
Setelah drama mangga sekarang mereka dipaksa Karin memakan mangga muda yang rasanya bukan main. Di tambah bumbu ala nyonya ivander itu. Entah resep dari mana dia membuat bumbu begitu dahsyatnya. Pedasnya bukan main bahkan hanya terkena sedikit di mulut sudah membakar bibir.
Alex, bram, Jack, dan Arbiyan mereka yang harus kena getah akibat kelakuan yang nggak mau nurutin permintaan Karin. Bahkan karna takut cucu kesayangan mama Nissa kena imbas ngidamnya Karin.Dia membawa kedua cucunya itu kerumahnya bersama papa dimas tentunya. Manamau papa dimas kena imbasnya juga, melihat Karin buat bumbu dengan cabe yang luar biasa. Entahlah lebih baik bayangkan sendiri.
Berbeda dengan Alex dan pria lainnya. Rhiana, sisil dan Renata duduk santai dengan ibu hamil itu. Menyaksikan para pria yang keringatnya sudah bercucuran.
"sshh...gilaa.hhhuu..dek kamu pengen banget bunuh orang yaa.” ujar Jack dengan desah saking pedasnya.
“shhh-pedes...gila a...h.huhhh...butuh air please deh.” pinta Arbiyan memelas membuat Karin cekikikan.
Maklum saja. Air dingin dan jus sudah dalam dekapan sisil dan Rhiana.
“yaangg..sh hh..please mas gak kuat lagi ini.” pinta Alex bahkan matanya sudah memerah.
"sil kasih...shh...airnya dong...h huuu.” bujuk bram pula. Karin terbahak melihat mereka yang menyedihkan itu.
Sisil.Renata dan Rhiana saja sudah terpingkal-pingkal sangking lucunya.
“oke oke dek kasih gih mereka minum sana.” ujar Karin memerintahkan sisil dan Rhiana.
“mas sini sama aku.” Karin menepuk sofa di sampingnya. Alex dengan cepat mendekati istrinya itu.Karin menyodorkan jus lemon pada Alex. Alex sempat menatap heran Karin. Dia merasa butuh air dingin saat ini.
“minum mas itu bisa ngilangin rasa pedasnya kok. Percaya sama aku deh.”ujar Karin meyakinkan. Dengan cepat Alex meneguk habis jus itu. Sementara Karin sibuk mengelap keringat pada Alex.
“Kasian sih menatap suami dan abangnya itu. Cuma namanya dia mau memberi mereka perhitungan gitu. gimana lumayan kan?” Alex mengangguk.
“lumayan sih cuma bibir aku nih yang jadi bengkak gini. mending bengkak karna kamu deh dari pada karna pedes.” rengek Alex membuat Karin terkekeh. Sementara mereka yang mendengarkannya mendengus.
“duh nyamuk nih."
“ga panasss Coyy.”
“cang..cang...kacang.kamar gih sana. Jangan buat yang jomblo ini makin ngenes.” Alex dan Karin terbahak mendengar ucapan mereka.
“makanya buruan halalin biar bisa mesra gini.” kata Alex sambil memeluk Karin dari samping.
"huhh gue udah halal juga. Cuma kasus nih ga bakal dapet jatah.” Keluh Arbiyan membuat Karin terkekeh.
“Mending lo udah halal. Lah gue minggu depan baru halal.” keluh Jack pula.
“ck udah deh lo pada ngomongin halal mulu. Gak kasian sama gue yang lagi usaha ini.” kata bram dengan wajah masamnya.
“makanya gercep dong lo.” sindir Jack.
“aelah bang gimana mau gercep, sisil aja gak mau tuh sama bang Bram.” ejek Rhiana membuat mereka tertawa.
“yaiyalah mana mau juga aku sama pria tua mesum kek gitu.” cibir sisil.
Bram tersenyum.
“awas sil, meski tua gini bikin nagih loh.” bram menaik turunkan alisnya.
“nah lo sil. Kurang apa lagi coba abang gue sil." timpal Jack lagi.
“aelah sil jangan mau ih sama bang bram.Tua gitu mending yang muda aja sil.Liat tuh makan rujak aja gak sanggup apa lagi makan kamu.”celetuk Karin membuat mereka semua terkekeh.
“dih gak sadar. Laki kamu apa kabar dek." cibir bram.
“idih Karin mah udah puas gue terkam. Ya gak yang.” ujar Alex membuat wajah Karin memerah.
“duh gerah gue disini. Balik deh mending kekep arin dah dari pada cuma dengerin tapi gak bisa ngerasain.” sindir Arbiyan. Karin menaikan sebelah alisnya.
“yakin bisa bang. Kok menurut aku abang bakalan balik lagi kesini yaa.” ujar Karin santai sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Alex.
“kalo abang kesini lagi. Kamu harus tanggung jawab dek, tenang aja pokoknya.” jawab Arbiyan lalu pergi dari sana meninggalkan mereka yang hanya geleng kepala.
“aku juga mau pergi deh.” kata Renata membuat Rhiana menatapnya.
“Ada janji sama adam. Jawabnya enteng.
“hadeh yang taken banyak amat yaa.” gumam Rhiana.
“makanya pacar mah jangan jauh jadi susah ketemu kan.” cibir Karin.
“emang Rhiana punya pacar yang?” Tanya Alex heran. Karna seingatnya Rhiana sama kayak bram jomblo.
“ada mas di LA.” Alex hanya manggut-manggut.
“udah ah aku pergi dulu yaa. Kak Karin ngidam yang banyak yaa.” ujar Renata sebelum berlalu dari sana.
sementara Karin yang tengah nyaman di pelukan Alex. tiba-tiba merasakan ingin sesuatu lagi.
“ehhemmm... Aku kok kepengen sesuatu ya.” ujarnya menatap mereka.
Sementara yang ditatap sudah menatap horor padanya.
“jangan aneh-aneh deh dek.” ujar Jack sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur.
“jangan ada yang pergi dari rumah ini. Kalo gak mau pulang ke rumah masing-masing di amuk deh nanti.” kata Karin santai membuat bram yang hendak pergi kembali lagi.
“aku ke pingin berenang deh. tapi yang berenang bang Jack bang dito sama Rhiana oke.” katanya membuat mereka melongo.
“lah terus sisil sama Alex ngapain?” tanya Jack.
“sisil duduk aja bareng aku sama mas Alex. aku pengen kayak suasana pantai gitu deh. mas siapin semuanya yaa.”pinta Karin.
Alex mengangguk semangat. Kapan lagi bisa ngeliat bini nyiksa abangnya sendiri.
“tapi Karin…”
“ gak ada bantahan deh ih. Nurut aja. Yuk Rhiana sama sisil ikut aku kita ganti baju dulu.” ajak Karin menarik mereka berdua.
“sil jangan seksi amat yaa inget kalo mau seksi mah depan gue aja.” Pekik bram yang dibalas jari tengah oleh sisil membuat bram terkekeh.
“Kelakuan lo yaa godain adek ipar gue melulu dah.” ujar Alex yang dibalas cengiran bram.
“tau nih. Lo beneran ngejer sisil serius gak sih.” heran Jack.
“serius dong. sayang cewek kek dia di sia-siain.”
“ eh lo bram kelakuan lo bener-bener deh yaa.” kata Alex lalu berlalu dari sana ke arah kolam.
Alex sudah duduk dengan baju kaos dan celana pendek serta kacamata bertengger manis di hidung mancungnya. Sementara bram dan Jack sudah menceburkan diri ke kolam. Karin, sisil dan Rhiana datang menghampiri mereka. Bram, Jack dan Alex melongo melihat tampilan mereka.
Bukan menggunakan baju renang tapi malah memakai hotpants dan baju kaos kebesaran.
“katanya mau berenang yang! Kok malah gini?"
“gak jadi mas males gerah.” jawab Karin santai membuat Jack dan bram mendengus sebal.
“oke kamu gak jadi terus sisil sama Rhiana kenapa gak berenang?” tanya Alex heran. Karin menatapnya tajam.
“kenapa kamu mau liat badan mereka heh. Mikir deh mas ini anak dalem perut belum keluar loh.”
“ck. Bukan yang. Jadi kamu kan nyuruh Rhiana berenang juga, lagian mereka adik aku juga. Tuh Jack sama bram udah berenang.”
“biarin aja, siapa tau berenang di sana bang Bram bisa mudaan dikit. Kasian jomblo karatan gitu. Kena air siapa tau karatnya luntur.” jawab Karin sekenanya.
“golok mana golok. " teriak bram kesal sementara yang lain langsung terbahak di buatnya.