It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 7



Setelah acara fashion show berakhir, Annisa dan Michael memutuskan untuk menghabiskan malam romantis di Paris. Mereka memilih restoran mewah yang memiliki pemandangan kota Paris yang indah dari atas.


Mereka tiba di restoran pada pukul 8 malam dan disambut dengan suasana yang romantis. Meja mereka diatur di balkon yang menghadap langsung ke Menara Eiffel yang terlihat sangat indah dengan lampu-lampu yang menyala.


"Wow, pemandangan ini sangat indah," kata Annisa.


"Sama seperti dirimu," balas Michael sambil tersenyum.


Mereka duduk di meja yang sudah disiapkan dan memulai malam mereka dengan hidangan mewah yang disajikan oleh chef terkenal dari restoran itu. Mereka berbicara tentang pengalaman mereka selama di Paris, termasuk wawancara dengan narasumber terkenal dan pertunjukan fashion show yang luar biasa.


"Tapi yang paling berkesan adalah bersamamu, Annisa," ucap Michael sambil menggenggam tangan Annisa di atas meja.


Annisa tersenyum dan merasa sedikit malu. Mereka saling pandang dengan mata penuh cinta.


"Michael, aku harus mengakuinya, aku masih memiliki perasaan untukmu," kata Annisa dengan tulus.


Michael tersenyum dan membalas, "Aku juga masih mencintaimu, Annisa. Aku tidak pernah bisa melupakanmu."


Mereka berdua merasa sangat bahagia dan tidak bisa menahan perasaan cinta yang muncul di hati mereka. Mereka menyelesaikan hidangan mewah mereka dan pergi ke balkon untuk menikmati pemandangan indah kota Paris di malam hari.


Sambil berdiri di balkon, mereka saling memeluk dan mencium satu sama lain di bawah cahaya gemerlap Menara Eiffel yang memancarkan cahaya emas. Suasana malam itu sangat romantis dan indah, membuat mereka berdua merasa sangat bahagia dan merasa seperti dunia milik mereka berdua.


Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama-sama, bercengkrama dan berbagi cerita yang lucu dan menyenangkan. Mereka merasa seperti waktu berhenti dan hanya ada mereka berdua di dunia ini. Dan ketika malam itu berakhir, mereka tahu bahwa ini adalah awal dari kisah cinta mereka yang baru di Paris.


Keesokan paginya, Annisa dan Michael terbangun dengan suasana yang tenang dan damai di kamar hotel mereka. Mereka saling tersenyum dan memandang satu sama lain dengan penuh cinta.


"Selamat pagi, sayang," kata Michael sambil mencium kening Annisa.


"Selamat pagi, Michael," jawab Annisa sambil tersenyum.


Mereka bersiap-siap untuk pergi keluar dan menikmati indahnya kota Paris. Mereka mengunjungi museum seni terkenal di Paris dan menikmati pemandangan kota dari atas menara yang sangat tinggi. Mereka berjalan-jalan dan menemukan tempat-tempat romantis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Namun, mereka berdua merasa bahwa perjalanan ini tidak cukup untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Mereka ingin meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk saling mengenal lebih dalam.


Michael lalu mengajak Annisa untuk berkendaraan di sepanjang tepi Sungai Seine, salah satu tempat yang indah dan romantis di Paris. Mereka membeli makanan dan minuman, lalu memutuskan untuk berhenti di sebuah taman yang indah di sepanjang tepi sungai.


Di tengah taman yang indah itu, mereka meletakkan matras di atas rumput dan duduk bersama-sama di sana. Michael memasang musik dan mereka mulai menari di atas matras itu. Suasana begitu romantis dan penuh dengan cinta.


Annisa tersenyum dan berkata, "Ini adalah perjalanan terbaik yang pernah aku miliki, Michael."


Annisa terharu dan berkata, "Aku juga akan selalu mencintaimu, Michael. Kau adalah orang yang selalu membuatku merasa lengkap dan bahagia."


Mereka berdua saling memeluk dengan erat dan mencium satu sama lain di tengah-tengah taman yang indah itu. Suasana begitu romantis dan membuat mereka merasa seperti sedang berada di surga.


Ketika matahari mulai terbenam, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel dan menikmati malam romantis mereka di kamar hotel yang penuh cinta. Mereka melewatkan malam itu bersama-sama, berbicara tentang masa depan mereka yang penuh dengan cinta dan kebahagiaan.


Malam itu, mereka menemukan bahwa cinta mereka semakin dalam dan kuat. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa satu sama lain. Dan ketika malam itu berakhir, mereka tahu bahwa ini adalah awal dari kehidupan cinta yang bahagia bersama-sama.


Saat Annisa dan Michael berada di balkon yang menghadap ke Menara Eiffel, mereka saling memeluk dan mencium satu sama lain di bawah cahaya gemerlap kota Paris. Di tengah-tengah momen romantis ini, Michael tiba-tiba terdiam dan menatap Annisa dengan tajam.


"Annisa, aku harus jujur denganmu," katanya dengan suara serius.


"Ada apa, Michael?" tanya Annisa khawatir.


"Kamu tahu bahwa aku sudah bertunangan dengan Ivy, tapi aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak bisa berbohong lagi, Annisa. Aku sangat mencintaimu, lebih dari apapun di dunia ini," ucap Michael dengan tulus.


Annisa terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa menatap Michael dengan tatapan lembut, mencoba memahami perasaan yang sedang dirasakan oleh Michael.


"Dan sekarang, aku harus mengakhiri pertunanganku dengan Ivy. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi karena aku tahu bahwa yang aku inginkan hanyalah kamu, Annisa. Kamu adalah wanita yang selalu ada di dalam hatiku," lanjut Michael.


Annisa terdiam sejenak, masih tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya. Namun, ia merasa sangat senang dan terharu dengan kata-kata Michael. Ia merasa seperti sedang berada di awan sembilan, merasa sangat bahagia dan tidak percaya bahwa cinta sejati seperti ini masih ada di dunia ini.


"Tapi, Michael... Apa yang akan terjadi dengan Ivy? Dia pasti sangat sedih," tanya Annisa dengan khawatir.


"Aku akan menjelaskannya padanya dengan baik-baik, Annisa. Aku tidak ingin menyakiti hatinya lebih dalam lagi. Aku hanya ingin menjalani hidupku bersama kamu, menjadi pria yang baik untukmu dan membuatmu bahagia selamanya," ucap Michael sambil menggenggam tangan Annisa erat-erat.


Annisa tersenyum dan membalas genggaman tangan Michael. Ia merasa sangat bersyukur dan bahagia karena menemukan cinta sejatinya di tengah-tengah kota Paris yang indah ini. Mereka saling memandang dengan mata penuh cinta dan mengucapkan janji untuk saling mencintai dan menjaga satu sama lain selamanya.


Setelah menyelesaikan proyek mereka di Paris, Annisa dan Michael kembali ke New York dengan perasaan bahagia dan cinta yang semakin kuat. Mereka menghabiskan waktu bersama selama perjalanan pulang, berbicara tentang masa depan mereka dan bagaimana mereka ingin menghabiskan waktu bersama.


Ketika mereka akhirnya tiba di New York, Michael memutuskan untuk mengantarkan Annisa pulang ke apartemennya. Mereka masih berpegangan tangan dan berjalan bersama di bawah cahaya malam yang redup.


Mereka tiba di apartemen Annisa dan Michael memeluk Annisa erat-erat. "Aku akan selalu mencintaimu, Annisa. Dan aku akan selalu ada untukmu," ucap Michael sambil mencium kening Annisa.


Annisa merasa sangat bahagia dan merasa bahwa dia menemukan pasangan yang tepat untuknya. Mereka saling berpelukan dan berbicara tentang masa depan mereka bersama. Annisa merasa bahwa ini adalah awal dari kisah cinta yang indah dan romantis bersama Michael.


Mereka berpisah dengan janji untuk bertemu besok dan menghabiskan waktu bersama lagi. Annisa melihat Michael pergi dengan perasaan bahagia dan lega bahwa dia menemukan seseorang yang mencintainya dengan segenap hati. Dia tahu bahwa keputusan untuk memilih Michael sebagai pasangan hidupnya adalah keputusan yang tepat dan dia tidak sabar untuk memulai kisah cinta baru mereka bersama-sama.