
"Apa kau sudah mendapatkan info yang aku mau?"
"Sudah Tuan"
"Oke, coba kau ceritakan semuanya secara mendetail"
"Baik Tuan"
Lelaki itu menceritakan semua yang ia tahu pada Tuannya setelah mendapatkan informasi dari beberapa anak buahnya. Rama-CEO yang mengikuti makan siang di resto bersama Lily, dia mulai tertarik padanya saat menghadiri peresmian Hotel beberapa waktu lalu. Tidak sulit untuknya mendapatkan wanita karena wajahnya yang tampan dan juga kaya. Namun baginya wanita hanya mengincar hartanya saja tidak mencintainya dengan tulus. Ia tak mau masa lalu seperti ayahnya juga terjadi padanya, perselingkuhan, penghianatan tak ingin merasakan itu semua. Marvel sang Sekertarispun mulai menceritakan apa yang ingin Tuannya tau. Karena baginya apa yang ingin Tuannya tahu maka ia harus mengumpalkan informasi sebanyak mungkin agar Tuannya merasa puas.
"Oke, terima kasih Marvel. Kau boleh pulang hari ini" katanya
"Terima kasih Tuan"
"Oh iya jangan lupa besok datang lebih pagi lagi"
"Baik Tuan, selamat beristirahat saya permisi terlebih dahulu"
"Hmm" Rama hanya berdehem dan segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Lily, namanyaa cantik seperti bunganya. aku harus mendapatkanmu. gumam Rama setelah merebahkan tubuhnya dikasur yang sudah sangat lelah.
Pagipun menyingsing, matahari mulai menampakkan senyumnya, orang-orang sudah melakukan pekerjaannya masing-masing. Begitu juga dengan Lily yang sudah berangkat ke perusahaan untuk pelaunchingan parfum musim seminya. Ia ingin semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Agar semuanya berjalan sesuai rencananya maka ia kembali melakukan brefing pada semua orang yang terlibat.
"Ayo semuanya semangat untuk hari ini" kata Lily menyemangati semua orang
"Baik Nona, semangat" jawab semua orang
Semua orang melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa ada halangan apapun dan tak terasa selama tiga jam pelaunchingan itu selesai. Lily merasa puas dengan kerja timnya hari ini pelaunchingan ini berjalan sesuai apa yang ia harapakan.
"Sebagai hadiah untuk hari ini ayo kita makan diluar. Aku akan mentraktir kalian" ajak Lily pada semua orang setelah acara selesai
"Terima kasih Nona" jawab semuanya
"Hore makan gratis!" kaya salah satu karyawanya
"Ish kau ini malu-maluin aja" timpal salah satu temannya
"Hihihi maaf, aku hanya senang"
"Dasar kau ini"
"Santai saja ya sudah ayo pergi, ayo Roy kita keluar" kata Lily sambil keluar dan diikuti semuanya
Merekapun menuju ke resto sushi dan ramen yang tak jauh dari perusahaan, memilih menu sesuai yang disukai dan menunggu makanan untuk disajikan. Sekitar tiga puluh menit akhirnya pesanan mereka tersedia. Mereka makan dengan lahap sambil sesekali bersenda gurau. Lily juga sesekali ikut dalam pembicaraan mereka, membuang jauh-jauh sikap dinginnya yang terkadang masih dianggap oleh karyawannya.
ternyata Nona Lily sangat menyenangkan saat diajak ngobrol. batin karyawannya
Nona Lily sangat cantik saat tersenyum dan diliat dari dekat. batin yang lain.
gambar sushinya biar pada ngiler. hehehe
Tak terasa mereka sudah satu jam didalam resto tersebut, setelah membayar bill merekapun kembali ke perusahaan dan melakukan pekerjaanya masing-masing.
"Roy ayo kita pulang, oh iya jangan lupa minta Denisa untuk membungkus sepaket parfum untuk Mama" kata Lily
"Baik Nona, saya akan segera membawanya"
"Ya sudah aku akan tunggu dimobil" kata Lily sambil melangkah keluar sambil menunggu Roy
Roypun pergi keruang Denisa untuk membawa sepaket parfum untuk Nyonya. Merekapun segera pulang ke masion. Sebelum sampai ke masion, di persimpangan jalan Lily melihat pemandangan yang membuatnya marah. Segera saja ia meminta Roy untuk menepikan mobil dan segera keluar. Roy merasa aneh karena Nonanya keluar begitu saja dari mobil. Lily pun segera melangkah cepat menuju tempat yang membuatnya merasa marah.
ada apa dengan Nona? aku harus mengikutinya. batin Roy yang segera keluar mengikuti Nonanya
"Kau siapa? berani-beraninya menahan tanganku" katanya sambil marah
Lily tak menjawabnya menambah cengkraman tangannya pada laki-laki itu yang membuatnya meringis kesakitan
"Lepas, aku tak memiliki urusan denganku. Urusanku dengan anak ini" jawabnya sambil meringis sakit
Lagi-lagi Lily tak menggubrisnya ia menambah cengkramannya dan sedikit menekannya dengan kuat
"Akhh,, sakit lepas kubilang" laki-laki itu sudah merasa kesakitan namun tiba-tiba tangan yang sebelahnya ingin melayangkan tamparan ke arah Lily, sebelum tangannya mengenainya ada tangan lain yang menahannya. Roy yang sudah dibelakangnya langsung mencengkram tangannya dan memutar ke belakang tubuhnya.
"Lebih baik Nona mengurus anak itu, laki-laki ini biar saya yang urus" kata Roy
Lilypun segera menghampiri anak perempuan itu yang sudah merasa ketakutan. Ia mendekatinya dan sedikit berjongkok.
"Sudah tak apa-apa, ada kakak oke. Nama kamu siapa?" tanya Lily
"Nama saya Emira Nona" jawabnya sambil sedikit menunduk
"Oke Emira, kakak orang baik kok jadi jangan takut oke, lebih baik kamu ikut kakak dulu sebelum nanti aku antar ke rumah kamu ya" jawabnya sambil menggandeng tangannya
"Baik Nona" anak itu ikut Lily masuk ke dalam mobil
"Suruh Arjun kesini dan bawa dia kemarkas" kata Lily sebelum masuk ke mobil
"Baik Nona" segera saja Roy menelfon Arjun
"Kalian siapa berani-beraninya melawanku dan ingin membawaku ke apa tadi markas" kata laki-laki itu yang berusaha melepas cengkraman tangannya
"Lebih baik kau diam dan ikuti saja sebelum tanganmu patah" jawab Roy dengan penekanan
Glekk laki-laki itu hanya menelan salivanya sendiri bergidik ngeri memikirkan kalau tangannya dipatahkan.
siapa laki-laki dan perempuan tadi auranya sangat menakutkan. batin laki-laki itu
Setelah Arjun datang ia membawa laki-laki itu ke markas dan Roy segera masuk ke mobil mengantar Lily dan anak perempuan tadi. Setelah bercerita dalam mobil ternyata anak perempuan tadi sebatang kara dan hidup sendiri dijalanan, membuat hati Lily terenyuh dan iba padanya.
"Roy kita ke markas dulu" ajak Lily
"Baik Nona"
Mobilpun melaju ke markas terlebih dahulu sebelum ke masion. Setelah sampai segera saja Lily memanggil Bibi untuk mengurus Emira disana.
"Cari informasi tentang anak itu" kata Lily pada Roy setelah mereka sampai ke masion
"Baik Nona"
"Lebih cepat lebih baik Roy"
"Baik Nona akan saya lakukan"
"Oh iya dimana parfum untuk Mama?" tanya Lily sebelum melangkah masuk kedalam
"Oh iya Nona sebentar saya ambilkan terlebih dahulu" Roy masuk kemobil dan mengambil sepaket parfum untuk Nyonyanya.
"Ini Nona"
"Oke terima kasih, kau pulanglah dan beristirahat dengan baik"
"Baik Nona" Roy segera masuk ke mobil dan segera melajukannya untuk pulang. Lily masuk kedalam dan pergi ke kamar Mamanya untuk menyerahkan parfum pesanannya baru ke kamarnya untuk bersih-bersih.
Di dalam markas