It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 20



Annisa dan Reynold kembali ke New York setelah menghabiskan waktu mereka di Paris, rasa cinta mereka makin bertambah satu sama lain. Mereka memutuskan untuk mengikat janji suci pernikahan di kota New York. Kota besar dan sibuk ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk merayakan pernikahan mereka dengan suasana yang penuh keindahan dan romantisme.


Hari itu, mereka berdua bangun pagi-pagi sekali. Matahari masih terbit ketika Annisa dan Reynold berjalan bersama ke Taman Central Park yang terletak di tengah-tengah kota. Di sana, mereka menikmati keindahan taman dengan rimbunnya pepohonan dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Suasana tenang dan damai membuat mereka semakin merasa dekat satu sama lain.


"Annisa, kamu tahu, aku sangat bahagia hari ini. Aku akan menjadi suamimu yang sah, dan kita akan saling mencintai sepanjang hidup kita," ucap Reynold dengan suara lembut sambil menggenggam tangan Annisa.


"Iya, aku juga bahagia, Reynold. Ini adalah hari yang paling indah dalam hidupku. Aku bersyukur memiliki kamu dalam hidupku," balas Annisa sambil tersenyum manis.


Annisa dan Reynold terlihat sangat bahagia pada hari pernikahan mereka. Hari yang sangat ditunggu-tunggu ini akhirnya tiba, dan semuanya terlihat sempurna. Matahari bersinar cerah di langit biru dan angin musim semi bertiup sepoi-sepoi, menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.


Annisa mengenakan gaun pernikahan yang indah, terlihat sangat anggun dan cantik. Reynold mengenakan jas hitam yang rapi dan elegan, terlihat sangat tampan dan gagah. Mereka saling memandang dengan tatapan penuh cinta, merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan.


Upacara pernikahan diadakan di sebuah kapel yang terletak di tengah-tengah kebun yang indah. Kapel tersebut dibangun dari batu bata merah tua dan dihiasi dengan bunga-bunga segar yang menakjubkan.


Annisa dan Reynold berjalan bersama menuju altar, di depan teman dan keluarga mereka yang hadir sebagai saksi pernikahan mereka. Saat mereka berdiri di depan altar, pandangan mereka saling bertemu dan kembali terlihat begitu penuh cinta.


Pendeta yang bertugas memulai upacara, dan Annisa dan Reynold saling berjanji untuk mencintai dan merawat satu sama lain selamanya. Suara mereka terdengar jelas dan penuh kasih, mengisi ruangan dengan kebahagiaan dan cinta yang tulus.


Setelah pengucapan sumpah, Annisa dan Reynold saling bertukar cincin pernikahan mereka. Orang-orang di sekitar mereka bersorak dan bertepuk tangan dengan senang hati.


Setelah upacara selesai, Annisa dan Reynold mengundang tamu-tamu mereka untuk menghadiri resepsi pernikahan yang diadakan di sebuah hotel yang indah di pusat kota New York. Ruangan resepsi dihiasi dengan penuh cinta, dengan bunga-bunga segar dan dekorasi yang cantik.


Saat waktu resepsi tiba, Annisa dan Reynold memasuki ruangan penuh cahaya dan bunga-bunga yang indah. Tamu-tamu mereka sudah menunggu dengan senyum bahagia di wajah mereka. Ada banyak makanan lezat dan minuman segar yang tersedia di meja makan, dan orang-orang menikmati pesta dengan suara tawa dan ceria.


Mereka menari bersama untuk pertama kalinya sebagai suami istri, memandang satu sama lain dengan tatapan penuh cinta dan merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan. Musik yang dimainkan begitu indah, dan mereka berdua menari di tengah-tengah ruangan, menciptakan momen yang romantis dan tak terlupakan.


Setelah tamu-tamu selesai makan, Annisa dan Reynold berdiri di depan semua orang dan melihat satu sama lain dengan tatapan penuh cinta.


"Annisa, kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat, dan kamu adalah cinta sejatiku. Aku bersumpah untuk mencintaimu, merawatmu, dan setia padamu sepanjang hidupku," ucap Reynold sambil memegang tangan Annisa dengan lembut.


Di malam hari, Annisa dan Reynold menghabiskan waktu bersama di sebuah kamar hotel yang mewah. Mereka saling memandang dengan tatapan penuh cinta dan merasakan kehangatan tubuh masing-masing. Mereka saling berpelukan dan saling mencium, merasakan kebahagiaan dan cinta yang mengalir dalam hati mereka.


Cahaya kota yang berkilauan dan gemerlap membuat kota ini terlihat begitu memukau. Annisa dan Reynold memeluk satu sama lain dengan erat, merasakan kehangatan tubuh masing-masing dan kebahagiaan yang meluap-luap dalam hati.


"Reynold, aku tidak bisa meminta lebih dari ini. Kamu membuatku begitu bahagia dan aku berjanji akan selalu mencintaimu," ucap Annisa dengan suara lembut.


"Aku juga begitu, Annisa. Aku sangat bersyukur memilikimu sebagai istriku dan aku berjanji untuk selalu mencintaimu dan merawatmu seumur hidupku," balas Reynold dengan penuh kasih.


Keesokan harinya, Setelah menghabiskan beberapa waktu bersama keluarga dan teman-teman mereka selama satu hari penuh. Annisa dan Reynold memutuskan untuk pergi berkeliling kota New York malam harinya. Mereka berjalan-jalan di Times Square, melihat-lihat lampu neon yang indah dan menikmati suasana kota yang hidup dan penuh warna.


Di sepanjang jalan, mereka menemukan sebuah toko kue kecil yang masih buka. Mereka memutuskan untuk mampir dan membeli beberapa kue. Di dalam toko, ada seorang pemilik toko yang ramah dan mengundang mereka untuk duduk di sebuah meja kecil di sudut toko.


Annisa dan Reynold saling memandang dan tersenyum. Mereka merasa sangat beruntung bisa menemukan tempat yang indah dan romantis seperti ini di tengah kota yang sibuk.


"Saya pikir ini adalah saat yang sempurna untuk memotretmu, Annisa," ucap Reynold sambil mengeluarkan kamera dari tasnya.


Annisa tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua berpose di depan kamera, tersenyum dan saling memandang dengan penuh kasih. Setelah itu, mereka berdua merasa lelah dan memutuskan untuk pulang ke hotel.


Malam itu, mereka menghabiskan waktu bersama di dalam kamar hotel. Mereka memutuskan untuk menonton film romantis dan saling memeluk erat. Suasana kamar yang tenang dan nyaman membuat mereka semakin merasa dekat dan saling mencintai.


"Annisa, aku ingin kamu tahu betapa aku mencintaimu. Kamu adalah orang yang paling penting dalam hidupku dan aku berjanji untuk selalu mencintaimu dan merawatmu seumur hidupku," ucap Reynold sambil memandang Annisa dengan tatapan penuh kasih.


"Aku juga mencintaimu, Reynold. Kamu adalah orang yang paling istimewa dalam hidupku dan aku berjanji untuk selalu setia padamu dan mencintaimu sepanjang hidupku," balas Annisa dengan suara lembut.


Akhirnya, Annisa dan Reynold merasakan kantuk dan memutuskan untuk tidur. Di dalam kamar yang nyaman dan tenang, mereka saling memeluk erat dan merasakan kehangatan tubuh masing-masing.


Mereka merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan, dan mereka tahu bahwa hari ini adalah awal dari perjalanan mereka sebagai pasangan yang saling mencintai dan mendukung satu sama lain. Semua momen yang mereka lewati pada hari pernikahan mereka menjadi kenangan yang indah dan tak terlupakan.