It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 27



“Kamu sangat cantik hari ini, sayang,” ujar Alex dengan senyum manisnya.


"Terima kasih, sayang. Kamu juga selalu terlihat tampan,” jawab Ivy sambil tersenyum malu-malu.


Mereka berdua sedang makan siang di apartemen Ivy, ini adalah hari libur mereka dimana mereka bisa bertemu setelah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka berencana menghabiskan hari ini berdua.


Alex menawarkan untuk mengajak Ivy untuk berjalan-jalan di sekitar kota setelah makan siang, dan Ivy sangat senang dengan ide tersebut.


Setelah makan siang, mereka berjalan-jalan di sekitar kota dan mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal seperti Menara Eiffel, Louvre Museum, dan Notre-Dame. Ivy merasa sangat senang dan bahagia dapat berkencan dengan lagi Alex di kota indah seperti Paris.


Malamnya, Alex mengajak Ivy untuk makan malam di restoran mewah di kawasan Champs-Élysées. Ivy terkejut dengan kemewahan restoran tersebut dan sangat terkesan dengan suasana romantis yang diciptakan oleh Alex. Mereka menikmati hidangan lezat dan minuman anggur.


"Kamu tahu aku selalu merindukanmu setiap harinya. Aku sangat senang akhirnya dapat menghabiskan waktu bersamamu hari ini,” kata Alex sambil menggenggam tangan Ivy.


"Iya, aku juga merindukanmu, Alex. Paris memang sangat indah, tapi rasanya kurang lengkap tanpamu di sini," jawab Ivy sambil tersenyum manis.


Setelah makan malam, Alex mengajak Ivy untuk mengunjungi kantornya. Ivy penasaran dan bertanya-tanya mengapa Alex mengajaknya ke kantor di malam hari.


"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu, Ivy," kata Alex sambil membuka pintu kantor.


Ivy sangat terkesima dengan pemandangan di depannya. Kantor Alex sangat besar dan dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang sangat indah. Alex menyalakan musik jazz dan menarik Ivy untuk menari dengannya di tengah-tengah kantor yang kosong.


"Mungkin ini agak gila, tapi aku ingin melakukan sesuatu yang istimewa untukmu, Ivy. Aku ingin kamu tahu betapa spesialnya kamu bagiku," kata Alex sambil menarik Ivy lebih dekat.


Ivy tersenyum dan merasa sangat bahagia. Dia tidak pernah berpikir bahwa Alex akan melakukan hal yang romantis seperti ini untuknya.


Setelah menari, Alex mengajak Ivy duduk di sofa dan memberikan sebuah kotak kecil yang sudah dia siapkan sejak lama.


"Ini untukmu, Ivy. Aku harap kamu suka," ucap Alex sambil memberikan kotak tersebut kepada Ivy.


Ivy membuka kotak tersebut dan terkejut melihat sebuah kalung berlian yang sangat indah di dalamnya.


"Alex, ini begitu indah. Aku tidak bisa menerimanya," ucap Ivy sambil terharu.


"Aku tahu ini mungkin terlalu berlebihan, tapi aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu. Aku ingin kamu tahu betapa aku mencintaimu, Ivy," ucap Alex dengan tulus.


Ivy tersenyum dan merasa sangat bahagia. Dia tidak pernah berpikir bahwa Alex mencintainya, dan dia selalu merasakan perasaan yang sama terhadap Alex, bahjan kini ia tidak pernah lagi memikirkan tentang Michael.


"Aku juga mencintaimu, Alex. Aku selalu merasakan perasaan yang sama, tapi aku tidak pernah berani mengatakannya," ucap Ivy sambil menatap mata Alex dengan penuh cinta.


Alex tersenyum dan menarik Ivy ke dalam pelukannya. Mereka saling berpelukan dan mencium satu sama lain di kantor yang kosong.


"Kamu membuatku sangat bahagia, Ivy. Aku tidak sabar untuk menghabiskan waktu bersamamu,” ucap Alex dengan suara lembut.


"Iya, aku juga tidak sabar. Aku merindukanmu, Alex," ucap Ivy sambil tersenyum.


Mereka saling berbicara dan berbagi cerita tentang kehidupan mereka, sambil menikmati suasana yang romantis di kantor Alex yang indah. Ivy merasa sangat bahagia dan bersyukur karena dia memiliki Alex di hidupnya.


Malam itu, Ivy dan Alex menghabiskan waktu bersama di kantor Alex hingga larut malam. Mereka menikmati keindahan kota Paris dari jendela kantor dan menikmati minuman anggur yang disiapkan oleh Alex. Ivy merasa sangat beruntung dapat menghabiskan waktu bersama Alex di Paris, dan dia berharap bahwa kisah cinta mereka akan terus berlanjut selamanya.


Sudah tiga bulan lebih Alex dan Ivy telah menjalin hubungan yang kuat. Mereka saling mencintai dan memiliki harapan untuk hidup bersama selamanya. Akhirnya, Alex merencanakan momen yang paling penting dalam hidup mereka – melamar Ivy dengan cara yang paling romantis yang bisa dilakukannya.


Alex memutuskan untuk membawa Ivy ke sana untuk liburan romantis dan mengajaknya untuk tinggal di salah satu suite mewah di Hotel Le Bristol.


Hari itu, Alex mempersiapkan dirinya sejak pagi dengan sangat teliti. Dia ingin memastikan semuanya sempurna untuk hari itu. Setelah sarapan, dia mengajak Ivy jalan-jalan di sekitar kota Paris.


Saat matahari mulai terbenam, Alex membawa Ivy ke sebuah taman indah yang terletak di dekat sungai Seine. Di sana, ia mempersiapkan pemandangan yang romantis untuk melamarnya.


"Hari ini aku sangat senang, Alex. Terima kasih sudah membahagiakanku hari ini,”ucap Ivy lembut.


"Ivy, ada yang ingin aku bicarakan padamu," ucap Alex sambil tersenyum.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Ivy.


Alex mengambil tangannya dan berkata, "Ivy, kamu tahu betapa aku mencintaimu dan betapa pentingnya kamu bagi hidupku. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu, dan aku berharap kamu juga merasakan hal yang sama."


Ivy melihat wajah Alex dan merasakan kebahagiaan yang tak tergambarkan. Dia memahami apa yang ingin dikatakan Alex dan tahu bahwa dia akan setuju dengan apa pun yang akan dijelaskan Alex.


"Ya, Alex. Aku juga merasakan hal yang sama. Kamu adalah segalanya bagiku dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama kamu," jawab Ivy dengan penuh cinta.


Mendengar itu, Alex merasa sangat bahagia. Dia kemudian membuka kotak kecil di saku jaketnya dan mengeluarkan cincin berlian yang indah.


Alex kemudian berlutut di hadapan Ivy dan mengambil tangan kanannya. "Ivy, kamu membuat hidupku berarti dan sempurna. Aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Ivy, apakah kamu mau menikah denganku?"


Ivy menangis bahagia dan tersenyum lebar. "Oh Alex, ya! Tentu saja aku mau," jawabnya dengan penuh cinta.


Alex kemudian memasangkan cincin lain di jari manis Ivy dan mereka saling berpelukan dengan penuh cinta.


"Kamu membuatku sangat bahagia, Ivy. Aku tidak sabar untuk memulai hidup baru denganmu," ucap Alex sambil tersenyum bahagia.


Setelah momen melamar yang sangat romantis di taman itu, Alex dan Ivy kembali ke Hotel Le Bristol untuk merayakan momen yang penting dalam hidup mereka. Ivy sangat senang dan bahagia karena Alex memenuhi mimpi terbesarnya, menjadi istrinya.


Setelah mereka kembali ke hotel, Alex membawa Ivy ke sebuah restoran mewah yang terletak di gedung bergaya klasik di pusat kota Paris. Mereka duduk di meja yang indah dan memesan makanan Prancis yang lezat dan anggur yang nikmat.


"Saat kamu bilang kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamaku, apa yang kamu maksud?" tanya Ivy.


Alex tersenyum dan menjawab, "Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu di tempat-tempat yang indah, melakukan hal-hal yang kita cintai bersama, dan merayakan hidup kita setiap hari. Aku ingin kita saling mendukung dan menjadi pasangan yang selalu mencari cara untuk membuat satu sama lain bahagia."


Ivy tersenyum dan mengangguk. "Itu sangat indah, Alex. Aku juga ingin itu semua. Aku bahagia bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu."


Setelah makan malam, Alex membawa Ivy ke balkon di kamar suite mereka. Dia mempersiapkan pemandangan yang romantis, menghiasi balkon dengan lampu-lampu lilin yang indah dan beberapa bunga yang dihiasi dengan baik. Ivy melihat balkon dan merasa sangat senang dengan usaha Alex yang besar untuk menciptakan momen yang sangat indah dan romantis.


"Malam ini sangat indah, Alex. Aku sangat senang bisa menghabiskan waktu bersamamu," ucap Ivy dengan penuh cinta.


Alex mengambil tangan Ivy dan berkata, "Aku ingin meminta sesuatu darimu, Ivy. Aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu akan mencintaimu dan menjaga kamu seumur hidupku. Kamu adalah yang terpenting dalam hidupku."


Ivy tersentuh dan berkata, "Aku tahu itu, Alex. Aku juga akan selalu mencintaimu dan berada di sampingmu, dalam kebaikan maupun keburukan."


"Malam ini sangat indah, Alex. Terima kasih telah membuat semua momen ini menjadi kenyataan," ucap Ivy.


"Kamu adalah segalanya bagiku, Ivy. Aku senang bisa membuatmu bahagia," ucap Alex.


Mereka kemudian menikmati malam yang indah di balkon mereka, dengan anggur dan kue yang lezat. Mereka membicarakan rencana untuk masa depan mereka, termasuk pernikahan dan bulan madu mereka. Mereka sangat bersemangat tentang rencana mereka dan siap memulai babak baru dalam hidup mereka sebagai pasangan yang bahagia.


Malam itu berakhir dengan ciuman penuh cinta di balkon mereka, menandakan awal dari kehidupan yang bahagia bersama.



Ivy sedang duduk di ruang tunggu agensinya di Paris, sambil menunggu untuk di panggil ke ruangan untuk rapat. Sebagai model terkenal, Ivy sering kali bertemu dengan agensinya untuk membicarakan pekerjaan baru. Tiba-tiba, panggilan telepon datang dari agensinya, dan Ivy merasa jantungnya berdebar-debar ketika ia menjawab panggilan tersebut.


"Salam Ivy, saya memiliki kabar besar untukmu," kata agensinya dengan suara bersemangat. "Ada sebuah tawaran pekerjaan di Jepang untuk sebuah kampanye iklan terkenal. Ini akan menjadi proyek yang sangat besar dan akan memberimu bayaran yang sangat besar juga."


Ivy sangat senang mendengar kabar ini, namun di sisi lain ia juga merasa ragu. Pernikahannya bersama Alex tinggal beberapa bulan lagi, dan ia merasa kesulitan memutuskan apakah ia harus menerima tawaran ini atau tidak. Ivy tahu bahwa ia perlu membicarakan hal ini dengan Alex.


Sesampainya di rumah, Ivy langsung bercerita kepada Alex tentang tawaran pekerjaan di Jepang tersebut. Alex mendengarkan dengan seksama, dan kemudian berkata dengan lembut, "Ivy, aku tahu betapa pentingnya pernikahan kita. Namun, aku juga ingin kamu mengejar impianmu. Kamu bekerja sangat keras untuk meraih posisi ini, dan aku tahu bahwa ini adalah kesempatan yang tidak bisa kamu lewatkan."


Ivy merasa lega mendengar dukungan dari Alex. Ia juga tahu bahwa Alex benar. Kesempatan seperti ini mungkin tidak akan datang lagi. Namun, ia masih merasa khawatir tentang persiapan pernikahannya. "Tapi bagaimana dengan pernikahan kita?" tanya Ivy.


Alex menggenggam tangannya dan berkata dengan lembut, "Jangan khawatir tentang itu. Kita akan menyelesaikan semuanya bersama-sama. Aku akan selalu ada untukmu dan kita akan menyelesaikan persiapan pernikahan kita bersama-sama."


Mendengar ucapan Alex, Ivy merasa lega. Dia tahu bahwa dia akan memiliki dukungan dari Alex selama perjalanan karirnya ke Jepang. Ivy kemudian menghubungi agensinya dan memberi tahu bahwa ia menerima tawaran tersebut.