
Beberapa hari telah berlalu sejak Annisa dan Michael bertemu di kafe dan Reynold masih bimbang dalam hatinya. Sementara itu, Ivy terus merasa tidak enak badan dan akhirnya pergi ke dokter untuk diperiksa. Setelah beberapa saat, Ivy kembali ke rumah dengan wajah pucat.
“Ivy, apa yang terjadi? Apa yang dikatakan dokter?" Tanya ibu Ivy khawatir.
Ivy menundukkan kepala dan menangis, “Aku hamil, tapi Michael pergi meninggalkanku dan tidak ingin bertanggung jawab atas bayi ini. Dia bahkan tidak menjawab teleponku."
Mendengar itu, ibu Ivy merasa sedih dan tidak tahu harus berkata apa. Dia merangkul Ivy dan mencoba menenangkannya, “Tenanglah, anakku. Kita akan menemukan jalan keluar. Kita akan mencari tahu apa yang bisa kita lakukan."
Namun, Ivy tidak bisa tenang. Hatinya penuh dengan kesedihan dan kebingungan. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia merasa kehilangan dan tidak tahu harus pergi ke mana.
Sementara itu, Annisa juga merasa sedih. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelah Michael mengaku bahwa Ivy berbohong tentang kehamilannya. Dia merasa tertipu dan kesal karena telah mempercayai Ivy begitu saja.
Reynold mencoba menenangkan Annisa, tetapi dia sendiri juga merasa bimbang dalam hatinya. Dia mencintai Annisa, tetapi dia juga tidak ingin membuatnya tidak bahagia. Dia tahu bahwa Annisa masih mencintai Michael dan dia tidak ingin menjadi penghalang bagi kebahagiaan mereka.
Semua orang merasa sedih dan kebingungan. Mereka tidak tahu harus bagaimana lagi. Suasana penuh dengan kesedihan dan ketidakpastian.
…
Reynold merenungkan segala hal yang terjadi dan merasa semakin yakin dengan keputusannya. Dia merelakan Annisa dan Michael bersama, karena Reynold merasa bahwa Annisa bahagia bersama Michael dan dia tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan Annisa.
Setelah memutuskan hatinya, Reynold merasa bahwa dia harus mengatakannya kepada Annisa. Namun, dia merasa bahwa dia tidak mampu melakukannya secara langsung. Oleh karena itu, Reynold memutuskan untuk meninggalkan sebuah surat untuk Annisa.
"Annisa yang kusayang,
Aku menulis surat ini karena aku merasa sulit untuk mengatakannya secara langsung. Aku ingin memberitahumu bahwa aku sudah memutuskan untuk merelakanmu bersama Michael. Aku tahu bahwa kalian bahagia bersama dan aku tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu.
Aku merasa sangat beruntung bisa mengenalmu, Annisa. Kita telah menghabiskan banyak waktu bersama dan aku akan selalu mengingat kenangan-kenangan itu. Aku akan selalu menyimpan kenangan itu di hatiku.
Aku tahu bahwa aku harus pergi sekarang. Tapi sebelum itu, aku ingin kamu tahu bahwa aku akan selalu mengingatmu dan menyimpanmu di hatiku. Aku berharap kamu bahagia selalu, Annisa.
Salam,
Reynold"
Reynold mengepalkan surat itu dengan erat dan meletakkannya di atas meja Annisa di apartemennya. Dia memandang sekitarnya dengan sedih, mengingat semua kenangan manis yang pernah mereka lalui bersama. Namun, Reynold tahu bahwa dia harus pergi sekarang, dan membiarkan Annisa melanjutkan hidupnya bersama Michael.
Dengan perasaan yang berat, Reynold meninggalkan apartemen Annisa dan pergi tanpa pamit. Dia tahu bahwa keputusannya akan menimbulkan kesedihan dan rasa kehilangan, tetapi dia yakin bahwa Annisa akan bahagia bersama Michael, dan itu sudah cukup baginya.
…
Michael sedang dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mengetahui bahwa Ivy mengalami komplikasi selama kehamilannya. Dia sangat khawatir dan merasa bersalah karena telah meninggalkannya begitu saja dan tidak tahu bahwa Ivy sekarang benar-benar mengandung anaknya. Saat melewati persimpangan, sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang ditumpanginya. Michael terlempar keluar dari mobil dan jatuh ke aspal dengan keras.
Beberapa orang yang melihat kejadian itu segera menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, cedera yang dideritanya sangat serius dan ia harus segera menjalani operasi.
Di ruang operasi, dokter mengatakan bahwa keadaan Michael sangat kritis dan kemungkinan besar ia tidak akan selamat. Tidak ada yang mengetahui identitas dari Michael karena sebagian wajah Michael terlihat rusak, semua barang-barang pribadinya ditemukan terbakar di tempat kejadian tabrakan.
"Maafkan aku, Ivy. Maafkan aku, Annisa. Aku menyesal telah menyakiti kalian dan meninggalkan kalian. Maafkan aku,” ucap Michael dengan nafas yang tersengal-sengal.
Michael langsung dibawa ke dalam ruang UGD tanpa ada keluarga, teman atau siapapun yang tahu dengan apa yang di alami oleh Michael.
…
Ivy merasakan sakit di perutnya semakin menjadi-jadi. Dia merasa semakin gelap dalam pikirannya ketika Michael tidak datang juga. Apa yang terjadi pada Michael? Apakah dia baik-baik saja?
Setelah beberapa saat, seorang dokter datang untuk memeriksa Ivy. Setelah memeriksa kondisinya, dokter itu memandang Ivy dengan serius.
"Ivy, kamu mengalami komplikasi. Kita harus segera melakukan operasi atau kamu bisa kehilangan bayimu." Ucap dokter itu.
Ivy merasakan perasaan takut yang menggelayuti seluruh tubuhnya. Dia tidak ingin kehilangan bayinya.
"Bagaimana dengan Michael? Dia sudah datang?" Tanya Ivy dengan suara terbata-bata.
"Tidak ada kabar dari dia, Ivy." Ucap dokter itu.
Ivy merasakan hatinya hancur berkeping-keping. Dia merasa sendirian dan tidak ada yang peduli dengannya.
"Silakan operasi saya, dokter." Ucap Ivy dengan suara lemah.
Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruangan operasi dan memanggil keluarga Ivy.
"Saya minta maaf, tapi kami tidak bisa menyelamatkan bayi Ivy." Ucap dokter itu dengan suara lembut.
Semua orang di ruangan merasa terpukul mendengarnya. Ivy menangis di tempat tidurnya, dia merasa dunianya runtuh.
Dia merasakan kekosongan dalam hatinya yang tidak bisa diisi. Dia kehilangan bayinya dan Michael tidak ada di sampingnya.
…
Annisa tiba di apartemennya. Dia melihat surat yang ditinggalkan oleh Reynold dan hatinya berdegup kencang. Tanpa ragu, Annisa membuka surat itu dan membacanya dengan hati yang bergetar.
Air mata mulai membanjiri wajahnya saat dia membaca isi surat itu. Annisa merasakan kesedihan yang dalam, karena dia juga merasakan perasaan yang sama terhadap Reynold. Namun, Annisa masih belum tahu dengan perasaannya sendiri, annisa bimbang dengan pilihannya apakah akan memilih Reynold atau Michael.
Dengan surat ini Annisa baru menyadari perasaan Reynold yang sesungguhnya, Reynold sangat ingin melihat Annisa bahagia, meskipun itu berarti harus melepaskan Annisa dari dirinya.
Annisa merenungkan semua kenangan manis yang pernah mereka bagikan bersama. Dia merasa terharu dengan cinta dan perhatian yang Reynold berikan padanya, meskipun dia belum bisa membalas perasaannya dengan cara yang sama.
Annisa tahu bahwa dia harus menghubungi Reynold, tetapi panggilan yang dilakukan oleh Annisa hanya beralih ke suara operator.
“Aku mohon, Reynold. Jangan tinggalkan aku, biarkan aku menjelaskan semuanya.”