Love You, Om!

Love You, Om!
Karena Papa



Rainy yang melihat kekecewaan Sky padanya, ia memutuskan untuk menemui Awan. Namun, wanita itu menghubungi Arnold untuk menemaninya supaya tidak terjadi kesalah pahaman yang lebih besar lagi.


Saat Rainy hendak masuk ke dalam mobil, suara Sky menghentikannya, hingga membuat Rainy menoleh dan menatap suaminya yang kini berdiri di teras rumah megah tersebut.


"Masuk!" titah Sky dengan wajah datarnya.


"Aku hanya ingin menemui Kak Awan sebentar, Mas! Aku sudah menghubungi Kak Arnold untuk menemaniku agar aku dan Kak Awan tidak hanya berdua," ucap Rainy jujur.


"Aku bilang Masuk!"


Rainy yang menatap wajah Sky tanpa senyuman, ia pun pasrah dan menutup pintu mobil itu kembali.


Tanpa kata, Rainy kembali dan masuk melewati Sky yang menatap dirinya dengan begitu lekat.


Pelangi yang tidak sengaja melihat Sky membentak Rainy, ia langsung keluar kamar dan menghampiri Papanya yang masih berdiri di teras rumah megah itu.


"Pa, kenapa Papa marah sama Mama?" tanya Pelangi yang kini menghampiri Sky dan berdiri di sampingnya.


Sky tidak menjawab, pria itu hanya menatap halaman rumahnya dengan emosi yang sulit ia padamkan.


Pelangi yang melihat Papanya bungkam, ia semakin mendekat. "Tidak seharusnya Papa membentak Mama seperti tadi, seharusnya Papa berterima kasih pada Mama, karena Mama sangat menyayangiku hingga aku tidak pernah merasa kehilangan sosok seorang ibu selama ini," ucap Pelangi.


"Cukup Pelangi! Aku tidak mau mendengarkan ucapanmu, tindakanmu tadi sangat memalukan, dan aku kecewa pada Rainy karena dia tidak bisa mengajarimu hal yang benar," ucap Sky tanpa menatap wajah putrinya.


Seketika air mata Pelangi terjun saat mendengar ucapan sang papa. Gadis itu langsung memajukan langkahnya dan berdiri dihadapan pria paruh baya tersebut.


"Pa, Papa sadar tidak dengan apa yang Papa katakan? Apa yang terjadi pada Pelangi saat ini bukan karena mama, tapi karena Papa," ucap Pelangi yang tidak terima karena Sky menyalahkan Rainy.


"Mama Rain juga tidak pernah mengajari Pelangi untuk seperti itu. Asal Papa tahu, jika saja Papa dulu tidak pernah menyia-nyiakan Mama, hidup Pelangi tidak akan se menyedihkan ini, aku rela melakukan itu semua hanya untuk mengembalikan Mama di sisi kita, Pa! Papa seharusnya sadar semua itu salah Papa!" teriak Pelangi.


Plak ...


Tamparan keras Seketika mendarat di Pipi gadis itu, hingga membuat Pelangi terkejut karena Sky tidak pernah bersikap kasar sebelumnya.


"Cukup Pelangi! Kamu tidak berhak berteriak di hadapan orang tuamu!" sentak Sky yang marah karena Pelangi membantah.


"Papa menamparku?" Pelangi menatap Sky sambil memegang pipinya yang terasa kebas.


Sky mengalihkan tatapannya dari sang putri, ia tidak tega melihat air mata Pelangi, namun ia tidak bisa menahan emosinya hingga ia reflek menampar putrinya tersebut.


"Jangan buat usahaku sia-sia, Pa! Jika Papa menyia-nyiakan Mama lagi, maka jangan harap Pelangi akan bantu Papa. Akan Pelangi pastikan, bahwa Mama akan kembali pada Om Awan jika Papa benar-benar meninggalkan Mama lagi." Pelangi menatap Sky dengan wajah kecewa.


Gadis itu sangat menyayangi Rainy, hingga ia tidak bisa melihat wanita itu tersakiti, sekalipun oleh papanya sendiri.


"Aku mohon, pergi Pelangi! Aku tidak ingin melakukan hal yang lebih lagi jika kamu masih berada di sini," ucap Sky dengan wajah frustasi.


Pelangi menatap Sky lekat. "Jangan ambil keputusan di saat lagi emosi, Pa! Aku tidak ingin Papa menyesal untuk yang kedua kalinya."


"Aku harap, setelah ini Papa tidak marah lagi sama Mama hanya karena aku," ucap Pelangi.


...🌷🌷🌷🌷🌷...


...TBC...