
"Mama harap kamu bisa membedakan antara kekaguman dengan cinta," ucap Rainy tersenyum.
Pelangi mengerutkan kening mendengar ucapan mama tirinya tersebut. "Apa maksud Mama?" tanya Pelangi seraya menatap Rainy lekat.
Rainy membelai rambut putrinya penuh kasih. "Mama hanya ingin kamu yakin Nak, bahwa yang kamu rasakan itu pada Kak Awan beneran cinta, bukan hanya karena kekaguman yang kamu anggap sebagai cinta."
"Apa Mama pernah menyukai Om Awan?" tanya Pelangi seraya menatap Rainy dengan tatapan penuh selidik.
Gadis itu mencari kebohongan di mata sang mama, namun yang ia lihat hanyalah senyuman tulus dari wanita tersebut.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu, Nak?" tanya Rainy lembut.
"Aku hanya takut, mama bilang seperti ini sama Pelangi karena Mama masih mencintai Om Awan jika mama pernah mencintainya," ucap Pelangi jujur.
Rainy tersenyum mendengar ucapan putrinya tersebut. "Apa kamu meragukan cinta mama pada papamu, Nak? Apa mama terlihat tidak bahagia? Dan apa mama pernah mencoba untuk pergi?" Rainy menyerang Pelangi dengan beberapa pertanyaan.
"Dulu mama memang pernah pergi dari hidup papa, tapi itu semua bukan keinginan mama, Sayang. Mama pergi karena mama sangat menyayangi papa kamu, dan mama tidak mau papa kamu menderita jika mama memaksakan kehendak untuk selalu bersama papamu," Rainy menatap Pelangi dengan mata yang mengembun saat mengingat masa lalunya. Sementara Pelangi merasa bersalah karena menuduh Rainy tanpa alasan yang jelas.
"Dulu kamu terlalu kecil untuk mengerti semuanya, tapi sekarang aku yakin bahwa kamu akan mengerti mengapa dulu mama melakukan itu," ucap Rainy yang mengalihkan tatapannya dari Pelangi.
Pelangi mengambil tangan Rainy, lalu .e genggamnya dengan begitu erat. "Aku mengerti kok Ma, meskipun aku dulu masih kecil, tapi aku tahu bahwa Mama pergi karena papa marah dan menganggap Mama menjadi penyebab penghianatan papa pada mama kandung Pelangi," ucap Pelangi dengan air mata yang menetes begitu saja.
Deg
Rainy langsung menoleh menatap Pelangi dengan wajah terkejut. "Kamu mengingatnya?" tanya Rainy seraya menatap Pelangi lekat.
"Maafkan Pelangi, Ma. Pelangi telah nuduh Mama macem-macem, padahal Pelangi sangat tahu, bagaimana Mama mencintai papa," ucap Pelangi dengan tatapan sendunya.
"Nggak apa-apa, Sayang! Mama ngerti dengan perasaan Pelangi. Mama hanya ingin kamu mendapatkan yang terbaik. Jika memang Kak Awan kebahagiaan Pelangi, maka mama akan terus mendukung Pelangi," ucap Rainy dengan senyum penuh ketulusan.
"Terima kasih, Ma!" ucap Pelangi. Gadis itu menghambur memeluk Rainy dengan kebahagiaan yang tak terkira.
"Aku beruntung punya Mama tiri seperti mama. Kebanyakan orang bilang, bahwa ibu tiri itu jahat, tapi sekarang aku sadar bahwa tidak semua mama tiri itu jahat."
"Buktinya mama."
"Dari mama, Pelangi bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Meskipun aku tidak punya Mama, tapi aku tidak pernah merasa kehilangan kasih sayangnya," ucap Pelangi yang masih enggan untuk melepaskan pelukannya.
"Dari mama aku mendapatkan banyak kasih sayang, dan dari mama aku tidak pernah merasa sendiri, terima kasih Ma! Terima kasih atas segalanya," ucap Pelangi dengan tangisan haru.
Rainy pun juga terharu mendengar ucapan Pelangi, ia tidak pernah menyangka bahwa Pelangi sangat menyayanginya, sama seperti pada ibunya sendiri.
"Kamu tidak perlu berterima kasih, Sayang! Kamu adalah kebahagiaan mama selama ini, meskipun kamu tidak terlahir dari rahim Mama, tapi aku akan selalu menganggapmu putriku, sampai kapanpun itu," ucap Rainy sambil membalas pelukan Pelangi tak kalah eratnya.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...TBC...