Lily Blossom

Lily Blossom
Episode 13



Lilypun juga ikut menoleh ke ke suara itu terlihat seorang laki-laki dengan menggunakan jas warna abu-abu dasi hitam dan juga celana abu-abu, rambut yang ditata membuatnya nampak maskulin, tak lupa ia menggunakan kacamata hitam untuk menambah gayanya.


"Maaf jika saya datang terlambat hari ini, ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu" katanya sambil melepas kacamata dan segera duduk dikursi yang kosong.


Ketika laki-laki itu membuka kacamata dan duduk, Lily tampak memikirkan sesuatu


sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya? batin Lily


"Bukankah ia yang ingin berkenalan dengan Nona waktu itu?" tanya Roy sedikit berbisik membuat Lily sedikit terkejut


"Ah iya benar, makanya aku tidak asing dengaannya" jawab Lily


ternyata dia juga ikut dalam jamuan ini. gumam Lily


ah dia, wanita itu ternyata juga datang. elegan dan berkelas juga tampilannya. batin lelaki itu


"Ayo Tuan-Tuan dan Nona nikmati jamuan ini, anggap saja sebagai bentuk jalinan kekeluargaan kita" ucap Mr.Sakha


"Terima kasih" jawab semuanya sambil menikmati hidangan yang ada


Lily hanya sedikit menikmati hidangan ala kadarnya sambil tersenyum atau sekedar basa-basi ketika mengobrol dengan orang-orang, sedangkan hatinya sudah merasa malas ingin segera pergi dari perkumpulan itu dan menghidup udara bebas. Roy yang melihat sikap Nonanya langsung saja berbisik


"Jika Nona sudah ingin pergi ayo pergi saja daripada lama-lama disini" ajak Roy


"Oke Roy sebentar lagi paling sepuluh menit lagi aku akan keluar, setelah ini apa ada kegiatan lain?" tanya Lily


"Tidak ada Nona, kalau mau kita bisa pergi ke markas"


"Oke Roy, lebih baik kita ke markas saja. Aku ingin bermain dengan jaguar atau mengajak duel si Arjun" kata Lily


Roy hanya tertegun mendengar ucapan Nonanya,


astaga masih-masih sempatnya untuk berduel dengan Arjun, aku yakin Arjun akan babak belur atau yang lebih parah bisa patah tulang. gumam Roy yang tampak bergidik ngeri


Setelah jamuan makan siangnya habis dan ia merasa bosan, akhirnya Lilypun pamit keluar dan pergi meninggalkan resto.


"Padahal baru sebentar jamuan ini sudah pergi saja" ujar salah satu Direktur


"Iya baru juga sebentar, tidak menghormati sekali dengan yang punya acara"


"Sudah-sudah jangan begitu, setidaknya dia mau berkunjung. Kalau dia mendengar bisa-bisa saham yang ia tanam ditarik dan kalian akan jatuh miskin" ucap pria paruh baya dengan perut bucit


"Ah iya kamu benar, jangan sampai dia tahu" ucap salah satu sambil merasa was-was


"Sudah-sudah. Ayo teruskan jamuan ini dan segera untuk pulang ke rumah masing-masing" ucap Mr.Sakha menengahi


ternyata dia cukup berpengaruh juga disini, sepertinya sangat menarik jika aku mendekatinya. gumam pria berjas abu-abu. Akhirnya iapun segera keluar dari resto dan segera kembali ke rumahnya.


"Marvel coba kau cari tau tentang wanita tadi" kata Rama


"Baik Tuan, akan saya laksanakan"


"Bagus, ayo pulang"


"Baik mari Tuan"


"Selamat sore Tuan" kepala pelayan menyambut kedatangan Tuannya


"Sore Pak Him, apakah semua ada dirumah?"


"Nyonya dan Tuan besar sedang menghadiri acara teman kolega sedangkan Tuan Sean didalam kamarnya" ucap Pak Him sambil membawa tas kerja Tuannya.


"Baiklah, kalau begitu aku ke atas dulu, dan kau Vel pulang dan beristirahat" ucap Rama


"Baik Tuan, saya permisi" ucap Marvel sambil hormat undur diri


Ramapun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, sebelumnya ia masuk kekamar adiknya melihat apa yang ia lakukan.


"Ternyata kau sedang main game" ucapnya yang sudah bersandar ditembok sambil tangannya masuk disaku celana


"Hehehe, ternyata kakak sudah pulang" ucap Sean sambil menggaruk belakang tengkuknya walaupun tidak gatal


"Mandi dan segera makan setelah itu belajar, kalau ada yang nilaimu turun lagi maka jangan harap aku memberikanmu uang saku" ucap Rama sambil keluar dari kamar adiknya


"Satu lagi mobil aku tarik" imbuhnya dan berlalu ke kamarnya


"Jangan kak, oke oke aku akan belajar dengan rajin" kata Sean sambil teriak kencang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


hahaha dasar langsung semangat kalau mobilnya aku tarik. sebaiknya aku juga mandi dan turun kebawah. batin Rama


Prok Prok Prok!!! suara tepuk tangan menggema diruangan, seketika orang-orang menoleh kesumber suara tersebut


"Nona" ucap orang-orang sambil membungkuk memberi hormat


"Sepertinya ilmu bela diri kalian sudah semakin berkembang dengan pesat" ucap Lily sambil duduk dikursi dan menyilangkan satu kakinya keatas


"Terima kasih Nona" jawab mereka


"Kalian juga harus berlatih memanah dan menggunakan senjata dengan baik lagi supaya lebih profesional dan kemampuan kalian bertambah" ucapnya lagi


"Baik Nona, akan kami lakukan"


"Tono, latih mereka dengan senjata. Latih juga fisik mereka agar kuat. Aku akan keluar sebentar dan nanti akan kembali lagi" Lily segera bangkit dan keluar dari ruangan Roy mengikutinya dari belakang


"Kita akan kemana Nona?" tanya Roy sambil membukakan pintu


"Ayo cari makanan untuk mereka aku sudah lama tidak membelikannya" ajak Lily pada Roy


"Baik Nona, mari"


Roy segera masuk ke bagian pengemudi dan melajukan mobilnya untuk mencari makanan sesuai yang diperintahkan Nonanya. Memang Lily sudah menganggap anak buahnya seperti keluarganya sendiri, diberi tempat tinggal jika tidak ada, diberi pekerjaan bagi yang sudah menikah dan belum ada pekerjaan, bahkan dia juga memberikan beasiswa bagi anak-anak mereka yang memiliki prestasi lebih ia akan memberikan bonusnya. Ketika pagi-sore mereka bekerja, sore-malam mereka berlatih kekuatan fisik, bukan untuk menjadi preman atau geng motor. Namun anak buahnya ada juga yang mantan preman dan geng motor ia tarik dan menjadikannya anak buah yang tidak merugikan orang lain.


Setelah hampir satu jam mereka berkeliling membeli makanan akhirnya mereka kembali ke markas dan segera saja ia membagikan pada semuanya. Mereka tampak antusias dengan apa yang Lily bawa, makanannya tampak menggoda dan minuman dingin yang dapat menyegarkan tenggorokan yang kering setelah berlatih.


"Ayo semuanya dimakan, aku tau kalau kalian sudah lelah" kata Lily sambil membuka kantong plastik berisi makan dan minum


"Baik Nona, terima kasih banyak" jawab mereka sambil mengambilnya