya... "niko tanpa sadar akan kalimat yang baru saja ia ucapkan.


Apa kamu bilang nik,,, mendekati ayu?... "niko


meyakinkan pendengarannya tadi...


matilah aq.... gumam niko gelagapan menyadari kesalahannya...


tidak tuan... bukan itu maksut saya.."niko