Lily Blossom

Lily Blossom
Episode 14



"Ayo bangun Mo, udah siang nih. Emang gak mau kerja nih" kata Sherly sambil menggoyang-goyangkan tubuh Moana yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Kalau gak mau bangun juga, gue siram pake air nih" usaha Sherly sekali lagi


"Ah bawel banget sih, iya iya nih aku bangun" kata Moana sambil mencoba membuka matanya dan duduk


"Sana mandi udah siang nih, nanti telat lagi mausk kerjanya"


"Oke siap bos laksanakan" Moanapun segera bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Sherly turun kebawah untuk menyiapkan sarapan walaupun simpel setidaknya cukup untuk menahan lahar dipagi hari.


Moana yang sudah berganti pakaian dan bersiap-siap berangkat kerja turun kebawah untuk sarapan.


"Pagi Nona, silahkan sarapannya" kata Sherly sambil menyodorkan pancake dan segelas susu untuk Moana


"Hahaha dasar kau ini, terima kasih. Oh ya sepertinya nanti aku pulang agak telat kalau gak ya pulang agak malam, soalnya ada beberapa proyek baru" kata Moana sambil mengunyah pancakenya


"Oke siap santai saja"


"Oke deh siap, kalau gitu aku berangkat dulu ya. Makasih untuk sarapannya ya. Bye" kata Moana sambil berlalu dan berangkat kerja


"Oke siap hati-hati dijalan ya"


Moana hanya mengangkat tangannya dan segera masuk ke mobil segera menuju ke perusahaan. Sherlypun setelah sarapan membersihkan bekas sarapan dan segera ke toko rotinya.


Sesampainya dikantor Moana langsung mengerjakan tugas-tugasnya.


ternyata banyak juga yang belum aku selesaikan. batin Moana


Tak berselang lama setelah ia berkutat dengan kerjaanya, kepala pimpinan memanggil dia untuk mengikuti rapat yang dipimpin CEO perusahaan.


"Moana ayo ikut saya untuk mengikuti rapat" kata Pak Andri


"Baik Pak" Moana langsung bergegas mengikuti Pak Andri untuk meeting tak lupa ia membawa tablet sebagai notulensi saat meeting nanti.


Di ruang meeting sudah banyak orang yang menunggu dari berbagai divisi.


"Eh Mo, kamu ikut meeting juga" kata Shirin bagian pemasaran


"Iya nih disuruh ikut, padahal kerjaanku masih banyak banget lagi" keluh Moana


"Gakpapa, itung-itung cuci mata. Katanya CEO kita ini tampan, masih muda, dan bikin betah yang liat" jawab Shirin sambil tersenyum


"Kamu ya kalau udah bahas cowok ganteng matanya langsung cerah" imbuh Moana


"Hahahaha gakpapa, sekali-kali ya kan"


Tak berapa lama terdengar pintu terbuka semuanya segera berdiri sebagai tanda hormat, termasuk Moana dan Shirin.


"Selamat pagi semua"


"Selamat pagi Direktur"


"Silahkan duduk"


Pria itupun duduk dikursinya dan tak lupa sekertarisnya yang setia berdiri disampingnya untuk memulai meeting hari ini. Selama dua jam meeting itu berlangsung untuk membahas perencanaan kedepan dan beberapa kerja sama agar terlaksana dengan baik dan sesuai rencana. Semua orangpun meninggalkan ruangan itu lalu melanjutkan pekerjaanya masing-masing. Moana dengan tumpukan berkas yang belum selesai, dan Shirin yang mukanya menjadi cerah setelah bertemu dengan CEO walaupun pekerjaanya masih banyak.


"Leo coba cari tau tentang wanita tadi yang memakai baju biru"


"Baik Tuan"


sebentar-sebentar kan tadi ada dua yang memakai baju biru. batin Leo


"Maaf Tuan, yang mana ya? soalnya tadi ada dua wanita yang memakai baju biru" tanya Leo


"Yang memakai jam tangan abu-abu" jawabnya


"Baik Tuan"


"Tidak ada Tuan, tinggal mendatangi berkas-berkas saja. Oh iya nanti sore Nyonya besar menyuruh anda untuk makan malam di Resto Airy"


"Baiklah nanti aku kesana, kau juga ikut. Aku malas kalau tidak kawan"


"Baik Tuan"


Merekapun segera keluar dari ruang meeting dan menuju ke ruang kerjanya, dia adalah Roni Hendrawan CEO muda di Perusahaan IT tempat kerja Moana. Anak kedua dari Keluarga Hendrawan yang memiliki prestasi yang baik dalam pekerjaan, menjadi penerus dari Keluarga Hendrawan membuatnya harus berkutat lebih banyak dengan perusahaan keluarga karena sang kakak yang sudah memiliki perusahaan sendiri jadinya mau tak mau dia yang meneruskannya.


Akhirnya sorepun tiba, Roni dan Leopun bergegas menuju Resto yang sudah dijanjikan oleh Mamanya, walaupun makan malam keluarga tapi nanti ujung-ujungnya akan membahas tentang jodoh dan nikah. Kakaknya sudah menikah dan mempunyai anak satu, padahal umur Roni masih dibilang muda tapi Mamanya selalu gencar untuk menyinggung tentang jodoh dan nikah, makanya Roni kadang malas untuk datang.


"Sore semuanya" sapa Roni pada semuanya keluarganya sudah duduk dikursi termasuk si kecil Naura ponakannya.


"Sore, akhirnya anakku yang tampan ini sudah datang" kata Mama


"Hallo Om" sapa Naura


"Hallo juga cantiknya Om" kata Roni sambil mencubit pipi Naura


"Leo ayo duduk nak" kata Mama meminta Leo untuk duduk juga


"Terima kasih Nyonya"


"Ayo dipilih mau pesan apa, sesuai yang kalian mau" kata Mama


Merekapun memesan makan dan minum, sambil menunggu datang, merekapun berbincang-bincang masalah perusahaan, keluarga, bisnis, dan tentu saja jodoh.


tuh kan yang dibahas jodoh juga. batin Roni


tidak akan jauh-jauh dengan jodoh untuk Tuan, semoga Nyonya tidak aneh-aneh lagi. batin Leo


Seperti yang sudah-sudah setelah kumpul keluarga yang ujung-ujungnya bahas jodoh, Leo akan diminta Mamanya Roni untuk mempersiapkan dinner yang romantis, pakaian yang bagus untuk Roni atau membelikan buket bunga untuk diner. Roni kadang merasa malas untuk datang ke dinner itu, bahkan ia suruh si Leo untuk menggantikan dinner. Leo yang malas juga akhirnya cuma memberi bunganya dan membayar bill makanan setelah itu ia pulang.


"Gimana ada yang sudah nyantol dihati Ron?" tanya Mama


"Sudah, santai saja Mama. Nanti aku bawa kerumah" jawab Roni sambil meminum kopinya


"Oh iya? astaga berita yang baik ya kan Pa"


"Iya Ma, baik juga kalau segera bawa dan nikah. Setelah itu kita punya cucu lagi" jawab Papa sambil terkikih.


"Mama sama Papa gak ada bedanya" kata kakak Roni


"Iya nih kapan Om nikah, biar aku punya temen main" Naura ikut bersuara juga


"Nanti kalau sudah waktunya ya cantik. Ya sudah aku pamit dulu ya" kata Roni sambil berpamitan ke semua


"Kamu mau pulang ke apartemen Ron?" tanya Mama


"Iya Ma, besok pagi aku ada kunjungan ke Perusahaan lain" jawab Roni


"Ya sudah hati-hati dijalan ya"


"Mari semuanya saya pamit dulu" kata Leo sambil membungkuk dan segera mengikuti Tuannya yang sudah keluar dari Resto. Merekapun masuk dalam mobil dan segera menuju ke Apertemen Roni.


"Besok datang sepeeri biasa" kata Roni setelah sampai di basemant apartemen


"Baik Tuan, silahkan beristirahat" jawab Leo


"Oke, hati-hati dijalan"


"Baik Tuan, permisi" jawab Leo yang segeraa bergegas ke apartemennya. Ronipun naik ke lift dan segera ke kamarnya. Ingin berendam sekedar menghilangkan penat seharian. Roni dan Leo tinggal di apartemen walaupun berbeda gedung tapi masih dalam satu kawasan. Roni lebih suka tinggal di apertemen, dia akan pulang kerumah kalau sedang ada acara atau menginap untuk bermain dengan keponakannya.


Di tempat lain