It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 11



Reynold duduk di sebelah tempat tidur Annisa dan menatapnya dengan penuh perhatian. "Annisa, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Reynold.


Annisa diam sejenak sebelum akhirnya berkata dengan suara lembut, "Aku merasa terpuruk, Reynold. Aku merasa sedih dan kesepian, dan aku tidak tahu bagaimana cara keluar dari perasaan ini."


Reynold merangkul Annisa dan berkata, "Aku tahu perasaanmu, Annisa. Aku pernah merasakan hal yang sama saat kita putus dulu. Tapi aku juga tahu bahwa kamu kuat dan bisa melewati masa-masa sulit ini."


Annisa mengangguk, meneteskan air mata. Dia merasa bersyukur memiliki Reynold di sisinya dalam masa-masa sulit seperti ini.


Setiap hari, Reynold dan Annisa semakin dekat. Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama-sama, berbicara tentang pekerjaan, hobi, dan kehidupan pribadi mereka. Reynold selalu mendukung Annisa dalam segala hal, dan Annisa merasa nyaman dan aman bersama Reynold.


Namun, meskipun Reynold tampak sangat mencintai Annisa, Annisa masih merasa ragu untuk membuka hatinya. Dia tidak ingin terluka lagi seperti yang terjadi sebelumnya. Meskipun dia menyukai kehadiran Reynold dan merasa nyaman bersamanya, dia masih tidak yakin apakah dia siap untuk jatuh cinta lagi.


Sementara itu, Reynold juga merasa khawatir. Dia takut Annisa tidak merasakan hal yang sama dengannya, dan dia tidak ingin mendorongnya untuk mengambil langkah yang lebih jauh jika dia tidak siap. Namun, setiap kali dia berada di dekat Annisa, hatinya terasa hangat dan dia merasa bahwa dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan Annisa selamanya.


Suatu malam, Annisa dan Reynold duduk bersama di teras apartemen Annisa. Suasana menjadi hening ketika Annisa akhirnya memutuskan untuk menanyakan hal yang selalu mengganjal di hatinya.


"Reynold, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Annisa perlahan.


"Ya, tentu saja. Apa yang ingin kamu tanyakan?" balas Reynold sambil tersenyum.


Annisa menatap Reynold dengan penuh keberanian, "Mengapa dulu kamu memutuskan hubungan kita secara sepihak?"


Reynold terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan ragu, "Annisa, sebenarnya ada sesuatu yang selama ini aku sembunyikan darimu."


Annisa merasa penasaran dan khawatir dengan apa yang akan diungkapkan oleh Reynold. Dia menunggu dengan sabar, tetapi hatinya berdegup kencang.


"Aku dulu mempunyai penyakit yang serius," ujar Reynold perlahan.


Annisa terkejut dan tidak menyangka bahwa itulah alasannya. "Penyakit apa itu, Reynold?" tanya Annisa khawatir.


"Penyakit yang hampir membunuh diriku sendiri, Annisa. Aku tahu betapa sulitnya menjalani hidup dengan kondisi seperti ini. Aku tidak ingin menjadi beban bagimu atau keluargamu, maka aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita," jelas Reynold.


Annisa terdiam sejenak dan merenungkan perkataan Reynold. Dia tidak tahu harus merespon apa. Dia mengerti bahwa Reynold mencintainya dan mencoba melindunginya dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Reynold, aku mengerti alasanmu. Tapi, bukan berarti aku tidak siap menghadapi hal-hal yang buruk denganmu. Aku mencintaimu dan akan selalu mendukungmu," ujar Annisa dengan tegas.


Dia berusaha menghubungi Annisa, tetapi dia menemukan bahwa Annisa telah mengubah semua informasi pribadinya yang diketahui oleh Reynold. Dia tidak dapat menemukan nomor teleponnya, alamatnya, atau bahkan akun media sosialnya. Reynold merasa putus asa dan frustasi, karena dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bertemu kembali dengan Annisa.


"Annisa, aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi antara kita. Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal. Aku merindukanmu dan aku ingin mencoba memperbaiki kesalahanku."


Annisa merasa sedikit terkejut oleh kata-kata Reynold tetapi masih ragu-ragu dengan perasaannya. "Aku tidak tahu, Reynold. Aku masih merasa ragu-ragu tentang hubungan kita. Aku masih mencintai Michael, dan aku tidak tahu apakah aku siap untuk memulai hubungan baru."


Reynold merenung sejenak, kemudian berkata, "Aku mengerti, Annisa. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku siap untuk menunggu. Aku akan melakukan apa saja untuk membuktikan bahwa aku benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki kesalahan itu. Aku berharap kamu bisa memberiku kesempatan kedua."


Annisa merenung sejenak, dia merasa ada yang berbeda dengan Reynold kali ini. Dia melihat kesungguhan dan rasa penyesalan dalam matanya. "Aku akan berpikir tentang tawaranmu, Reynold. Tapi aku tidak bisa berjanji apa-apa sekarang. Aku masih harus memperbaiki diri dan memutuskan apa yang terbaik untukku."


Reynold mengangguk dan berkata, "Aku mengerti. Aku akan menghormati keputusanmu. Tapi jika suatu saat kamu merasa siap, aku akan selalu menunggu di sini."



Suatu hari, Annisa sedang bersantai di apartemennya ketika ia menyalakan televisi dan melihat sebuah berita yang mengejutkan. Berita itu mengenai pernikahan Michael dengan seorang model terkenal di New York bernama Ivy. Annisa merasa kaget dan sedih. Meski dia sudah mencoba melupakan Michael, tetapi ternyata hatinya masih terus terpaut padanya.


Berita tersebut menampilkan foto-foto pernikahan Michael dan Ivy yang sangat indah. Mereka menikah di sebuah kapel yang indah di pusat kota New York. Kapel itu dihiasi dengan bunga-bunga segar dan lampu-lampu kristal yang berkilauan. Tamu-tamu undangan terlihat sangat bahagia dan bersorak-sorai saat Michael dan Ivy mengucapkan sumpah pernikahan mereka.


Annisa merasa sedih dan merenungkan keputusannya untuk tidak menerima tawaran Reynold untuk memperbaiki hubungan mereka. Di satu sisi, dia masih merasa terpaut pada Michael. Namun, di sisi lain, dia juga merasa bahwa Reynold telah mencoba memperbaiki kesalahan dan ingin menjalin hubungan kembali.


Setelah merenungkan semuanya, Annisa memutuskan untuk memberi kesempatan pada Reynold. Dia mengambil telepon dan menekan nomor Reynold. Setelah beberapa nada, Reynold akhirnya menjawab panggilan.


"Reynold, aku ingin bicara denganmu," kata Annisa dengan suara lembut.


"Ya, Annisa. Ada apa?" tanya Reynold dengan hati-hati.


"Aku tahu aku masih punya perasaan untuk Michael, tapi aku juga tahu kamu sudah mencoba memperbaiki kesalahanmu. Jadi, aku ingin memberimu kesempatan untuk memulai kembali hubungan kita," kata Annisa dengan jujur.


Reynold terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Terima kasih, Annisa. Aku sangat berterima kasih dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi."


Annisa menutup telepon itu, entah apa yang dipikirkannya, apakah ini adalah sebuah tindakan spontan yang dibuatnya untuk mengalihkan perasaannya terhadap michael atau memang dia ingin mencoba hubungannya lagi dengan Reynold.


Di lain sisi, Reynold tersenyum lebar mendengar apa yang dikatakan oleh Annisa. “Aku berjanji aku tidak akan mengecewakanmu lagi, Annisa.” Ucap Reynold di hatinya.