
Pagi itu, sinar matahari terbit menyinari kota Paris dengan hangatnya. Di sebuah hotel mewah di jantung kota, Ivy dan Alex sedang bersiap-siap untuk hari yang sangat dinanti-nantikan mereka. Ivy sedang duduk di kursi rias sambil membiarkan makeup artist-nya memoles wajahnya dengan lembut. Sementara itu, Alex berdiri di dekat jendela yang menghadap ke Menara Eiffel, menatap pemandangan yang indah itu dengan hati yang berdebar-debar.
"Wah, kamu sangat cantik hari ini, Ivy," puji sang makeup artist sambil tersenyum ramah.
"Terima kasih," balas Ivy sambil tersenyum tipis. Hatinya terasa hampir meledak dengan kebahagiaan. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Alex di altar dan mengucapkan janji setia mereka yang selalu ia impikan.
Sementara itu, Alex memeriksa kembali dasinya yang diikat dengan rapi. Dia merasa sedikit gugup, tapi juga sangat bersemangat untuk hari ini. Dia tahu bahwa Ivy adalah wanita yang tepat baginya dan dia tidak sabar untuk menghabiskan sisa hidupnya bersamanya.
Setelah siap, Ivy dan Alex berangkat ke lokasi pernikahan mereka yang romantis. Tempat tersebut adalah sebuah kapel tua yang terletak di dekat Taman Luxembourg. Ivy terpesona dengan keindahan tempat tersebut yang bersejarah, dengan lukisan-lukisan kuno dan ornamen-ornamen yang artistik.
Saat Ivy dan Alex tiba di kapel, tamu-tamu mereka sudah menunggu dengan sabar di dalam. Musik pelan yang sangat indah mengiringi langkah kaki mereka menuju altar, di mana pendeta sedang menunggu mereka dengan senyum hangat.
Setelah sang pendeta membuka upacara, Ivy dan Alex saling berhadapan dan saling memandang dengan penuh kasih sayang. Ivy memakai gaun pengantin putih yang indah dengan bunga mawar merah di tangannya, sementara Alex mengenakan setelan jas hitam yang elegan.
"Saya, Ivy, mengambil kamu, Alex, untuk menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintaimu, merawatmu, dan menghormati kamu sepanjang hidup saya," ucap Ivy dengan suara lembut namun jelas.
"Saya, Alex, menerima janji itu dengan bahagia dan saya berjanji untuk mencintaimu, merawatmu, dan menghormati kamu sepanjang hidup saya," jawab Alex dengan penuh keyakinan.
Ketika mereka saling memberikan cincin pernikahan, ada sesuatu yang sangat istimewa dan sakral dalam momen tersebut. Mereka saling melihat, tersenyum dan mencium lembut. Pada saat itu, keduanya merasa bahwa ini adalah awal dari sebuah petualangan baru yang indah bersama-sama.
Setelah upacara, tamu-tamu menuju ke sebuah restoran mewah yang terletak di dekat Sungai Seine. Ivy dan Alex berjalan pelan-pelan, mengikuti jalur yang ditandai dengan bunga mawar merah yang indah, sebelum akhirnya, mereka tiba di restoran yang dihiasi dengan cahaya lilin dan dekorasi yang elegan. Para tamu duduk di meja bundar yang dihiasi dengan bunga segar dan lampu lilin kecil. Ivy dan Alex duduk di tempat kehormatan, di tengah-tengah para tamu mereka.
Saat mereka duduk di meja, Alex memberikan sebuah kado kecil untuk Ivy. Ivy membuka kado tersebut dan menemukan sebuah cincin berlian yang indah di dalamnya. Ivy sangat senang dan berkata kepada Alex, "Ini adalah cincin terindah yang pernah aku lihat, terima kasih banyak, Alex." Alex tersenyum dan berkata, "Aku berharap cincin ini akan selalu mengingatkanmu pada saat-saat bahagia kita di Paris."
Makanan disajikan dengan sangat elegan dan lezat, dan semuanya disesuaikan dengan tema Paris. Ada sajian escargot yang lezat, roti segar dan keju yang enak, steak yang empuk, dan kue croquembouche yang indah sebagai kue pengantin mereka.
Semua tamu tampak senang dan gembira dalam suasana yang romantis dan akrab. Ivy dan Alex saling berbicara dengan tamu-tamu mereka, tertawa dan menikmati waktu bersama-sama. Setiap saat, mereka saling melirik dan tersenyum, menunjukkan rasa cinta dan kebahagiaan mereka yang membara.
"Aku sangat mencintaimu, Ivy," ucap Alex dengan suara lembut sambil memandang wajah cantik istrinya.
"Aku juga mencintaimu, Alex," balas Ivy sambil tersenyum lembut. "Aku tidak bisa memikirkan tempat yang lebih indah untuk menikah daripada Paris. Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan."
Mereka berdiri di bawah Menara Eiffel, berpelukan dengan erat, dan bersama-sama menikmati malam yang indah itu. Mereka berjanji untuk selalu mencintai dan merawat satu sama lain sepanjang hidup mereka dan untuk menikmati setiap momen yang mereka miliki bersama-sama.
Mereka saling berpelukan dan berciuman di tepi kolam air mancur, menikmati momen romantis mereka di Paris yang indah. Ivy dan Alex merasa sangat beruntung bisa merayakan pernikahan mereka di kota yang begitu romantis dan penuh cinta.
Akhirnya, Ivy dan Alex bersama para tamu mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Di dalam kamar mereka, mereka memandang satu sama lain dengan rasa syukur dan cinta yang mendalam. Mereka tahu bahwa ini adalah awal dari sebuah kehidupan yang penuh cinta dan petualangan bersama-sama.
Ketika mereka masuk ke dalam kamar, Ivy tersenyum melihat hiasan romantis yang sudah disiapkan oleh hotel. Di atas tempat tidur, terdapat rangkaian bunga mawar merah dan lilin yang menyala memberikan nuansa hangat dan intim. Ivy melirik ke arah Alex dan melihat kegembiraan di matanya, memastikan dirinya untuk merasa lebih tenang.
Alex menggenggam tangannya dan berkata, "Ivy, aku mencintaimu lebih dari segalanya dan tidak sabar untuk memulai kehidupan baruku bersamamu. Aku tahu kamu sedikit gugup, tapi jangan khawatir, aku akan membuat malam ini menjadi malam yang tak terlupakan untukmu."
Ivy tersenyum gugup dan merasa senang mendengar kata-kata itu. Alex kemudian memeluknya dengan lembut, mencium bibirnya yang lembut dan merayu bibirnya dengan bahasa tubuh yang intim. Ivy merasakan jantungnya berdebar kencang dan merasa bahagia karena memiliki seorang suami yang begitu romantis dan perhatian.
Ketika mereka memulai malam mereka, Ivy merasa nyaman dan tenang bersama Alex. Mereka saling berciuman dan menikmati satu sama lain dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Ivy merasakan tubuh Alex yang hangat dan kuat, dan merasa begitu bahagia untuk bisa merayakan malam pertama mereka bersama-sama di tempat yang indah dan romantis.
"Selamat malam, suamiku yang tampan," ucap Ivy sambil tersenyum dan mencium pipi Alex dengan lembut.
"Selamat malam, istriku yang cantik," jawab Alex sambil tersenyum. Mereka berpelukan dengan erat, merasakan kehangatan dari satu sama lain, dan kemudian tertidur dalam kebahagiaan dan cinta yang mereka miliki. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan indah dan romantis bersama-sama, di Paris dan dalam hidup mereka yang baru saja dimulai.
-TAMAT-