
anggep aja ini penampilan ayu... simple aja modelnya tapi tetap membawa kesan seksi dan anggun... emang aslinya dia seksi kok...
ini Kannaya...ga kalah seksi cantik dari ayu.
Ayu dan Kannaya sudah bersiap menuju hotel tempat pertunangan Zain dan Mikayla...
waktu menunjukkan pukul 20.30 detik detik acara utama akan berlangsung ...
dan detik itu pula ayu dan kannaya masuk.
tak tak tak tak tak....dari pintu masuk sudah terlihat dengan jelas di sana...
di sana... di atas panggung seorang pria sedang berlutut melamar sang pujaan hati untuk menerima pinangannya...
hahhhhh... sungguh drama... tapi biarlah... ayu sudah berdiri di belakang para tamu undangan...
Namun masih terlihat jelas oleh ayu... prosesi acara itu...
setelah cincin di sematkan di masing masing jari menandakan kedua nya resmi menjadi pasangan... semua bertepuk tangan
tak khayal.... ketika zain menengok dan menebar pandangannya keseluruh tamu undangan... di tangkapnya... sosok yang tak asing baginya.
sosok yang seharusnya tak ia harapkan kehadirannya saat ini... "Ayu"...terucap pelan... dengan nada kekhawatiran.
Namun di lihatnya sosok itu tersenyum lepas sambil bertepuk tangan bersama yang lain.
Tak mungkin bagi zain turun mendatangi ayu dan membawanya pergi.
Zain harus menahan diri untuk tidak pergi kesana... ke sebrang panggung.
Mata zain kemudian berkelana mencari sosok asistennya...
geram rasanya ... bagaimana ayu bisa datang dan niko apa lagi ricard... bagaimana mereka bisa membiarkan gadisnya... bukan gadisnya... tetapi rempuan yang telah ia klaim menjadi miliknya itu berada di sini.
ternyata mereka 4 sekawan sedang berasyik ria mengobrol tertawa tanpa memghiraukan raut muka khawatir zain.
Jauh di sudut sana... ricard menyadari itu... ia memang hanya membiarkan saja.
setelah ia menerima dan membaca hasil penyelidikan tentang ayu...
Ricard merasa geram pada bos nya itu,
walaupun ricard buka pria baik baik namun ia tak setamak bos nya itu....
Mau memukul tak mungkin... ia hanya akan mengawasi saja... selama zain tidak bertindak keterlaulan ia akan tetap diam.
masih menjadi pertimbangan bagi ricard... apakah ia akan membantu ayu atau akan melaksanakan perintah bos nya itu... sedangkan ia tak sefaham dengan sikap bos nya itu.
jika zain bukan bos nya tentu ia akan menghajar zain dengan senang hati dan ia akan bermurah hati menghadiahkn bogem untuk zain...
Zain sebetulnya juga merasa heran bagaimana ayu dan... hei.... siapa yang bersamanya... seperti tak asing baginya... tapi siapa....
Siapa wanita itu... seperti aq pernah melihatnya... tapi siapa... "gumam zain. sambil pandangannya tak melepas Kannaya
Acara makan makan dan istirahat sedang berlangsung... zain segera meninggalkan mikyala...
berpamitan untuk menemui sahabatnya...
Sebelum beranjak jauh... yang ia cari sudah mendekat kepadanya...
itu yang ia suka dari ayu.
namun... oh... tidak... ia berhenti di depan mamanya dan mikayla...
ya tuhan... jangan sampai ayu mengatakan segalanya dan merusak acara nya malam ini... ia tak akan membiarkannya...
zain penuh prasangka terhadap ayu... ketakutannya sangatlah tak beralasan tentunya.
Ayu..."zain.
setenang mungkin ia mendekat dan menyapa ayu.
si canti ayu... menengok dan tersenyum...
wajah ayu nya dengan lesung pipi yang membuatnya semakin menawan malam ini...
selamat malam tuan muda... selamat atas pertunangannya... mohon maaf saya datang terlambat.... "ayu
ucapnya sambil menahan sesuatu dalam hatinya.
entah kenapa tiba tiba saja ia merasa sesak...
mungkin si baby tau bahwa ayah mereka sangat mengecewakan... melukai hati bundanya...
iya... terimakasih sudah datang jauh jauh...
zain tak mampu melanjutkan kalimatnya...bingung mau mengatakan apa...
saya tinggal dulu... nikmati pestanya... "zain
segera ia pergi ke halaman samping....
niko........
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
thanks semoga kalian suka.
.
.
like
komen
vote