
"Keluarga Galaxy tingkahnya aneh-aneh, contohnya David dan Langit. Padahal Brian dan Devan tidak aneh seperti mereka. Jika Langit putranya David, mungkin aku tidak akan heran jika sikapnya begitu." Sky menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Langit itu 'kan keponakannya David, Mas? Jadi jangan heran jika tingkah mereka mirip." Rainy tersenyum.
Sementara Sky terus melanjutkan sarapannya. Lalu, berangkat setelah menghabiskan sarapan tersebut.
Setelah itu, Sky berpamitan pada sang istri, ia juga akan mengantar Star ke sekolahnya atas permintaan gadis kecil tersebut.
*
*
*
Di kamar Pelangi, Langit kini mengambil lipstik gadis itu dan mencoret-coret wajah Pelangi hingga wajah Pelangi terlihat seperti badut.
Ia menahan tawanya saat melihat wajah Pelangi yang terlihat sangat aneh. Tidak lama kemudian, Pelangi menggeliat hingga membuat pria itu bergegas mengembalikan lipstik Pelangi ke tempatnya.
Setelah itu, Langit kembali ke tempat tidur dan mengambil ponselnya untuk mengabadikan gambar Pelangi yang menurutnya sangat lucu.
"Kali ini aku yang menang," gumam langit sambil tertawa tanpa suara agar gadis itu tidak terbangun.
"Pelangi, ayo bangun!" Langit memainkan mata Pelangi hingga membuat tidur gadis itu terganggu.
"Apa sih?" Pelangi mengehempaskan tangan Langit sambil membalik tubuhnya hingga membuat gadis itu tidur membelakangi sahabatnya tersebut.
Langit memikirkan cara yang ampuh untuk membangunkan sahabatnya. Ia terus memutar-mutar bola mata sambil menggigit jari telunjuknya dan berjalan mondar-mandir di samping tempat tidur Pelangi.
Setelah lama berpikir, akhirnya Langit menemukan ide untuk membangunkan gadis itu dengan tanpa paksaan. "Eh, Om Awan."
Seketika Pelangi langsung terduduk dengan mata yang berbinar dan langsung mencari keberadaan Awan.
"Om Awan mana?" Pelangi langsung lari menuju pintu keluar, dan seketika ia bertabrakan dengan Rainy yang ingin memastikan gadis itu sudah bangun atau belum.
Rainy yang semula tertunduk, ia terkejut saat mengangkat kepalanya dan menatap wajah Pelangi yang aneh.
"Aaaaa ... !" teriak Rainy.
"Mama kenapa sih? Aku lagi mencari Om Awan, dia ke sini tadi 'kan?" tanya Pelangi celingukan.
"Pagi ini kamu benar-benar aneh, bukan hanya wajahmu yang terlihat aneh, tapi kamu menanyakan Awan yang tidak mungkin datang ke rumah ini," ucap Rainy seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pelangi mengerutkan kening saat mendengar ucapan Rainy. "Wajahku aneh?" tanya Pelangi.
"Kenapa, Ma? Ada apa dengan wajahku? Ada belek, iler atau apa?" tanya Pelangi dengan wajah bingung.
"Tapi bener, Ma! Tadi aku denger di sini ada Om Awan katanya," ucap Pelangi mencoba meyakinkan Rainy.
"Paling juga Langit yang usil sama kamu." Rainy menarik sebelah sudut bibirnya sambil menatap Langit sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah itu, Rainy melangkah kembali dari kamar gadis tersebut. Ia terus mengembangkan senyumnya melihat wajah Pelangi yang kini berantakan.
"Langit?" gumam Pelangi setelah menyadari keberadaan sahabatnya tersebut.
Wanita itu langsung balik badan dan melihat Langit yang menatapnya dengan senyuman aneh.
Pelangi terus tertawa menatap wajah Langit yang dipenuhi kekesalan, Ia tidak sengaja melewati cermin meja rias, ia terkejut hingga membuat Pelangi teriak histeris.
"Langittttt ... !!!" teriak Pelangi.
Seketika gadis itu mengambil bantal sofa yang berbeda di sampingnya, lalu dilemparkan pada pria tersebut.
Pelangi terus mengambil bantal untuk dilemparkan pada Langit termasuk bantal di tempat tidurnya.
Sementara Langit terus lari dan tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan Pelangi, hingga akhirnya pria itu pun lari keluar kamar dan langsung menutup pintu kamar Pelangi, hingga membuat gadis itu kepalanya terbentur pintu.
"Langittttt .... !" teriak Pelangi yang dipenuhi kekesalan.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...TBC...