Lily Blossom

Lily Blossom
Episode 9



Keesokan paginya Lily dan Roy pergi meninggalkan markas untuk mengunjungi peresmian proyek Hotelnya yang sudah selesai.


"Kau tau harus apa dengan wanita itu" kata Lily pada Arjun dan segera masuk dalam mobil.


"Baik Nona, akan saya laksanakan" jawab Arjun sambil membungkukkan badan


Mobil itu segera pergi menjauh dari markas dan Arjun segera kembali kedalam untuk menemui wanita itu.


Sedangkan di masion Mama, Papa dan Jeno tampak sedang sarapan pagi bersama, melihat LiLy tidak ada dimeja makan, Mamapun bertanya


"Kemana Lily? Tumben dia gak ikut sarapan"


"Mungkin sudah berangkat Ma ke peresmian hotelnya" kata Jeno sambil mengoles selai strawberry ke rotinya


"Oh iya benar juga, tapi kenapa dia berangkat sendiri? Kan bisa bareng sama kita" kata Mama sambil memberikan roti kepada suaminya


"Ya kan Lily yang punya acara terserah dia dong Ma mau berangkat jam berapa" ketus Jeno


"Astaga kamu ini bicara sama Mama kaya bicara sama siapa aja" Mama yang tak terima karena Jeno berucap seperti itu


"Hahahaha dasar Mama kaya abg labil aja"


"Sudah sudah kita lagi makan jangan banyak bercanda, Lebih baik kita selesaikan sarapan dan pergi ke peresmian itu" kata Papa melerai istri dan suaminya


"Baik Pa" jawab Jeno. Sebenarnya Jeno tau dimana Lily berada karena dia tak sengaja melihatnya keluar masion saat minum di dapur dini tadi, tapi ketika dia tau pergi dengan siapa makanya dia tak khawatir. Roy bisa mengatasi apapun kalau terjadi sesuatu kepada Lily, bahkan bela diri Lily lebih unggul darinya.


Namanya juga ada darah mafia bang, wajar dong yaa..


Mama dan Papa tidak melarang anaknya untuk terjun di dunia itu tapi mereka harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan, mereka sebenarnya ingin anak-anaknya tak berurusan lagi dengan dunia itu dan fokus saja pada perusahaannya masing-masing, tapi Kakeknya masih menginginkannya tetap berjalan walaupun tak seeksis seperti dulu maka Lily yang mengambil alih organisasi itu meskipun sekarang organisasi itu tidak hanya untuk kegiatan mafia saja. Lily sudah memodifikasinya dengan hal yang sedikit bermanfaat bukan hanya untuk membunuh dan melakukan kejahatan saja. Untuk markasnya Lily serahkan pada Arjun, ia adalah temannya selama bangku SMA makanya mereka akrab seperi saudara walaupun Arjun masih takut dengan sikap Lily yang kadang seperti bukan manusia. Terlebih lagi dulu saat mafianya masih tinggi.


Setelah perjalanan yang panjang dan agak melelahkan akhirnya Lily dan Roy sampai di Hotel tersebut. Hotel "Krisanofer" ia menamainya diambil dari salah satu bunga favoritnya krisan selain bunga Lily tentunya. Merekapun sudah disambut oleh orang-orang disana


"Selamat datang Nona dan Sekertaris Roy" kata mereka


"Iya terima kasih"


"Mari saya antar kedalam Nona" kata salah satu pelayan memberi jalan


"Ayo Roy kita masuk" ajak Lily


"Baik Nona mari" Roy mengikutinya dari belakang menjadi sekertaris sekaligus bodyguard sudah menjadi kewajibannya untuk menjaganya walaupun ada beberapa pengawal yang berjaga-jaga tapi setidaknya ia mengantisipasi bahaya yang datang kapan saja dan tak ingin ada kecolongan lagi seperti dulu.


Ternyata sudah banyak tamu yang datang pada acara peresmian itu, keluarganyapun sudah datang dan duduk dimeja bagian depan.


"Ma, Pa, Kak Jeno kalian sudah datang ya" kata Lily sambil duduk


"Iya sayang kami sudah datang, bukankah kau sudah datang dari tadi ya?" tanya Mama


"Ah iya Ma, tadi aku ada koordinasi sebentar baru masuk kesini" kata Lily sedikit berbohong


"Duduk Roy jangan berdiri seperti itu" perintah Papa pada sekertaris anaknya itu


"Terima kasih Tuan Besar, acara segera dimulai jadi tak apa saya berdiri saja" jawab Roy dengan sopan


"Oh iya kak No, mana kak Arman?" tanya Lily yang tak melihat sekertaris setia kakaknya tidak ada disini


"Dia tadi ke toilet, nah itu dia sudah ada" kata Jeno menunjuk Arman yang sedang berjalan menghampiri


"Selamat pagi Nona" kata Arman menyapa Lily


"Selamat pagi juga Kak Arman" kata Lily sambil tersenyum


"Pagi Bang" sapa Roy pada Arman


"Pagi Roy" jawab Arman


Roy memanggil Arman dengan Abang, karena usinya yang lebih tua dibanding dia. Panggilan akrab untuk Arman yang sudah seperti kakaknya sendiri saat pertama kali ia datang di Keluarga Lee. Mereka berdua sama-sama mengabdi dan bertanggung jawab pada Keluarga Lee. Lily tak sengaja bertemu Roy saat Roy dijalanan dibully oleh anak-anak lain, Lily yang tak suka dengan itu lalu membawanya pulang ke masion dan mengajarinya ilmu bela diri sejak saat itu Roy selalu berada di samping Nonanya, meski umurnya dibawah Roy tapi dia menghormati Lily yang sudah mau menolongnya dan memberikan kehidupan padanya. Lily tak mempersalahkan itu karena dia akan kalah debat jika membahas panggilan "Nona" untuknya.


"Selamat datang para hadirin sekalian di peresmian Hotel Krisanofer, mari bertepuk tangan yang meriah" kata pembawa acara memulainya diikuti dengan tepuk tangan yang meriah dari para hadirin yang hadir


"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih pada para hadirin yang sudah hadir dalam acara ini, yang sudah menyempatkan waktunya hadir dan memeriahkan acara ini" sambungnya lagi "Tak ingin lama-lama lagi mari kita sambut pemilik Hotel untuk hadir dipanggung ini, mari kita sambut Nona Lily Karina Lee. Beri tepuk tangan yang meriah untuk Nona Lily"


Para tamu yang hadir bertepuk tangan dengan meriah ketika Lily berjalan menuju panggung dengan menggunakan gaun panjang dengan lengan pendek model balon berwarna biru langit rambut yang disanggul dan diberi hiasan mutiara kecil tak lupa anting berlian dan juga kalungnya membuatnya anggun seperti putri dongeng, tampak para lelaki memandanginya dengan takjub, Jeno yang melihatnya langsung mengerucutkan bibirnyaa


"Kenpaa kau Jeno?" tanya Mama


"Aku kan sudah bilang pada Lily agar tidak dandan cantik-cantik, tuh liat mata para buaya pada melotot" jawabnya


"Hahahaha dasar kau ini, masih mending Lily memakai gaun itu, tadinya Mama menyuruhnya memakai gaun merah dengan belahan tinggi sampe paha tanpa lengan dan rambutnya yang terurai, cantik bukan"


"Mama jangan coba-coba menyuruh Lily seperti itu ya" bentak Jeno pada mamanya sambil melotot


"Hahaha Mama hanya bercanda, jangan melotot seperti itu nanti bola matanya keluar lo" ejek Mama


"Sudah-sudah kalian jangan berantem disini, nanti aja di rumah" lerai Papa


"Tuh Pa, Mama bikin kesel aja" rengek Jeno


"Kok palah jadi Mama sih No" Mama tak terima


"Sudah, jangan mulai lagi, atau aku suruh Arman mengantar kalian berdua untuk pulang" imbuh Papa


"Tidak-tidak" kata mereka


Lily tampak sudah ada diatas panggung didampingi Roy untuk memberi kata sambutannya, tetapi ada dua pasang mata yang menatapnya dengan intens


sepertinya aku pernah melihat wanita itu, mukanya tampak tak asing, tapi dimana ya. batin cewek yang duduk di sebelah kiri


dia cantik sekali, tapi auranya juga tak kalah cantik. sepertinya aku ingin mendekatinya. batin pria berkemeja biru navy yang tak jauh dari meja Keluarga Lee.


Mereka berdua tampak sibuk dengan pikirannya masing-masing sampai tak terasa sambutan yang Lily berikan sudah selesai. Lily kembali duduk di kursinya dan para tamu undangan menikmati hidangan yang telah disediakan.


Apakah wanita itu sudah mengingatnya? Dan bagaimana cara pria itu mendekati Lily? Tunggu diepisode berikutnya yaa