Love You, Om!

Love You, Om!
Orang Gila



Setelah Pelangi tidak menemukan Awan di ruangannya. Gadis itu kini melangkah lesu meninggalkan rumah sakit tersebut dengan jalan kaki.


Meskipun ia tidak pernah bertemu dengan Helena, tapi ia bisa melihat kedekatan Awan dengan wanita itu dari foto yang ia temui.


"Ah ... kenapa aku galau gini sih ...!" Pelangi terus melangkahkan kakinya tanpa arah tujuan.


Gadis itu terus melangkah menjauh dari rumah sakit dan berjalan kaki tanpa berniat ingin memesan taksi ataupun menghubungi seseorang untuk menjemputnya.


Saat gadis itu terus berpikir, akhirnya ia mempunyai cara untuk mendekati orang yang dicintainya.


"Ah ... Kenapa dari dulu aku tidak minta bantuan Elang ya?"


(Ada yang ingat Elang? Siapa Elang Hayokkk ... ? 😂)


"Tapi, Elang mau nggak ya bantu aku? Sejak aku menolak cintanya, dia sudah tidak pernah menemuiku lagi." Pelangi memasang wajah cemberut.


"Sudahlah, mana mungkin dia membantuku," ucap Pelangi.


Karena menahan kekesalan, Pelangi menendang sebuah kaleng plastik dan tidak sengaja terkena kepala seorang pria paruh baya yang terlihat dekil dan duduk di pinggir jalan dengan wajah sedih.


"Waduh, mampus gue!" Pelangi langsung menghampiri orang tersebut karena merasa bersalah.


"Maaf maaf ... Pak, aku tidak sengaja," ucap Pelangi panik.


Gadis itu merasa bersalah, dan kini ia duduk berjongkok dihadapan pria paruh baya tersebut dengan mengangkat kedua tangannya yang terkatup rapat.


Akan tetapi, Pelangi bingung saat pria paruh itu tersenyum aneh sambil memegang tangan Pelangi dengan tatapan yang berbeda dari tatapan orang normal.


"Kenapa orang ini tampak seperti orang gila ya?" Pelangi membatin.


"Neng, ngapain bicara sama orang gila?" tanya seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.


Seketika Pelangi terkejut setelah mengetahui bahwa orang yang ditemuinya benar-benar orang gila.


"Hah? Orang gila? Tidakkkkkkkkk ...!" teriak Pelangi seraya beranjak dengan tangan yang masih dipegang oleh orang gila tersebut.


Pelangi berusaha untuk kabur, namun gadis itu masih sulit untuk melepaskan diri, hingga akhirnya ia berusaha untuk tetap tenang dan menarik nafas dalam-dalam agar tidak terlalu panik.


"Sial! Kenapa aku mesti terjebak seperti ini? Terjebak sama Om Awan sih mau, ini malah terjebak di sisi orang gila. Aku harus tenang, aku tidak boleh panik agar orang gila ini melepaskan aku." Pelangi membatin.


Orang gila itu menggeleng-gelangkan kepalanya sambil terus menatap Pelangi dengan wajah yang terpancar kebahagiaan.


"Pak, lepasin Pelangi ya!" bujuk Pelangi halus.


Orang gila itu masih menggeleng-gelangkan kepalanya. "Tidak, kalau kamu aku lepaskan, kamu pasti akan meninggalkanku, aku mencintaimu Sayang, aku tidak ingin kehilanganmu lagi." Orang gila tersebut menyentil hidung Pelangi hingga membuat Pelangi terkejut.


"Aaa ... niat hati ingin mesra-mesraan dengan Om Awan, ini malah mesra-mesraan sama orang gila." Pelangi menahan kekesalan .


Pelangi terus memikirkan cara untuk lari dari orang gila tersebut tanpa menyakitinya, hingga beberapa menit kemudian, Pelangi tersenyum seraya mengangguk-anggukkan kepalanya memikirkan suatu cara dan berharap akan berhasil.


"Pak, bapak tidak ingin aku meninggalkan bapak 'kan?" tanya Pelangi tersenyum.


Pelangi terus tersenyum untuk meyakinkan orang gila tersebut. Pelangi sebenarnya tidak tega, tapi dia tidak mungkin membawa orang gila ke rumahnya.


Orang gila itu mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan pertanyaan Pelangi, ia terus menatap wajah Pelangi dengan senyum yang tampak bahagia hingga membuat Pelangi tidak tega.


"Maafkan aku, Pak! Tapi aku harus pergi." Pelangi membatin.


"Kalau Bapak tidak ingin aku tinggalkan, Bapak belikan makanan ya untukku! Aku akan nunggu bapak di sini," ucap Pelangi tersenyum tulus.


Orang gila itu pun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil melepaskan genggaman tangan Pelangi perlahan hingga membuat Pelangi semakin tidak tega.


Pelangi pun mengambil dompetnya di tas ransel yang ia bawa, lalu memberikan uang 100 ribuan untuk pria paruh baya gila itu.


Orang gila itu pun melangkah pergi meninggalkan Pelangi menuju warung makan penuh semangat, sementara Pelangi langsung lari saat bayangan orang gila itu menjauh.


Pelangi yang lari sambil menoleh, ia akhirnya menyebrang jalan tanpa berpikir bahwa nyawanya terancam.


Tinnnn ....


"Aaaaa .... !" teriak Pelangi seraya menutup wajahnya karena terkejut.


...🌷🌷🌷🌷🌷...


...TBC...