
Sesampainya di rumah Moana langsung turun sambil membanting pintu mobil dengan keras dan pergi dengan cepat ke kamarnya, meninggalkan Sherly begitu saja yang masih berada di dalam mobil.
"Tu anak kesambet apaan kali ya, kaya orang kerasukan aja" bulu romanya langsung berdiri kalau sudah membahas hal-hal mistis karena dia orang yang penakut.
"Lebih baik aku masuk aja daripada digangguin kalau masih di sini. Hiiii.. Mo tunggu aku" sambil berlari menuju rumahnya.
Moana yang sudah berada didalam kamarnya segera masuk ke kamar mandi melepas semua pakaiannya menuju Bathup yang sudah diberi aroma mawar favoritnya untuk melepas semua penatnya hari ini dengan berendam.
"Nyaman sekali kalau sudah berendam seperti ini"
"Kakak, aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Apa kau juga? Aku benci dengan ibu yang suka selalu menyalahkanku atas kecelakaan itu dan ayah yang selalu memaksaku sesuai keinginannya".
Tangis moana sambil memeluk kedua lututnya.
Flasback On
"Kakak ayo kejar aku". Suara anak kecil dengan rambut dikuncir dua dan memakai gaun merah muda yang tampak pas ditubuh mungilnya.
"Mo, tunggu kakak jangan lari seperti itu". Laki-laki itu mengejar adiknya agar tidak terjatuh dan terluka.
"Ayo tangkap aku kak, kalau bisa" Moana semakin cepat berlari dan menuju keluar halaman.
Saat langkah kakinya semakin jauh tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan cepat dan Brukkk, terdengar bunyi benturan yang sangat kuat dari depan halaman.
"Kakak, kakak ayo bangun jangan tidur dijalan. Lebih enak tidur di kamar daripada diaspal kan keras kalau diaspal". Ajakan polos dari Moana.
Tetapi tubuh kakaknya enggan meresponnya dan darah semakin keluar banyak dari tubuhnya.
"Mama Papa tolong kakak, dia tidak mau bangun. Mama Papa" Teriaknya dengan sangat keras agar orang tuanya keluar dan segera menolongnya.
Sementara itu mobil yang menabrak semakin melaju dengan cepat dan meninggalkan mereka berdua, karena memang suasana jalanan yang sedang sepi dan tak ada seorangpun disana, jadi kesempatan untuk kabur sangat tinggi.
"Aku harus pergi dari sini, sebelum banyak orang yang melihat dan menangkapku" kata pria dalam mobil.
"Astaga Moana apa yang terjadi dengan kakakmu?" Kata wanita paruh baya dengan raut wajah yang khawatir.
"Tadi ada mobil yang mau menabrak Moa, tapi justru kakak yang tertabrak karena menarik tanganku" jawabnya sambil terisak menangis.
"Sudah mama bilang, jangan main keluar sambil berlari liat apa yang terjadi dengan kakakmu ini" jawab Mamanya
"Maafin Moa mah"
"Sudah-sudah lebih baik kita bawa Rey ke rumah sakit segera" kata Papa sambil menggendong Rey masuk kedalam mobil dan melaju ke rumah sakit terdekat.
"Semoga kakak tidak apa-apa. Tuhan lindungilah kakakku. Ampuni dosanya kalau dia nakal. Lebih baik aku selalu diusili olehnya daripada harus kehilangannya". Doa Moana dalam perlajanan menuju rumah sakit.
"Syukurlah pasien segera dibawa kesini dan mendapat pertolongan medis dengan baik" Kata Dokter paruh baya tersebut.
"Terima kasih Tuhan, boleh kami masuk kedalam dok?"
"Silahkan bapak ibu untuk menengoknya, tapi biarkan suster membawanya ke ruang rawat inap terlebih dahulu"
"Bawa dia ke ruang rawat inap VIP saja, jangan diruang inap biasa" Kata Papa Moana dan Rey pada Dokter.
Setelah beberapa minggu dirawat di Rumah Sakit akhirnya Rey diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan saja. Memang lukanya tidak seberapa pada tubuh Rey luka di kepala karena tergores batu juga sudah hilang. Tapi karena benturan tubuhnya terlalu kencang ada syaraf dibagian kakinya yang terkena sehingga berimbas pada kegiatan hari-harinya yang membuatnya untuk mengurangi kegiatannya yang terlalu berat. Awalnya dia tak mempersalahkannya mengatakan bahwa ini adalah musibah. Tapi semakin dewasa dia menjadi benci kepada Moana karena penyebab kecelakaan tersebut. Mamanya juga menjadi benci kepada Moana, karena Mama terlalu menyayangi Rey sebagai anak laki-lakinya. Maka dari itu Moana lebih baik pergi dari rumah dan belajar hidup mandiri. Dia tak membenci kakaknya karena dia sangat menyayangi kakaknya.
Flasback Off
Setelah cukup lama berendam Moana segera berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya. Menarik selimut dan mulai menutup mata karena ia memang sudah sangat mengantuk.
"Heran sama ni anak udah molor aja, gue ditinggalin gitu aja" gerutu Sherly melihat Moana yang sudah tertidur dengan lelap.
"Lebih baik aku mandi dan segera tidur siapa tau malam ini aku bertemu dengan pangeran tampan lagi. Hihihihi" tambahnya sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Matahari mulai melihatkan senyumnya yang cerah, udara pagi yang sejuk serta kicauan burung yang merdu. Kedua sahabat itu masih berada posisinya semalam, Moana yang masih mengantuk dan Sherly yang masih bermimpi tentang sosok pangerannya enggan untuk bangun dari tidurnya. Tak terasa matahari semakin meninggi, dan semakin cerah akhirnya mereka bangun dari kasur kesayangannya dan mulai dengan aktifitas paginya.
Moana yang akan bekerja di kantornya dan Sherly berangkat ke toko rotinya. Setelah Moana meninggalkan dunia entertain dia melamar menjadi karyawan disalah satu perusahaan di bidang IT karena dia lulusan IT dari salah satu Universitas ternama di kotanya.
"Gue berangkat dulu ya Mo, lu mau bareng gak?"
"Enggak deh aku mau pake mobil sendiri aja, hati-hati dijalan yaa"
"Oke siap berangkat dulu yee, Byee"
Moana memberikan jempolnya pada Sherly yang sudah pergi keluar untuk berangkat ke toko.
"Ayo kita berangkat kerja, semangat Moana untuk hari ini. Kamu pasti bisa. Oke" Kata Moana untuk menyemangati dirinya sendiri.
Ia melangkah dengan semangat menuju mobil dan segera pergi untuk bekerja.
Tak butuh waktu yang lama ia sudah berada di kantor tempatnya bekerja , karena kebetulan jaraknya yang dekat dengan rumah Sherly. Sesampainya di kantor ia segera masuk ke ruang kerja dan memulai aktifitasnya sebagai karyawan.
"Selamat pagi Nona" kata pelayan toko dengan membungkuk.
"Selamat pagi, udah gue bilang jangan manggil Nona panggil aja nama atau kakak, masih aja manggil pake gituan" jawab Sherly yang tidak suka panggilan nona untuknya.
"Ma, maaf Nona saya sudah terbiasa memanggil dengan sebutan itu makanya saya agak susah untuk memanggil kakak"
"Lama-lama lo bakalan bisa kalau dibiasain manggilnya kakak. Oke. Ya sudah ayo kembali bekerja. Gue mau keatas dulu buat liat laporan harian toko"
"Baik Nona.. eh kakak"
Sherly segera naik ke atas menuju ruangannya, karena dia belum sarapan maka ia meminta karyawannya untuk membawakan coffe latte dan danish pisang ke atas. Makanan favoritnya di toko ini selain cake marmer dan bolen pisang.
Sesampainya diatas dia langsung membuka laptopnya dan memeriksa laporan harian toko, sambil menikmati sarapannya yang sudah tersedia di mejanya.
"Terima kasih Tuhan untuk anugerahMu, makanan yang enak dan tubuh yang sehat" Doa Sherly pagi ini.
Tak terasa hari sudah mulai sore cahaya mentari mulai redup digantikan cahaya senja yang cantik Moana dan Sherly segera pulang ke rumah setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya masing-masing.
NB : Sherly selalu bilang gue-lu sedangkan Moana karena dari kecil sudah terbiasa bilang aku-kamu jadi dia gak bilang gue-lu. Hihihi
HAPPY READING SEMUANYA.