Lily Blossom

Lily Blossom
Episode 32



"Bagaimana latihan hari ini?". Tanya Lily pada Arjun


"Lumayanlah untuk awal". Jawab Arjun sambil meminum jus mangga


"Latih terus anak buahmu, termasuk penggunaan pistol". Perintah Lily yang duduk disebelah Arjun


"Untuk masalah itu, tenang saja. Akan aku ajari mereka sampai bisa". Kata Arjun. "Oh iya, apakah kau akan ikut bertarung juga?" Tanya Arjun karena penasaran


"Entahlah, aku tidak tau". Jawab Lily yang mengangkat bahunya


"Kau ikut juga?" Tanya Arjun pada Roy yang masih berdiri


"Sesuai perintah Nona Lily, ikut atau tidak Nona Lily yang akan mengaturnya" Jawab Lily


"Dasar kau ini, ikut saja. Nanti kau bisa melindungiku. Hahahaha" Kata Arjun sambil tertawa


"Kau ikut juga tak apa Roy, tapi kalau gak mau ya gak masalah. Biarkan Arjun sendiri" Kata Lily bangkit dari kursinya dan melangkah keluar


"Kalau diberi pilihan seperti itu, pasti dia memilih tidak ikut" Kata Arjun dengan muka cemberut


"Terserah dia saja, sudahlah aku mau pulang" Lily bergegas keluar markas dan masuk ke mobil. Roy segera menyusul dan melajukan mobilnya menuju masion. Diperjalanan pulang Lily mampir sebentar ke Toko Roti, dia ingin makan brownis favoritnya. Setelah setengah jam perjalanan dari Toko Roti mereka sampai di masion, Roypun pulang ke apartementnya untuk beristirahat.


"Cari informasi tentang orang ini"


Terkirim.


Roy segera meletakkan handphonenya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku yakin, Tuan Rama menyukai Nona Lily. Dari cara dia melihat dan sikapnya seperti tadi". Batin Roy


Flasback On


Lily yang ingin sekali makan brownis, mampir ke Toko Roti langganannya. Dia segera menuju ke bagian brownis keju dan almond. Saat ia ingin mengambil box brownis yang tinggal satu lagi, ada tangan orang lain yang ingin mengambilnya. Reflek saja Lily menoleh.


"Nona Lily"


"Eh iya, kamu mau beli brownis ini juga?"


"Iya, tapi kalau kamu mau silahkan saja. Aku bisa yang lain"


"Tidak apa-apa. Aku beli yang lain saja"


"Tidak perlu, biar aku saja"


"Kamu duluan yang ambil box ini, jadi punya kamu"


"Tidak, aku yang akan mengalah. Ambilah, kalau perlu sini biar aku saja yang sekalian bayar"


"Eh tidak perlu, aku bisa bayar sendiri"


Laki-laki itu tak mendengarkan Lily, ia melangkah menuju ke kasir. Roy yang sudah menunggu terlalu lama di mobil, akhirnya masuk ke Toko Roti takut terjadi sesuatu pada Lily. Sebelum sampai ke dalam Lily sudah terlebih dahulu keluar.


"Terima kasih banyak" Kata Lily


"Sama-sama. Hati-hati dijalan, sampai jumpa lagi" Jawab laki-laki itu yang ternyata Rama


"Hati-hati dijalan"


Rama segera masuk ke mobil dan pergi menjauh dari Toko Roti. Lilypun masuk ke mobil dan pulang ke masion.


"Apa Tuan Rama yang membayarnya Nona?" Tanya Roy yang sedikit ragu


"Iya, padahal aku bisa membayarnya sendiri. Dan, apa kau tau? tadi brownis keju tinggal satu, dia memberikannya padaku" Jawab Lily sambil mengunyah brownis di pangkuannya.


"Hm" Lily hanya membalas singkat karena fokus dengan brownisnya


Flasback off


Setiap hari Arjun melatih anak buahnya dengan baik. Lily sekali-kali juga melihat latihan itu dan sedikit memberi arahan pada mereka. Dia belum berencana untuk menyerang musuhnya, biarkan mereka terlebih dahulu yang mulai. Arjun mulai tidak sabaran, dan ingin segera menyerang. Ezron bilang belum ada pergerakan dari musuh, ia mengamati dari kejauhan. Jeno sibuk dengan kantornya yang ingin membuka cabang baru, pulang larut malam berangkat pagi-pagi sekali. Sarapan bersama atau makan malampun ia tidak pernah ada.


"Hari ini langsung pulang saja, tak perlu ke markas. Ada Arjun disana" Kata Lily saat perjalanan pulang dari kantor


"Baik, Nona" Kata Roy fokus dengan kemudinya


"Oh iya, bagaimana kabar si William?"


"Saya dengar mereka baik-baik saja. Kandungan Emira juga sehat."


"Syukurlah, belikan susu khusus ibu hamil, vitamin, dan buah-buahan untuk Emira"


"Baik,Nona".


Lily kembali melihat keluar jendela, hujan rintik-rintik mulai turun membasahi. Ia senang sekali melihat rintik hujan. Apalagi suasananya yang dingin, walaupun terkadang dia tidak tahan dengan cuaca dingin. Terkadang ia ingin sekali main hujan-hujanan seperti anak kecil, tapi Kakaknya yang cerewet pasti akan mengomelinya seperti emak-emak. Jadi ia urungkan untuk main air hujan.


"Hati-hati dijalan Roy" Kata Lily keluar dari mobil


"Baik, Nona. Selamat beristirahat". Roy segera melajukan mobilnya setelah Lily masuk ke dalam masion. Melihat masion sepi dan hanya ada Pak San yang sedang didapur, Lily menghampirinya.


"Mama dan Papa kemana Pak?" Kata Lily mengambil air dingin di dalam kulkas


"Eh Nona Lily, Tuan dan Nyonya ada acara makan malam dengan rekan bisnisnya. Baru saja berangkat"


"Begitu, Kak No pasti belum pulang ya?"


"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu?"


"Minta tolong bilang ke Bibi ya, aku ingin makan nasi goreng toppingnya ayam dan telur dadar" Kata Lily melangkah ke kamar


"Baik Nona, nanti saya sampaikan"


Lily bergegas ke kamar dan mandi. Setelah aktifitas diluar mandi memang membuat badan menjadi segar. Setelahnya, ia turun ke bawah untuk makan nasi gorengnya, mumpung masih panas dan hujan yang belum berhenti dari sore. Bukannya reda tapi hujannya semakin deras disertai angin yang besar.


"Memang enak dingin-dingin kaya gini makan yang panas, harusnya tadi mie kuah pedes ya biar mantap" Kata Lily mengunyah nasi goreng dengan lahap


Dingin-dingin mah enaknya diselimuti kekayaan hahahaha (langsung ijo matanya)


"Nona Lily mau teh hangat? atau teh madu?" Tanya Bibi


"Boleh Bi. Oh iya, ada kue di kulkas nanti dibagi dengan yang lain ya Bi, kalau brownis keju itu pinyaku nanti minta tolong dibawakan sekalian ya"


"Terima kasih Nona, kalau begitu Bibi ke dapur dulu"


Setelah kenyang dengan nasi goreng, Lily membawa nampan teh madu dan brownisnya ke kamarnya. Ia ingin menghabiskannya sambil melihat dokumen yang belum sempat ia periksa. Hampir dua jam ia berkutat dengan laptopnya, tak mendengar dering handphone dari tadi. Banyak panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.


"Astaga banyak sekali. Ah iya aku lupa belum aku ganti mode dering". Lily segera mengganti mode dering dan menelfon balik nomer tersebut, takutnya ada hal penting.


"Apa? Baik saya kesana sekarang" Kata Lily yang bergegas mengambil jaket dan segera turun kebawah.


"Nona mau kemana hujan begini?" Tanya Bibi yang melihat Lily keluar sambil berlari


"Aku mau keluar, ini penting. Nanti aku kabari kalau sudah sampai". Lily langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, tapi karena hujan dan jalan yang licin ia mengurangi kecepatannya.


"Datang sekarang ke lokasi ini". Perintah Lily pada Arjun setelah tersambung.