
"Pagi sayang"
"Pagi juga Ma, Pa. Oh iya dimana Kak No? tumben dia belum nongol biasanya udah cerewet kaya burung beo"
"Mungkin lagi siap-siap, semalam kan dia pulang larut jadi bisa saja bangun siang"
"Iya kali ya Ma"
"Ya sudah biarkan saja, sebentar lagi dia juga bakalan turun. Kamu mau sarapan apa?" tanya Mama
"Ehm aku ingin makan nasi goreng dengan telur ceplok" jawab Lily
"Tumben kamu sarapan nasi" kata Mama smabil mengambil nasi goreng untuk Lily
"Hehehehe iya Ma, lagi pengen aja" jawab Lily sambil menerima piring nasi goreng dari Mama "Makasih Ma"
"Aku juga mau nasi goreng juga kaya Lily" kata Papa
"Tumben banget kalian sarapan nasi biasanya juga roti" kata Mama
"Hahahahaha gakpapalah yang penting makan ya kan Li" jawab Papa
"Iya betul sekali" jawab Lily sambil mengunyah nasi goreng
"Good morning everybody"
"Good morning"
"Tumben baru nongol" kata Lily
"Biasa ada urusan"
"Abis bersihin kamar mandi? karena kalah game?" tanya Lily
"Enak saja, sok tau" jawab Jeno yang tak terima
"Sudah-sudah jangan berantem saat makan" lerai Mama. "Kamu mau sarapan apa?" tanya Mama
"Nasi goreng juga deh kayaknya enak"
"Oke oke siap"
Merekapun mulai menyantap sarapannya, tak berapa ada laki-laki yang datang menyapa
"Selamat pagi Tuan besar, Nyonya, Nona dan Tuan"
sapa Roy
"Pagi juga Roy, ayo duduk nak. Kamu pasti belum sarapan kan. Ayo sarapan dulu" kata Mama
"Terima kasih Nona, tapi saya sudah makan tadi" jawab Roy dengan sopan
"Boong pasti, coba aja dengerin tuh perutnya bunyi. Pasti cacingnya lagi disko" ledek Jeno
"Kak No sok tau itu bukan suara cacing, tapi suara gajah, hahahaha" jawab Lily
"Dasar gila"
"Kamu yang gila"
"Kaulah yang gila bukan aku"
"Hahahhahha, ayo duduk Roy sarapan dulu nanti biar gak pingsan di jalan" kata Lily
"Baik Nona, terima kasih" jawab Roy sambil duduk di kursi
"Kamu mau sarapan apa?" tanya Mama
"Kalau boleh saya mau nasi goreng juga Nyonya" jawab Roy
"Tu kan belum sarapan makanya minta nasi goreng bukan roti" kata Jeno
"Kak No bikin Roy malu tuh" jawab Lily
"Sudah-sudah kalian ini masih aja mengoceh saat makan" lerai Mama sambil memberikan piring nasi goreng pada Roy
"Terima kasih Nyonya" jawab Roy dan mulai makan nasi gorengnya
Merekapun sarapan dengan tenang dan menghabiskan nasi gorengnya memang sangat enak nasi goreng buatan Mama Wendy, resep dari keluarganya yang masih dipertahankan. Papa Lee hanya senyum-senyum saja saat melihat anak-anaknya yang masih saja mengoceh di sela-sela makan, sikap receh dan humornya turun darinya makanya dia cukup senang, berbeda dari Mama yang kadang masih syok dari lawakan anak-anaknya ini. Setelah selesai merekapun berangkat ke perusahaan masing-masing. Jeno yang sudah dijemput sekertarisnya dan Lily berangkat bersama Roy. Dalam perjalanan menuju perusahaan Lily membuka obrolan dengan Roy
"Gimana Roy apa kau sudah menemukannya?" tanya Lily sambil membuka tablet untuk melihat kerjaanya hari ini
"Belum Nona, menurut informasi Wiliam pergi meninggalkan rumah setelah orang tuanya meninggal, karena kedua orang tuanya memiliki utang yang besar dengan bank maka rumah merekapun disita dan si Emira masuk kedalam Panti asuhan" kata Roy
"Selain itu apakah tidak ada informasi lain dia pergi kemana?" tanyanya lagi
"Erzon sedang mencari taunya Nona"
"Baik Nona"
"Oh ya hari ini selain rapat bulanan, kegiatanku apalagi?"
"Setelah itu Nona ada kunjungan ke Hotel untuk melihat kinerja para karyawan"
"Oke, sebelum kesana kita beli roti dulu untuk mereka"
"Baik Nona"
Tak terasa mereka sudah sampai di Perusahaan, para karyawan dan penjaga menyapa ramah kepada Pimpinan mereka dan sekertarisnya. Walaupun hanya dibalas anggukan atau tersenyum oleh Lily. Merekapun segera melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Lily dan Roy segera masuk ke ruang meeting karena sudah ditunggu oleh yang lain meeting bulanan tentang penjualan dipasar, inovasi untuk produk baru, perkembangan dunia luar dan juga keuangan bulan ini. Sekitar dua jam mereka melakukan meeting dan secara keseluruhan baik tinggal ditingkatkan lagi dan dipertahankan agar hasilnya bisa lebih baik lagi. Sebelum waktu jam makan siang Lily dan Roy bergegas menuju Hotelnya sambil membeli roti untuk karyawannya disana.
Merekapun sampai di Hotel dan disambut para karyawanya disana.
"Selamat datang Nona" sapa mereka seraya memberi hormat
"Terima kasih, oh iya di bagasi mobil ada roti kalian boleh memakannya dan bagi rata untuk semuanya" kata Lily
"Baik Nona, terima kasih"
"Oke, aku mau ke atas dulu untuk bertemu Pak Alex. Ayo Roy" kata Lily sambil berjalan menuju lift yang diikuti Roy
"Ayo Nona"
Akhirnya mereka tiba di ruang Manager hotel, setelah mengetuk pintu dan masuk merekapun mulai mengobrol tentang perkembangan hotel ini, keuangan, fasilitasnya, para karyawan, dan juga respon para tamu yang berkunjung. Setelah mendengar dari Managernya Lilypun sedikit memberi sedikit masukan dan juga beberapa nasihat untuk hotelnya. Dua jam telah berlalu Lilypun segera pamit untuk kembali ke perusahaan.
"Terima kasih Nona sudah berkunjung" kata Alex sambil berjabat tangan
"Sama-sama, semoga hotel ini semakin maju dan aku bisa membuka cabang di daerah lain"
"Iya Nona semoga saja"
"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu, ayo Roy" kata Lily sambil meninggalkan ruangan
"Baik Nona mari"
"Hati-hati dijalan Nona" kata Alex mengantar Lily keluar ruangan
Tak ada jawaban dari Lily, ia hanya mengangkat tangannya dan masuk ke dalam lift. Merekapun segera kembali ke perusahaan untuk mendatangani beberapa berkas yang belum selesai. Namun ketika di perjalanan ke perusahaan handphone Roy berbunyi iapun meminta ijin pada Lily untuk mengangkatnya sebentar takutnya ada hal yang penting.
"Ada apa Roy" tanya Lily penasaran
"Itu Nona, Amar mengamuk di markas dan ingin melarikan diri"
"Apa Arjun tidak bisa menanganinya dengan baik?" tanya Lily sekali lagi
"Tidak tau Nona, tapi dia suda kualahan menghadapinya"
"Kenapa tak bunuh saja dia, bisa pake pistol atau masukin ke kandang jaguar" jawab Lily dengan enteng
Glekk!! Roy hanya menelan salivanya setelah mendengar ucapan Lily yang begitu enteng tentang nyawa seseorang.
"Kalau begitu kita ke markas"
"Baik Nona"
Roy segera melajukan mobil untuk menuju ke markas, setelah setengah jam perjalanan mereka sampai di markas dan segera turun ke ruang bawah tanah.
"Amar kau ingin mati cepat atau secara perlahan?" kata seseorang yang membuatnya menoleh ke sumber suara
"Akhirnya kau datang juga Li" kata Arjun
"Kenapa kau tidak bisa menangani satu orang?" tanya Lily
"Dia membuatku frustasi"
"Amar kau ingin mati seperti apa?" tanya Lily sambil duduk dikursi dan menyilangkan satu kakinya
"Lepaskan aku" kata Amar sambil berusaha melepas ikatan talinya
"Daripada lama-lama lempar saja ke kandang jaguar" kata Lily sambil berjalan naik ke tangga
"Jangan, aku mohon. Jangan masukkan aku kesana" kata Amar memohon
"Aku sudah muak denganmu, Arjun lakukan" titah Lily pada Arjun
"Baik Nona akan saya lakukan, Tono bantu aku"
"Siap komandan"
Akhirnya merekapun membawa Amar ke kandang jaguar, mati cepat atau perlahan mereka yang menentukan sendiri.