
Bagai disambar petir di siang bolong, Langit dan Hujan begitu terkejut mendengar ucapan Devan. Hingga Langit pun bungkam mendengar ucapan sang Daddy.
Sementara Hujan yang menyadari dengan ucapan Devan yang menyebutkan orang luar adalah dirinya, gadis itu langsung memejamkan matanya. "Maafkan saya, Om!"
Hujan membungkukkan sedikit badannya, lalu balik badan serta melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.
Catherine yang melihat kesedihan yang terpancar dari wajah Hujan, ia langsung beranjak dan hendak lari untuk mengejar gadis tersebut.
"Mom!" panggil Devan saat Catherine hendak menyusul Hujan.
"Tapi, Dad? Aku tidak bisa membayangkan jika putri kita ada di posisi dia." Catherine tidak tega melihat kesedihan wanita itu.
"Membayangkan apa? Aku yakin dia pasti hanya mainan Langit, bukan begitu Lang?" tanya Devan yang kini menatap Langit dengan tatapan lekatnya.
Langit yang mendengar orang yang ia cinta dihina, ia langsung mengeratkan giginya karena kekesalan. "Cukup, Dad! Dia sahabatku!" ucap Langit dengan suara lantang.
"Selama ini meskipun aku diam karena sifatku di nilai sama seperti Om David aku diam, tapi aku tidak pernah bawa seorang gadis ke rumah ini!"
"Gadis tadi hanya sahabatku yang selalu mengerti apa yang aku rasakan, tidak seharusnya Daddy memperlakukannya seperti ini!" ucap Langit penuh penekanan.
Setelah itu, Langit langsung balik badan dan lari untuk mengejar Hujan yang kini sudah menghilang di balik pintu.
Semua orang yang ada di ruang keluarga tersebut terkejut melihat sikap Langit karena pria itu tidak biasanya membantah ucapan orang tuanya.
"Langit!" sentak Devan.
Namun, pria itu tak mendengar panggilan dari daddynya. Ia tetap lari mengejar Hujan yang kini pergi dengan luka karena diusir oleh Devan.
*
*
*
"Jangan terlalu memaksanya, Dev! Maafkan aku jika kedatanganku dengan istri dan anakku membuat kekacauan di rumah ini," ucap Sky tersenyum tipis.
Lalu Chaterine duduk di samping Pelangi dan menggenggam tangan gadis tersebut sambil menatapnya dengan begitu lekat. "Aku tahu, Langit sangat mencintaimu. Bahkan setiap sudut kamarnya hanya ada gambar kebersamaan kalian!" ucap Cathrine.
Pelangi yang mendengar ucapan Catherine, seketika gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap wanita paruh baya itu dengan perasaan bersalah yang teramat.
"Tante tidak perlu tahu, aku sangat mengerti Langit. Dan aku tahu seberapa besar dia menyayangi aku." Pelangi menatap Catherine dengan senyum yang dipaksakan.
"Justru aku yang keterlaluan, Tante! Karena aku menyia-nyiakan cinta Langit yang sangat tulus padaku dan lebih memilih mengejar cinta yang tidak pernah ada untukku." Pelangi membatin.
"Syukurlah kalau begitu, Nak! Aku lega, aku percaya bahwa gadis itu hanya teman Langit, karena selama ini Langit tidak pernah membawa cewek selain kamu. Aku yakin, pasti dia juga sahabat Langit, sama seperti kamu!" ucap Catherine.
"Tante benar, dia sahabat Langit. Dia juga teman kelas kita, namanya Hujan!" jawab Pelangi tersenyum.
"Hujan?" Devan mengerutkan kening.
"Iya, dia anak yang berprestasi dan terkenal kecerdasannya di kampus," jawab Pelangi lembut.
"Astaga, apa yang sudah kulakukan? Aku sudah menghinanya tadi." Devan menghela nafas.
"Kak Devan tidak perlu Khawatir. Aku yakin Hujan akan memaafkan Kak Devan! Karena dia juga pasti tahu bahwa Kak Devan hanya salah paham." Rainy tersenyum
"Apa yang dikatakan istriku itu benar, Dev! Langit pasti bisa meluruskan kesalahpahaman ini," ucap Sky.
"Ya sudah, kalau begitu kita bicarakan pertunangan anak-anak kita lain kali saja, ya Bak? Sepertinya Langit masih dalam keadaan kacau, tidak baik jika kita bicara dalam suasana hati yang tidak mendukung," ucap Rainy seraya menatap Catherine lembut.
"Iya, Jeng. Terima kasih atas pengertian kalian," ucap Catherine lembut.
"Maafkan putraku yang tidak sopan pada kalian!" ucap Devan dengan perasaan bersalah.
"Kalian tidak perlu khawatir, Langit sudah seperti anakku sendiri. Jadi aku paham dengan sikapnya," jawab Sky tersenyum.
"Iya, apa yang suamiku katakan benar, bahwa Langit sudah kita anggap seperti anak kita sendiri." Rainy menatap Devan dan Catherine bergantian.
TBC