Lily Blossom

Lily Blossom
Episode 23



"Apa sudah ketemu?" Tanya Bibi yang melihat Arjun dan Ravi sudah kembali


"Belum" kata Arjun sambil menggelengkan kepala


"Anak itu sembunyi dimana kali, susah sekali menemukannya. Apa dia sembunyi di tong sampah? Tadi kan kita tidak mencarinya di sana, siapa tau ada" Jawab enteng si Ravi


"Yang benar saja kau ini" Kata Arjun sambil memukul kepalanya


"Sakit woy, bisa tidak untuk tak memukul kepalaku. Bisa-bisa aku insomnia tau"


"Amnesia bodoh bukan insomnia"


"Ah iya itu aku lupa, hahahahaha" Jawab Ravi sambil tertawa


"Sudah-sudah lebih baik kalian tidur saja sudah malam" Lerai Bibi sambil masuk ke kamar


"Ayo tidur" Kata Arjun pergi ke kamarnya.


Lily dan Roy sudah kembali dari tadi karena ada beberapa dokumen penting yang harus dikerjakan. Saat ingin kembali ke masion ia tak sengaja bertemu dengan Rama yang kebetulan juga sedang membeli roti seperti Lily.


"Hai, Nona Lily." Sapa Rama


"Ah iya, hai juga. Sedang apa disini Tuan?" Jawab Lily


"Oh ini, barusan ada pertemuan di sekitar sini, dan ya saya ingin sekali makan roti makanya saya mampir".


"Ehm, begitu. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, mari". Kata Lily berlalu meninggalkan toko roti tersebut diikuti Roy


"Mari Tuan". Roy membungkuk memberi hormat


"Hati-hati di jalan" Teriak Rama agar terdengar


"Mengobrol lama dengannya sangat susah ya"


"Iya Tuan. Sepertinya Nona Lily orang tertutup"


"Tak masalah bagiku, masih ada waktu yang panjang untuk memilikinya. Aku harus mendapatkannya" Kata Rama meyakinkan diri


"Iya Tuan, kalau begitu ayo kita pulang" Ajak Marvel


"Ayo, bayar dulu rotinya. Aku tunggu di mobil" Kata Rama menyerahkan roti dan bergegas keluar


"Baik Tuan"


Setengah jam berlalu Lily akhirnya sampai di masion, pergi ke kamar mandi membersihkan badan, dan segera pergi ke alam mimpi untuk mengistirahatkan sejenak pikiran serta raganya.


Roy juga sudah kembali ke apartemennya, membersihkan badan dan ingin segera bertemu dengan kasur kesayangannya. Sebelumnya ia mengecek dulu kerjaannya sebentar karena ada beberapa hal penting yang besok akan Nonanya kerjakan. Setelah semua selesai segera saja ia tidur dengan nyenyak.


Pagi sudah menjelang, bunyi alarm telah berkali-kali berbunyi, tapi ia enggan untuk bangun. Justru ia mematikannya dan menaikkan selimut sampai menutupi seluruh badan. Bunyi terakhir alarm yang keras sontak saja membuatnya bangun, walaupun masih enggan untuk membuka matanya.


"Astaga, aku telat". Orang itu langsung saja bergegas ke kamar mandi dengan cepat dan selesai berpakaian hanya dengan waktu lima belas menit.


Luar biasa sekali ya wak, jangan-jangan dia gak mandi ya, cuma gosok gigi cuci muka. hihihi


"Sarapan nanti sajalah di kantor, ini sudah telat. Semoga Nona tidak memarahiku" Ucapnya sambil melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Karena memang jam kritis ia pun terjebak macet beberapa kali di lampu merah.


ayo-ayo, aku tak ingin olahraga dengan jaguar hari ini. batinnya


Akhirnya setelah terbebas dari jalanan yang macet ia pun sudah sampai di masion, Lily sudah menunggunya di depan dengan tangan yang fokus pada tabletnya.


"Maaf Nona saya telat" Kata Roy yang sudah keluar mobil dan membungkuk. Ya orang yang masih asik dengan tidurnya dan enggan untuk bangun adalah si Roy. Akhirnya ia telat menjemput Lily yang sudah menunggunya dari tadi.


"Ehm" Lily hanya berdehem melangkah kakinya menuju mobil.


"Silahkan Nona" Roy mempersilahkan Lily untuk masuk dan segera melajukan mobilnya menuju Perusahaan.


apakah Nona akan menghukumku? atau dia sedang berfikir untuk hukuman yang lain? kenapa bisa aku tidak bangun. semua gara-gara author nih. awas kau ya. gumam Roy dalam hati


Dia yang salah, eh nyalahin author. Emang ya gak sadar diri.


"Kenapa kau Roy? Hari ini aku tidak akan menghukummu. Karena masih banyak hal yang harus kau kerjakan" Kata Lily yang melihat raut muka Roy yang sedikit takut


"Ehm" Jawab Lily dan kembali melihat tabletnya


Perjalanan ke Perusahaan tak berlangsung lama, karena jalanan sudah tak macet dan lalu lintas lancar. Lily dan Roy segera menuju ke ruangannya untuk menyiapkan beberapa dokumen untuk meeting nanti siang.


Tring! Bunyi notifikasi masuk.


^^^Erzon : ^^^


^^^"Ada informasi penting untuk Nona yang sudah saya kirim, silahkan untuk melihatnya."^^^


Akhirnya Lily membuka email yang sudah di kirim Erzon untuk melihat informasi baru untuknya.


"Tenyata William bukan anak dari Tuan Benedict"


"Berarti bukan kakak kandung Emira, Nona?"


"Ya kau benar, dan ini liat. Ternyata William yang penyebab meninggalnya orang tua Emira" Kata Lily


"Kejam, kita harus segera menemukannya Nona"


"Ya kita harus segera menemukannya, suruh Erzon dan Ravi untuk bergerak cepat untuk menangkapnya. Perbanyak anak buah dan sebar luaskan" Perintah Lily


"Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu" Roy membungkuk seraya keluar ruangan.


"Kau sudah menemukannya?" Kata Lily setelah sambungan telefon terjawab


"Ya aku sudah menemukannya, dia ada luar kota. Anak buah sedang menuju ke sana". Jawab orang dari seberang sana


"Oke, temukan dia dan bawa ke markas" Perintah Lily


"Baik Nona, laksanakan" Jawabnya. Tuttt panggilan berakhir.


"Semoga masalah ini segera selesai. Oh iya, sudah lama tidak mengganggu Kak No, aku akan menelfonnya" Kata Lily sambil mencari nomor Kakaknya


Tuut tuttt tuttt... Nada sambung belum terjawab. Lily mencoba sekali lagi dan diangkat


"Hallo Kak No"


"Apaan sih? Ganggu mulu. Kalau mau ngrumpi nanti saja, jangan sekarang"


"Siapa juga yang mau ngrumpi sama lambe turah. Aku mau minta uang"


"Sudah punya Perusahaan sendiri masih aja minta uang"


"Ayolah Kak"


"Berapa?"


"2 M, hahahahahha"


"Nanti Arman akan mengirimnya"


"Baik sekali Kakakku yang tampan, terima kasih banyak. Sayang Kak No banyak-banyak. Emuuach"


"Sudah jangan ganggu lagi, bye"


"Dasar". Tutttttttt suara telefon berakhir


"Baru juga mau ngomong tapi udah dimatiin aja, gakpapa deh yang penting udah dapet uang" Kata Lily yang tersenyum lebar


Tringg. Notifikasi masuk


"Luar biasa, Kak No memang terbaik" Lily merasa senang karena transferannya sudah masuk.


Aduh senengnya Lily, bisa nih bagi-bagi sama authorny. Bisa kali kalau cuma seperlimanya ya kan. Lumayan buat beli seblak. :)


Setelah makan siang Lily memulai meetingnya selama kurang lebih dua jam, tak terasa sudah mulai sore. Ia memutuskan untuk pulang lebih awal dan menuju ke markas. Arjun dan beberapa anak buahnya sudah menunggunya disana. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh mereka termasuk Erzon dan Ravi. Tapi sebelumnya ia singgah dulu di toko roti untuk membeli beberapa cemilan untuk mereka yang disana dan minuman.