
Setelah kurang lebih satu jam perlajanan memecah dini hari menuju barat daya dari masion Lily mobil itu berhenti dan mereka berduapun keluar dari mobil. Tampak para anak buah sudah menunggu kedatangan mereka dan menyambutnya dari depan pintu.
"Selamat datang Nona, selamat datang Kapten Roy" kata pimpinan mereka sambil membungkuk memberi hormat dan diikuti oleh yang lain.
"Terima kasih Toni, dimana Arjun sekarang?" tanya Lily karena tak melihatnya menyambut seperti yang lain
"Dia sudah diruang bawah tanah Nona, mari saya antar" kata Toni sambil berjalan menuju ke ruang bawah tanah. Markas Lily memiliki bangunan dengan gaya klasik eropa yang didominasi warna cokelat dan putih, lebih mirip seperti rumah modern bukan markas, tapi ketika masuk kedalam rumah tersebut terdapat pintu rahasia untuk menuju ke ruang bawah tanah dimana markas itu berada dan untuk lantai atas digunakan untuk kamar anak buah. Jadi orang-orang luar tidak akan mengira kalau itu markas, mereka hanya akan mengira kalau itu rumah biasa. Setelah mereka turun ke ruang bawah tanah tersebut terlihat Arjun dengan seorang wanita yang diikat tangan dan juga kakinya. Melihat Lily datang Arjun langsung mengampirinya.
"Akhirnya kau datang juga Lily" kata Arjun sambil tersenyum. "Ini hadiah yang aku bilang menarik untukmu" imbuhnya sambil memasukkan tangannya ke saku celana dan bersender pada tembok.
Lily yang sebelumnya sudah tau dengan apa yang akan Arjun katakan hanya diam tak bergeming. Justru berjalan menuju kursi diseberang wanita itu duduk
"Arjun kenapa kau hanya mengikatnya saja? Kenapa tak kau lemparkan saja di kandang jaguar? Sepertinya dia belum makan dari kemarin" kata Lily sambil duduk dan menyilangkan kakinya
Orang-orang yang mendengarnya hanya tertegun sambil menelan salivanya sendiri
jiwa-jiwa mafianya bertambah kuat sepertinya. batin Arjun
"Kenapa kau diam saja Arjun?" kata Lilly
Arjun yang merasa takut dipandang dengan sorotan tajam Lily hanya diam memilih menoleh ke Roy untuk meminta pertolongan. Roy yang ditatap seperti itu lalu menjawabnya
"Untuk apa Nona melemparnya ke kandang Jaguar? Saya rasa dia masih tidur sekarang"
"Iya juga sih dia masih tidur. Aku takut mengganggu waktu tidurnya, lepaskan lakban mulutnya itu" perintah Lily
"Baik Nona" jawab Roy sambil membuka lakban itu
Wanita yang berada dikursi itu lalu mulai berbicara setelah dia terkejut dengan apa yang dikatakan Lily tadi
"Kenapa kau mengurungku disini Lily? Bukankah kau tak ingin berurusan lagi denganku? Dan bukankah aku sudah menebus kesalahku dulu dengan mengasingkan diri dari kota ini?" kata wanita itu dengan nada membentak karena kesal dengan apa yang ia terima itu
Merasa tak suka kalau ada yang membentak dirinya Lily langsung berdiri dengan muka marah, seketika aura ruangan menjadi suram dan gelap, tiba-tiba pasokan oksigen dalam ruangan tersebut habis dan terasa sesak
apa yang akan dilakukan Lily kali ini? kenapa auranya lebih menakutkan? apakah dia menambah ilmu baru ya? kenapa aku tidak tau. batin Arjun
Tuhan, aku masih ingin hidup panjang, aku belum menikah, segera beri pasokan oksigen lagi agar aku tidak mati di tempat ini. batin Roy
"Hahahahaha, menebus kesalahanmu? Memangnya aku tidak tau apa yang kamu lakukan diluar sana hah? Memangnya aku sudah lepas tangan begitu saja? Kau salah besar" kata Lily sambil tersenyum jahat
Wanita itu seketika terkejut, mukanya berubah menjadi raut yang was-was dan khawatir dengan apa yang akan terjadi padanya. Dia lupa sudah berhadapan dengan siapa. Keluarga Lee, ya keluarga itu. Memang keluarga itu adalah salah satu keluarga yang kaya raya dikota ini dan mungkin di negara, tapi ada salah satu yang masyarakat tidak tau tentang keluarga itu. Kakek Lily, Tuan besar Hendry Wiliam adalah salah satu pemimpin mafia pada masanya, mafia yang ditakuti banyak orang dan orang yang cukup kejam pada lawannya. Hanya saja Tuan Lee tidak begitu tertarik untuk berurusan dengan organisasi itu, Ia lebih memilih perusahaan milih Papanya. Siapa sangka justru Lily yang tertarik untuk masuk ke dunia itu, Jeno hanya melatih bela dirinya saja di organisi itu tidak sampai terjun lebih jauh kedalamnya.
"A..Aku tidak tau apa yang kamu bilang itu Li"
"Kamu tidak tau?" kata Lily menyindir. "Arjun beri dia foto itu" imbuhnya lagi dengan nada tegas
Arjun langsung mengambil foto dalam amplop dan memperlihatkan pada wanita tersebut. Wanita yang melihat foto itu tampak lebih terkejut dari tadi matanya langsung membulat dengan sempurna melihat satu per satu foto tersebut.
"Apa yang ingin kamu katakan tentang foto itu? Apa kau bisa menyangkalnya?" selidik Lily
"Untuk apa aku mengedit foto seperti itu, seperti tidak ada kerjaan saja, Arjun perlihatkan videonya padaa wanita ini" perintah Lily untuk Arjun
"Oke Lily" kata Arjun sambil merogoh ponselnya dalam saku celana dan membuka video yang dimaksud Lily
"Apa ini bukan kamu?" selidik Lily
"Bukan, ini bukan aku" kata wanita itu dengan nada yang dibuat tegas agar Lily yakin
"Berani kau berbohong padaku, berarti kau berani dengan konsekuensi yang akan kamu terima, Tono ampilkan pistol untukku, isi dengan peluru" perintahnya
"Baik Nona akan saya laksanakan" kata Tono "Ini Nona" imbuhnya sambil memberi pistol pada Lily
"Katakan sekali lagi siapa yang ada difoto itu, atau peluru ini akan menembus ke jantungmu" kata Lily sambil menodongkan pistol ke wanita itu
Sang Wanita tampak berwajah pucat setelah Lily menodongkan pistol kearahnya, ia tak ingin mati ditempat ini mati karena peluru atau mati dikandang jaguar. Tidak ada pilihan yang baik untuk keduanya
"Baik aku akan berkata jujur. Ya itu memang aku" katanya dengan nada pelan
"Hahahha apa kalian dengar apa yang dikatakan wanita ini?" kata Lily
"Iya Nona kami mendengarnya" jawab mereka kompak
"Kenapa kau berbuat seperti itu lagi? apa usaha yang aku berikan tidak memberikanmu uang?" tanya Lily
"Tidak, usaha yang kau berikan sudah memberiku uang" jawab wanita itu
"Lalu kenapa kau masih seperti itu?" tanya sekali lagi Lily untuk memastikan
"Aku juga tak tau kenapa begitu, tetapi aku merasa puas jika melakukan itu dan membuatku senang"
"Apa kau gila? Kau senang dan puas diatas penderitaan orang-orang? Dengan menjadikan kamu sebagai pelakor?"
"Iya" jawab wanita itu dengan menunduk
"Ini lebih gila dari kejahatan yang pernah aku temui, Arjun bawa dia ke Rumah Sakit Jiwa, sepertinya itu lebih cocok untuknya daripada kandang jaguar" kata Lily sambil berlalu meninggalkan ruang bawah tanah
"Aku mohon Lily jangan bawa aku ke Rumah Sakit Jiwa, aku mohon" kata wanita itu sambik terisak menangis.
Lily yang tak memperdulikannya hanya mengangkat tanganya dan langsung disanggupi oleh Arjun karena dia tau harus apa. Setelah keluar dari ruang bawah tanah itu lalu menuju ke atas untuk tidur sebentar
"Lebih baik kita tidur disini Roy, baru nanti kita berangkat ke peresmian itu"
"Baik Nona"
Lily segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya. Setidaknya ada sekitar tiga jam untuk dirinya tidur.
Kira-kira ada cerita apa ya dibalik bencinya Lily terhadap pelakor? kita tunggu di episode berikutnya.