
Ivy mencari nomor telepon Annisa di kontak ponselnya dan menghubunginya.
"Hello?" jawab Annisa dengan nada suara yang terdengar ramah.
Ivy : “Annisa, ini Ivy. Apa kabar?"
Annisa : “Ivy! Wow, aku baik-baik saja Ivy. Ada yang bisa saya bantu?"
Ivy : “Iya, sebenarnya aku masih mekhawatirkan Michael, setelah pertemuan kita di Jepang waktu itu, aku tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Michael.”
Annisa : “Aku mengerti, Ivy. Apa yang bisa saya bantu?"
Ivy : “Apakah kamu bisa membantu coba mencari di New york?”
Annis : “Baiklah, saya akan membantu sebisa mungkin.”
Ivy : “Terima kasih, Annisa.”
Annisa : “Tidak masalah, kita akan menemukannya. Kita akan mulai mencari di mana saja yang mungkin dia berada. Apa yang sudah kamu coba?"
Ivy : “Iya, saya sudah mencoba untuk menghubungi semua orang yang saya tahu di New York yang mungkin tahu di mana dia berada. Namun, belum ada kabar dari mereka."
Annisa mengambil kertas dan bolpoin dari tasnya dan mulai mencatat semua informasi yang diberikan oleh Ivy.
Annisa “Baiklah, aku akan coba mulai mencari. Pertama-tama, kita akan pergi ke tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Michael di New York. Siapa tahu, dia masih ada di sana."
Setelah itu mereka berbincang sebentar lalu mengakhiri panggilan telponnya.
Annisa kemudian mulai berjalan-jalan ke sekitar kota, mengunjungi berbagai tempat yang mungkin pernah dikunjungi oleh Michael. Ia mengunjungi tempat-tempat seperti kedai kopi dan restoran yang sering dikunjungi Michael. Ia juga mengunjungi toko buku dan toko musik di mana Michael suka menghabiskan waktu.
Namun, setelah beberapa jam mencari, Annisa tidak menemukan Michael di mana pun. Annisa kemudian mencoba menelpon Reynold untuk membantunya mencari Michael.
Tidak lama kemudian, Reynold datang menemani istrinya untuk mencari Michael.
"Sayang, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak tahu di mana lagi harus mencari." Ucap Annisa
"Jangan khawatir, sayang. Kita masih punya satu hal yang bisa dilakukan." Ucap Reynold.
Reynold kemudian membuka ponselnya dan mulai mencari di internet. Setelah beberapa saat, dia menemukan situs web yang membantu orang mencari orang hilang.
"Baiklah, aku akan mencoba mencari di sini. Kita akan membutuhkan beberapa informasi seperti foto terbaru Michael, tanggal lahirnya, dan lain-lain. Kamu punya semua informasi itu, sayang?” Ucap Reynold. Annisa pun mengangguk dan memberikan Reynold informasi apa saja yang dibutuhkan oleh suaminya.
Keesokan harinya, Annisa dan Reynold segera memutuskan untuk memeriksa keberadaan Michael di apartemen. Mereka pergi ke Midtown Manhattan, tempat apartemen Michael berada. Setelah mencari-cari, mereka akhirnya menemukan apartemen Michael di sebuah gedung yang megah.
Sesampainya di apartemen Michael, Annisa dan Reynold langsung menuju ke ruangannya. Namun, ketika mereka tiba di sana, pintu ruangan terkunci. Annisa mencoba menelpon Michael, namun panggilannya tidak diangkat. Reynold mencoba membuka pintu dengan kekuatan, tapi pintu tidak bisa dibuka. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari petugas keamanan dan memberitahukan masalah yang terjadi.
Petugas keamanan segera datang dan membuka pintu ruangan dengan menggunakan kunci cadangan. Namun, ketika mereka masuk, mereka tidak menemukan Michael di sana. Semua barang di dalam di ruangan tersebut masih utuh dan tidak terlihat ada tanda-tanda kerusakan atau tindakan kejahatan.
Mereka segera pergi ke rumah sakit psikiatri tersebut dan mencari tahu apakah Michael sedang dirawat di sana. Setelah menanyakan ke beberapa orang, mereka akhirnya menemukan Michael yang sedang dirawat di sana.
Mereka berharap untuk bertemu Michael, yang terjadi justru melebihi ekspektasi mereka. Annisa dan Reynold melihat Michael duduk di kursi roda dengan wajah yang hancur dan kakinya yang telah diamputasi. Mereka terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka.
“Michael, apa yang terjadi?“ ucap Annisa sambil mencoba menahan tangisnya.
Michael terdiam, pandangan matanya kosong, beberapa kali Annisa mencoba berbicara dengan Michael, tapi sama sekali tidak ada balasan yang diucapkan oleh Michael, ia hanya diam.
Annisa merasa sedih dan terpukul melihat kondisi Michael. Ia merasa bersalah karena tidak mengetahui tentang kecelakaan dan cedera yang dialami Michael. Ia ingin berbicara dengan Ivy segera, untuk memberitahunya tentang kondisi Michael.
Setelah Annisa menenangkan dirinya, ia mulai menelpon Ivy. Suaranya terdengar gemetar ketika Ivy mengangkat telepon.
“Halo Ivy,” ucap Annisa dengan suara yang bergetar.
“Iya, Annisa. Kamu sudah menemukan Michael?” jawab Ivy dengan antusias.
Annisa menarik nafas panjang sebelum menjawab. “Ya, aku sudah menemukannya, aku pikir kamu harus kesini secepatnya.”
Ivy terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa.
“Aku akan kesana segera.” Ucap Ivy.
Mereka pun menutup telpon segera.
Reynold mencoba menenangkan Annisa. Ia menggandeng tangannya dan berkata, “Kamu telah melakukan yang terbaik untuk mencari Michael. Sekarang, kita harus fokus pada membantu dan mendukungnya dalam pemulihan.”
Annisa mengangguk. Ia tahu bahwa Reynold benar, tetapi hatinya masih sedih dan terpukul. Ia berharap dapat melakukan lebih banyak untuk membantu Michael dan membuatnya merasa lebih baik.
Ketika mereka kembali ke hotel, Annisa menghabiskan sisa hari dengan menangis dan merenung. Ia merasa tidak bisa membantu Michael dan merasa tidak dapat melakukan apapun untuk membuat kondisinya menjadi lebih baik.
Reynold mencoba menenangkan Annisa dengan berkata,
“Annisa, kamu telah melakukan yang terbaik. Kita harus tetap kuat dan optimis untuk membantu Michael dan mendukungnya dalam pemulihan. Kita harus terus mencari cara untuk membantu dan memperbaiki kondisinya.”
Annisa mengangguk, tetapi hatinya masih hancur.
Suatu hari, ketika Annisa dan Reynold mengunjungi Michael, mereka bertemu dengan seorang pasien lain di ruang tunggu. Pasien itu adalah seorang pemuda yang juga mengalami kecelakaan mobil dan menderita cedera serius.
Annisa dan Reynold mulai berbicara dengan pemuda itu dan mereka terkejut ketika ia memberikan saran yang baik dan bijaksana.
“Saya tahu betapa sulitnya melihat orang yang kita cintai mengalami penderitaan dan kesulitan, tetapi yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tetap mendukung mereka dan memberikan cinta dan kasih sayang yang besar. Kita tidak bisa menyembuhkan mereka, tetapi kita bisa menjadi bagian dari proses pemulihan mereka.”
Kata-kata itu sangat memengaruhi Annisa. Ia merasa seperti saran itu ditujukan khusus untuk dirinya. Ia menyadari bahwa ia tidak dapat mengubah kondisi Michael, tetapi ia bisa menjadi bagian dari proses pemulihannya dengan memberikan dukungan dan cinta yang besar.