
Malam berlalu...pagi kembali menyapa.
alaram pun berbunyi.
ayu hendak bangun... namun
ini apa...
ya tuhan... pria ini...
bukannya tadi malam ia tidur di sofa kenapa jadi di sini...
apa lagi tangannya tidak bisa di kendalikan..."ayu.
flash back on
setelah selesai berbalas besan deng niko dan kedua orangtuanya.... zain hendak kembali merebahkan badannya ke sofa.
namun saat melihat ayu... kemudian zain mendekat... menatap wajah cantik ayu... 3 tahub tak bertemu ayu nampak semakin cantik... bahkan ia tak nampak seperti sudah pernah melahirkan twins....
gelegar hasratnya mulai bangkit.
tak mau terjadi yag lain lain yang sangat zain mau segera ia merebahkan badannya ke sisi ayu.
memeluk dan sedikit meraba tempat favotitnya... sedangkan ayu yang sudah berkelana di alam mimpi tak merespon pergerakan zain.
seperti mendapat angin segar...sebertar ia melakukan cicilan yang ke dua.
hanya sebertar saja.
setelah puas segera ia memejamkan matanya meng off kan pandangannya
biarlah esok ia mendapat siramah rohani dari ayu....zain sudah menyiapkan mental.
flash back off
memang tidak bisa di percaya pria ini..."gumam ayu.
sebal karna merasa sudah kecolongan lagi...
plak plak plak... abang bangun lepasin... "ayu
sang empunya bukannya bangub malah semakin mempererat cengkramannya..
sssttttthhhh.... "ayu merutuki kebodohannya..
sedangkan zain bukan tidak bangun... namun ia sengaja diam mempertahankan posisinya memeluk dan mendekap ayu dari belakang.
apalagi mendengar rintihan ayu akibat perbuatannya itu...
seringai licik mengukir senyum nya..
heeemmmmm dan terus mendusel seolah mencari tempat nyaman di cengkeruk leher ayu
plak plak plak...abang bangun ...ayu ga main main ya... bangun.... "ayu
dengan nada sebal kesal ia kembali memukul zain.
aaahhhhooowww....zain kembali meremas kemudian membuka mata dan membalikkan ayu...
cup cuo cup selamat pagi my wife.. "zain dengan senyum jenakanya....
seolah tak terjadi apa apa.
senang melihat wajah ayu yang merah karna maraga dan kesal pada dirinya.
hehhhh... kenapa abang semalam begitu?... "ayu
abang kenapa? abang tak melakukan apa apa? abang hanya tidur sambil memelukmu... "zain membela diri
abang kan tidur di sana (sambil menunjuk sofa panjang)
dingin sayang...
ranjang ini sangat luas rugi kalau hanya di biarkan kosong dan tidur di sebelah kamu sangat nyaman sayang... "zain.
iya tapi tangan abang tak bisa di kondisikan...liar... "ayu sebal betuk dengan zain pagi ini.
tak mau terlalu lama membiarkan ayu marah
zain kemudian
cup cup cup... emmhhhhhhh.... emmmhhhhh
kecupan dan ciuman kembali ia daratkan...
tak mau berlama lama dan memusingkan cara membujuk ayu agar tidak marah.
setelah cukup lama mereka melakukan sarapan pagi zain mengkahiri dengan senyum dan kecupan.
jangan marah.... kalau masih marah abang tambah ya... "zain
ga mau... "ayu.
bergantian dengan zain setelahnya....
jpam berlalu.. setelah mereka bersiap dan sarapan...walau waktu jelas bukan lagi pagi.
mereka berdua segera menuju mall terdekat membeli banyak mainan untuk twins dan beberapa perhiasan
sepasang cincin cantik pilihan ayu ini juga menjadi salah satu barang yang mereka berdua beli.
Saat tiba di halaman rumah bunda nya...
kenapa rame... ada apa ini...
ayo bang kita turun... ada apa ya? "ayu.
ga usah buru buru... "zain
saat hendak membuka pintu... ternyata bunda sudah lebih dulu membuka pintu dan menyambut kedatangan mereka...
assalamualaikum... "ayu.
waalaikumsalam... "bunda
ayo masuk sudah di tunggu...
ayu segera siap siap ayok ikut bunda..."bunda.
ayu yang masih bingun ada apa sebenarnya...
sedangkan zain kemudian masuk... di lihatnya 2 sosok mungil yang ia rindukan.
ayahhhhh.... kemudian mereka berlari menujunya.
zain seketija tersadar dan berjongkok mensejajarkan dengan tinggi twins..
rindu ayah....maafkan ayah yang baru datang... "zain
iya....kami mengerti, bunda sudah menjelaskan kok....key senang ayah datang
jadi key beneran punya ayah sekarang dong.. "keynan.
beberapa saat kemudian ayu muncul dengan kebaya sederhana namun cantik yang di siapkan mama zain secara mendadak
acara seberarnya segera di lakukan...
surah ar-rahman sebagai maharpun segera di lafalkan dengan lancar apik dan merdu....
ar-raḥmān 'allamal-qur`ān khalaqal-insān
'allamahul-bayān asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān wan-najmu wasy-syajaru yasjudān
was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān ....................Shadaqallahul-'adzim....
selanjutnya... terdengar suara serempak...
SAH.....
selanjutnya... setelah di nyatakan sah ayu segera mencium tangan zain suaminya.
dan zain segera melafalkan dao dan kemudian meniup ubun ubun ayu dan menciumnya cukup dalam.
dan mereka menyalimi orangtua masing masing memohon restu.
Ayu tak lagi mempermasalahkan dan menanyakan banyak hal kenapa dan kenapa.
setelah terdengar kata Sah tadi semua pertanyaan nya sudah terjawab.
rasa cinta tak lagi di permasalahkan.
saat ini melihat twins bahagia... ayah dan bunda juga bahagia... apa lagi yang mau ia cari...
selamat ya adikku... pelukan hangat yang mendadak ia dapat dari beny... lelaki yang banyak berjasa untuknya...
ohhhhh... begitu ternyata... kamu sengaja ya ben...
ga usah lama lama peluk pelukannya ben... dia sekarang istriku....wanita ku... "zain
zain dongkol merasa di bohingi oleh beny.
beny hanya membalasnya dengan cembikan di bibirnya.
selamat zain... aq harap kamu tak mengulang kebodohanmu...
dan kamu adikku... jangan mau di bodohi lelaki bodoh ini..."wejangan benybpada pengantin dadakan itu
..... happy ending ....
thanks yang udah setia membaca mengikuti sampai selesai...
next ketemu lagi di novel ke 2 ku.
jangan lupa like karyaku... komen... & vote.