It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 14



Ivy merasa sangat bahagia dan gugup saat melakukan fitting baju pengantin di salah satu butik terkenal di New York yang bernama Kleinfeld Bridal. Tempat tersebut sangat indah, dengan dekorasi yang elegan dan mewah, serta pengaturan pencahayaan yang sempurna untuk menyoroti keindahan gaun-gaun pengantin yang terpajang di sana.


Ivy duduk di kursi dengan bangga memandang dirinya di depan cermin besar, memamerkan gaun pengantin mewah yang dipilihnya. Butik ini ramai dengan para pelanggan dan desainer yang membantunya dalam memilih gaun pengantin yang sempurna. Seorang penjahit dengan cekatan merapikan gaun pengantin Ivy agar pas di tubuhnya, sementara para penata rambut dan make up menawarkan saran mengenai tatanan rambut dan make up terbaik untuk hari pernikahannya nanti.


Ivy merasa terharu saat melihat ibunya dan teman-temannya menatapnya dengan penuh kasih sayang dan harapan. Semua orang bersorak-sorai saat Ivy memperlihatkan dirinya dalam gaun pengantin, dan Ivy merasa bahwa saat ini dia benar-benar merasa seperti seorang ratu.


Saat Ivy keluar dari butik, dia merasa sangat senang dan terharu, memegang tas berisi gaun pengantin impian yang dia pilih. Ivy merasa bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh keluarganya dan teman-temannya, dan merasa yakin bahwa dia telah membuat keputusan yang tepat. Ivy berjalan keluar dari butik, dengan senyum bahagia di wajahnya, merenungkan tentang hari pernikahannya nanti yang pasti akan menjadi hari yang indah dan tak terlupakan.



Hari pernikahan Ivy dan Michael akhirnya tiba. Semua persiapan telah dilakukan dengan sempurna, dari dekorasi yang indah hingga menu makanan yang lezat. Acara pernikahan mereka diadakan di The Plaza Hotel di New York City, sebuah tempat yang mewah dan terkenal sebagai tempat pernikahan yang spektakuler.


Acara pernikahan tersebut menjadi perbincangan di seluruh kota New York dan bahkan menjadi sorotan utama di berbagai media massa, termasuk di berita televisi dan koran. Ivy dan Michael tampil sangat elegan dalam balutan pakaian pengantin mereka yang mewah, dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekat mereka.


Acara pernikahan dimulai dengan upacara yang penuh makna, di mana Ivy dan Michael saling berjanji untuk mencintai dan setia satu sama lain sepanjang hidup mereka. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan resepsi mewah yang dihiasi dengan berbagai hiasan dan bunga-bunga indah.


Para tamu merasa sangat terkesan dengan acara pernikahan tersebut, yang disiapkan dengan sangat baik dan dihiasi dengan indah. Mereka menikmati makanan lezat dan menari bersama di tengah pesta. Ivy dan Michael juga menampilkan tarian romantis yang indah, yang menggambarkan kecintaan dan kebersamaan mereka.


Setelah pernikahan selesai, Ivy dan Michael berangkat untuk bulan madu mereka ke Maldives, sebuah destinasi yang sangat populer untuk bulan madu. Mereka menikmati waktu bersama di pantai yang indah dan menikmati momen romantis yang tak terlupakan.


Pernikahan Ivy dan Michael tidak hanya menjadi perbincangan di New York, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang ingin mengikuti jejak mereka dalam menciptakan momen-momen indah dan tak terlupakan dalam pernikahan mereka.


Setelah pernikahan yang indah dan bulan madu yang romantis di Maldives, Ivy dan Michael kembali ke keseharian mereka sebagai pasangan suami istri. Michael merasa sangat bahagia dan bersyukur memiliki Ivy sebagai istrinya, dan ia berusaha untuk menjadi suami yang baik dan setia bagi Ivy.


Suatu hari, mereka berdua sedang bersantai di balkon apartemen mereka, menikmati pemandangan kota yang indah di depan mereka. Michael memandang ke arah Ivy, dan ia merasa bahwa ia ingin mengucapkan sesuatu yang penting.


"Sayang, aku ingin berterima kasih padamu untuk segalanya yang sudah kamu berikan kepadaku," ujar Michael dengan penuh kasih sayang.


Ivy tersenyum dan merangkul Michael, "Apa yang kamu maksud, sayang?"


"Aku ingin berterima kasih karena kamu sudah menerima aku apa adanya dan menjadi istri yang baik bagi saya. Aku tahu bahwa kamu telah berkorban banyak untukku, termasuk menghentikan pekerjaanmu sebagai model. Aku sangat menghargai itu," jelas Michael dengan tulus.


Mereka berdua saling memandang dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Ivy merasa bahwa keputusan untuk menghentikan kariernya sebagai model adalah keputusan yang tepat, karena ia ingin menjadi istri yang baik dan memprioritaskan kebahagiaan suaminya.


Mereka merayakan momen itu dengan merangkul dan mencium satu sama lain, menunjukkan bahwa mereka saling mencintai dan berkomitmen untuk menjalani hidup bersama. Meskipun keputusan Ivy untuk menghentikan karier modelingnya mungkin mengejutkan bagi banyak orang, tetapi untuk Ivy dan Michael, itu adalah keputusan yang tepat untuk kebahagiaan mereka bersama.


Suatu hari, Ivy merasa sangat lelah dan sakit. Dia mencoba minum obat penurun demam dan beristirahat, tetapi tetap merasa tidak baik-baik saja. Setelah beberapa hari, Michael memutuskan untuk membawanya ke dokter untuk memeriksanya.


Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa Ivy hanya kelelahan dan memerlukan istirahat yang lebih banyak. Namun, dokter memerintahkan Ivy untuk melakukan beberapa tes untuk memastikan bahwa tidak ada masalah kesehatan yang lebih serius.


Hasil tes menunjukkan bahwa Ivy tidak hamil, dan Michael merasa sangat marah saat mengetahui hal ini. Ivy telah berbohong kepadanya tentang kehamilannya sebelum mereka menikah.


"Sudah berapa lama kamu berbohong padaku?" tanya Michael dengan wajah marah.


Ivy merasa sangat menyesal dan malu. Dia tahu bahwa dia telah membuat kesalahan besar dengan berbohong kepada suaminya, yang telah menjadi sumber kebahagiaan hidupnya.


"Aku tidak bisa melakukannya lagi, Michael. Aku sangat menyesal atas kebohongan ini," jawab Ivy dengan suara lemah.


"Ivy, aku tidak bisa mempercayaimu lagi. Kita tidak bisa terus hidup dalam kebohongan," ujar Michael dengan wajah penuh amarah.


"I'm sorry, Michael. Aku tahu aku salah dan aku menyesal," jawab Ivy sambil mencoba memohon pengertian.


"Tidak ada alasan untuk kau menyembunyikan kebenaran dariku, Ivy. Apa yang seharusnya kau pikirkan ketika kita sudah menikah? Bagaimana bisa kita membangun kepercayaan satu sama lain jika kau masih berbohong?" tanya Michael sambil melangkah menuju pintu.


Michael sangat marah dan merasa kecewa pada Ivy. Ia merasa bahwa Ivy telah membohonginya dan tidak dapat dipercaya. Tanpa memberikan kesempatan pada Ivy untuk memberikan penjelasan, Michael memutuskan untuk meninggalkannya.


Ivy merasa sangat sedih dan putus asa. Ia mencoba untuk menjelaskan bahwa kebohongan itu dilakukan karena ia sangat mencintai Michael dan tidak ingin kehilangannya. Namun, Michael tetap tidak mau mendengar penjelasannya dan pergi meninggalkannya.


Ivy merasa terpuruk sendiri, dia menangis menyesali kebohongan yang telah dia lakukan selama ini untuk mendapatkan cinta Michael.