
Sepanjang perjalanan, Pelangi terus mengembangkan senyum sambil membayangkan wajah Awan sampai gadis itu tidak sadar saat ia sudah berada di halaman rumahnya.
"Maaf, Non. Apakah benar ini rumah Nona?" tanya Supir yang mengantar Pelangi karena gadis itu tidak kunjung turun dari mobil tersebut.
Akan tetapi, Pelangi belum juga menjawab hingga membuat supir tersebut menoleh dan menatap Pelangi yang masih asik melamun sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Nona!" panggil supir tersebut.
"Eh iya, Pak. Maaf, ada apa?" tanya Pelangi dengan wajah terkejut.
"Apa benar ini rumah Nona?" tanya supir Awan lagi.
Pelangi menoleh, ia tersenyum saat mendapati mobil tersebut sudah terparkir sempurna di halaman rumahnya.
"Eh iya, ini rumahku." Pelangi tersenyum sambil membuka pintu mobil tersebut.
"Terima kasih ya Pak! Dan sampaikan terima kasih ku pada Om Awan juga," ucap Pelangi dengan senyum yang mengembang.
"Baik, Non. Kalau begitu saya permisi dulu!" pamit supir tersebut.
"Iya, Pak. Katakan juga pada Om Awan, bahwa aku akan selalu mencintainya," ucap Pelangi dengan senyumnya yang tak memudar.
Supir itupun menganggukkan kepalanya, lalu ia putar balik serta meninggalkan rumah mewah tersebut.
"Awan?"
Deg
Pelangi terkejut mendengar suara seseorang dari belakang punggungnya. Ia menoleh, dan menatap seseorang yang menatapnya dengan wajah penuh tanya.
"Mama?" gumam Pelangi dengan wajah pucat pasi.
"Kamu bisa jelaskan tentang ucapanmu pada supir tadi?" Rainy berdiri di depan teras sambil menatap Pelangi lekat.
Pelangi bungkam, ia hanya menundukkan kepalanya, karena ia yakin bahwa Rainy akan menghalangi cintanya dengan Awan karena umur mereka yang sangat jauh tidak akan membuat semua orang percaya dengan cintanya.
"Ikut Mama!" Rainy menarik pergelangan tangan Pelangi menuju taman belakang rumah tersebut
Setelah sampai di taman tersebut, Rainy mendudukkan anak tirinya tersebut di kursi panjang taman itu dengan Rainy yang duduk di samping gadis itu.
"Sekarang jelaskan sama mama tentang Siapa Awan yang kamu maksud!" titah Rainy.
"Pelangi ... !" panggil Rainy dengan suara lembut setelah melihat sang putri yang terlihat ketakutan.
"Maafkan Pelangi, Ma!" ucap gadis itu dengan suara bergetar.
Gadis itu hanya tidak ingin membuat orang tuanya kecewa jika sampai Sky dan Rainy mengetahui bahwa ia mencintai seseorang dari masa lalu mama tirinya tersebut.
Setelah itu Rainy melerai pelukannya sambil mengahapus air mata putrinya tersebut. "Apa Awan yang kamu maksud adalah Awan sahabat Mama?" tanya Rainy lembut setelah melihat ketakutan sang putri.
Dengan ragu, Pelangi menganggukkan kepalanya pelan, gadis itu tidak berani menatap mamanya karena gadis itu merasa bahwa Rainy tidak akan menyetujui hubungannya dengan Awan.
"Apa benar kamu mencintainya?" tanya Rainy seraya mengangkat dagu Pelangi hingga Rainy bisa melihat mata Pelangi dengan jelas.
Wanita itu bisa melihat dengan jelas mata Pelangi yang dipenuhi dengan ketakutan, hingga membuat Rainy tersenyum untuk menenangkan sang putri.
"Apa kamu tidak percaya sama Mama?" tanya Rainy seraya menatap Pelangi lekat.
Perlahan Pelangi mengembangkan senyumnya setelah melihat senyuman Rainy, dan gadis itu pun memeluk tubuh Rainy dengan begitu erat.
"Aku sangat percaya sama Mama, aku menyayangi Mama sama seperti Pelangi menyayangi Mama kandung Pelangi sendiri," ucap Pelangi.
Rainy tersenyum sambil mengangkat tangannya dan membalas pelukan Pelangi dengan penuh kasih.
"Aku hanya takut Mama akan marah sama Pelangi jika Mama tau kalau aku menyukai Om Awan," ucap Pelangi dengan air mata yang terus menetes.
Rainy pun melerai pelukannya, menatap wajah Pelangi serta mengahapus air mata gadis itu.
"Apapun yang menjadi kebahagiaanmu, aku akan selalu mendukungmu, Nak. Tapi apakah benar kamu mencintai Kak Awan?" tanya Rainy seraya menatap Pelangi lekat.
Pelangi tersenyum ragu, gadis itu juga tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya pada Rainy, karena ia tidak mau Rainy menyalahkan diri sendiri karena janji Pelangi pada Awan.
"Iya, Ma! Aku mencintai Om Awan, bahkan aku menyukainya sejak aku masih kecil," jawab Pelangi dengan senyum yang mengembang.
Rainy tersenyum mendengar pengakuan putrinya, ia membelai pipi Pelangi lembut tanpa mengalihkan tatapannya dari sang putri.
"Mama harap kamu bisa membedakan antara kekaguman dengan cinta," ucap Rainy tersenyum.
Pelangi mengerutkan kening mendengar ucapan Mama tirinya tersebut. "Apa maksud Mama?" tanya Pelangi seraya menatap Rainy lekat.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...TBC...