It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 9



Ivy adalah seorang model yang bekerja di sebuah agensi ternama di kota New York. Ivy dikenal sebagai sosok yang cerdas, cantik, dan tajam dalam menangkap informasi terbaru. Sejak awal, Ivy sudah memiliki firasat bahwa ada sesuatu yang tidak beres antara Michael, tunangannya, dan Annisa, teman kantornya.


Beberapa minggu yang lalu, Ivy sempat melihat Michael sedang asyik membuka email di laptopnya. Ivy penasaran dan mencuri melirik layar laptop Michael. Ternyata, Ivy melihat ada email yang terbuka antara Michael dan Annisa. Ivy terkejut ketika membaca isi email tersebut. Di dalamnya terdapat konfirmasi bahwa Michael dan Annisa akan bekerja sama di Paris selama seminggu. Ivy mulai merasa curiga dengan hubungan Michael dan Annisa.


Setelah membaca email tersebut, Ivy langsung bertindak. Ia mencoba mencari tahu lebih banyak informasi tentang perjalanan Michael dan Annisa ke Paris. Ivy menyempatkan diri untuk bertanya kepada Michael tentang perjalanannya ke Paris. Michael menjawab bahwa ia akan berangkat ke Paris bersama dengan timnya untuk sebuah pekerjaan. Namun, Michael tidak menyebutkan tentang Annisa.


Ivy mulai bertanya kepada teman-temannya di kantor tentang Annisa dan Michael. Teman-teman kantornya memberitahu bahwa Annisa memang sering bekerja sama dengan Michael di proyek-proyek sebelumnya. Namun, mereka tidak tahu bahwa Michael dan Annisa akan bekerja sama di Paris.


Ivy semakin curiga dengan hubungan Michael dan Annisa. Ia mulai memperhatikan gerak-gerik Michael ketika berbicara dengan Annisa. Ivy juga mencari tahu informasi tentang Annisa, seperti akun media sosialnya. Dari sana, Ivy menemukan beberapa foto Michael dan Annisa yang terlihat sangat dekat satu sama lain.


Beberapa hari kemudian, Ivy akhirnya memutuskan untuk menghadap Michael langsung. Ivy menyampaikan kecurigaannya bahwa ada hubungan lebih antara Michael dan Annisa selama di Paris. Michael terkejut dengan tuduhan tersebut dan membantahnya. Namun, Ivy tetap bersikeras dan menyebut bahwa ia sudah melihat email antara Michael dan Annisa.


Akhirnya, Michael terpaksa mengakui bahwa ia dan Annisa memang akan bekerja sama di Paris, tetapi itu hanya untuk pekerjaan. Michael menjelaskan bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman dan rekan kerja.


Meskipun Michael telah mengakui bahwa ia dan Annisa hanya sebatas teman dan rekan kerja, Ivy tetap merasa ragu dan ingin mencari tahu lebih banyak lagi tentang hubungan mereka. Ivy merasa bahwa ada yang tidak beres dengan hubungan Michael dan Annisa.


Akhirnya, Ivy memutuskan untuk meminta bantuan kepada teman modelnya yang berada di Paris untuk mengikuti dan memantau Michael dan Annisa selama mereka di Paris. Teman modelnya tersebut bernama Lisa.


"Hey Lisa, kamu bisa membantuku?" tanya Ivy dalam pesan singkatnya kepada Lisa.


"Tentu saja, ada apa?" balas Lisa.


"Michael dan Annisa akan bekerja sama di Paris selama seminggu. Aku merasa curiga dengan hubungan mereka. Bolehkah kamu mengikuti dan memantau mereka?" tanya Ivy.


"Ya, tidak masalah. Aku akan membantumu," jawab Lisa.


Ivy merasa lega dan berterima kasih kepada Lisa. Selama seminggu itu, Lisa mengikuti dan memantau setiap gerak-gerik Michael dan Annisa di Paris. Lisa mengirimkan laporan harian kepada Ivy tentang kegiatan mereka, seperti di mana mereka makan siang, di mana mereka bekerja, dan bahkan foto-foto yang mereka unggah di media sosial.


Dari hasil pantauan Lisa, Ivy mendapatkan informasi bahwa Michael dan Annisa memang bekerja bersama di proyek yang cukup besar di Paris. Namun, Ivy juga menemukan beberapa kejanggalan dari gerak-gerik mereka. Ivy melihat bahwa Michael dan Annisa terlihat sangat akrab satu sama lain, bahkan terlihat lebih dekat dari sekadar rekan kerja.


Dan saat itulah Ivy mengambil sebuah langkah drastis yaitu membohongi Michael bahwa dia sedang mengandung anaknya.



Setelah Michael memberitahu Annisa bahwa Ivy hamil dan bahwa dia tidak bisa meninggalkan Ivy, Annisa merasakan perasaan sedih dan kecewa yang sangat dalam. Hatinya hancur dan dia merasa seperti semua mimpi indah mereka bersama-sama telah hancur berantakan.


Annisa merasa seperti dia telah dihianati oleh Michael. Dia merasa bahwa setelah semua yang mereka lewati bersama, Michael masih memilih untuk tetap bersama dengan Ivy dan menjadi ayah bagi bayi itu. Dia merasa seperti dia telah kehilangan kepercayaan pada Michael, yang dia cintai dengan sepenuh hati.


Annisa merasa bahwa semua mimpi indah mereka bersama-sama telah pupus dalam sekejap. Dia merasa kecewa dan sakit hati karena dia tahu bahwa Michael tidak akan pernah menjadi miliknya sepenuhnya.


Dia merasa seperti dia telah menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk mencintai Michael, dan sekarang semuanya berakhir dengan kekecewaan dan kesedihan yang dalam. Dia merasa seperti dia telah membuang waktu dan hidupnya pada seseorang yang tidak mempertimbangkan perasaannya.


Annisa merasa seperti hidupnya tidak lagi memiliki arti. Dia merasa kesepian dan tidak ada yang bisa menghiburnya. Dia merasa seperti semua yang dia inginkan dalam hidup adalah untuk memiliki Michael di sisinya, tetapi sekarang itu tidak mungkin lagi.


Setiap kali dia melihat Michael, dia merasa sakit hati dan kesedihan yang mendalam. Dia merasa seperti dia telah dihianati dan tidak ada lagi yang bisa diandalkan. Dia merasa seperti dia telah kehilangan orang yang paling penting dalam hidupnya.


Setiap hari, Annisa terus merenungkan tentang apa yang telah terjadi. Dia terus merasa sedih dan kecewa, dan tidak tahu bagaimana cara keluar dari rasa sakitnya. Dia merasa seperti hidupnya telah berakhir dan tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubahnya.


Meskipun dia tahu bahwa dia harus mencoba melupakan Michael dan melanjutkan hidupnya, itu tidaklah mudah. Dia terus merasa kesepian dan merenung tentang apa yang telah terjadi. Dia merasa seperti dia tidak bisa melupakan Michael dan tidak tahu bagaimana cara melanjutkan hidupnya tanpa dia.


Annisa tahu bahwa dia harus mencoba mengatasi rasa sakit dan kesedihannya, tetapi itu tidaklah mudah. Dia merasa seperti dia telah kehilangan bagian dari dirinya sendiri dan tidak tahu bagaimana cara mengambil kembali hidupnya. Dia merasa seperti dia terjebak dalam rasa sedih dan kecewa yang dalam, dan tidak tahu bagaimana cara keluar dari itu.


Suatu hari, Annisa merasa sakit karena kesedihan yang dia alami. Dia terpaksa dirawat di rumah sakit karena kondisinya semakin buruk. Tempat tidurnya di kamar rumah sakit itu tidak nyaman dan dingin, membuatnya semakin merasa tidak nyaman.


Annisa merasa sangat kesepian. Dia merenungkan kenangan indah yang dia miliki bersama Michael dan memikirkan apa yang mungkin salah di hubungan mereka. Dia berharap dia bisa kembali ke waktu lalu dan memperbaiki segalanya.


Tiba-tiba, Annisa merasa ada seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya. Dia mengangkat kepala dan terkejut melihat Reynold, mantan kekasihnya, yang duduk di sana dengan tatapan simpatik.