
Michael melangkah mendekat, "Ya, aku. Apa kabarmu, Annisa?"
Annisa merasa sulit untuk menjawab. Dia masih terkejut melihat Michael tiba-tiba muncul di depannya. Dia memikirkan Reynold, dan merasa tidak nyaman bertemu dengan mantan pacarnya.
"Aku baik-baik saja, Michael. Bagaimana kabarmu?" tanya Annisa, mencoba untuk tetap tenang.
Michael menggelengkan kepalanya, "Aku sedang tidak dalam kondisi terbaikku. Namun, aku senang melihatmu lagi."
Annisa merasa tidak nyaman dengan situasi ini dan ingin cepat-cepat pulang. "Baiklah, aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa, Michael."
Namun, Michael menggenggam lengan Annisa, "Tunggu sebentar, Annisa. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Annisa merasa tertekan dan ingin segera pergi, tetapi dia tidak ingin terlihat kasar pada Michael. "Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan?"
Michael menatap Annisa dengan tatapan penuh rasa sayang, "Aku tahu aku sudah membuat banyak kesalahan pada waktu itu, tapi aku selalu merindukanmu. Aku ingin meminta maaf dan kembali lagi padamu."
Annisa merasa tidak nyaman dengan permintaan maaf Michael. Dia tidak ingin melihat kembali ke masa lalu, dan dia yakin bahwa Reynold adalah orang yang tepat baginya.
"Maaf, Michael. Aku sudah memiliki seseorang di hidupku sekarang dan aku sangat mencintainya. Aku harap kamu bisa mengerti," ujar Annisa dengan tegas.
Michael merasa kecewa dengan jawaban Annisa, tetapi dia mengerti bahwa dia harus menerima kenyataan ini. "Baiklah, aku mengerti. Aku hanya ingin mengatakan maaf dan memberimu kesempatan untuk mempertimbangkan kembali hubungan kita."
Annisa tersenyum sopan, "Terima kasih, Michael. Aku akan mempertimbangkannya. Sekarang aku harus pergi."
Dengan itu, Annisa berbalik dan melangkah menjauh dari Michael, mencoba untuk menghilangkan pikirannya yang tercampur aduk tentang masa lalu dan masa depannya. Dia tahu bahwa dia harus fokus pada kebahagiaannya bersama Reynold dan melupakan masa lalunya dengan Michael.
Michael melihat Annisa pergi dengan rasa sedih di hatinya. Dia merenung sejenak, memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan di masa lalu dan bagaimana dia bisa membuatnya benar. Dia tahu bahwa dia harus membiarkan Annisa pergi dan fokus pada kebahagiaannya sendiri.
Dengan langkah berat, Michael berbalik dan pergi, berjanji untuk memperbaiki dirinya sendiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Dia tahu bahwa jika dia memang mencintai Annisa, dia harus membiarkan dia bahagia dengan orang yang dia cintai dan belajar untuk menerima kenyataan bahwa mereka berdua memiliki masa depan yang berbeda.
Annisa masuk ke dalam apartemennya dengan perasaan yang bimbang. Dia masih teringat dengan kehadiran tiba-tiba Michael di jalanan dan permintaan maafnya yang membuatnya terkejut. Namun, dia tahu dia sudah membuat pilihan untuk bersama Reynold dan tidak ingin kembali ke masa lalu.
Saat dia duduk di sofa, dia melihat foto Reynold yang terpampang di meja kaca depannya. Dia merenung sejenak tentang masa depannya bersama Reynold, tentang persiapan pernikahannya yang semakin dekat, dan tentang betapa bahagianya dia bersama Reynold.
Tapi pikirannya terus terganggu dengan kehadiran Michael. Apakah dia harus mempertimbangkan kembali hubungan mereka? Apakah dia harus berbicara dengan Reynold tentang ini? Pikirannya terus berputar dan dia merasa semakin bingung.
Annisa berjalan ke kamar tidurnya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Dia merenung dan memikirkan kembali tentang keputusannya untuk bersama Reynold. Dia tahu dia mencintai Reynold, dan dia tidak ingin kehilangan dia.
Namun, dia juga penasaran dengan kehadiran Michael yang tiba-tiba. Rasa penasaran di hatinya membuatnya ingin bertemu lagi dengan Michael. Annisa merasa seperti dia terjebak dalam kebingungan yang tidak bisa dia pecahkan.
Annisa merasa lega setelah mengambil keputusan ini dan dia tahu dia bisa menghadapi masa depannya dengan lebih percaya diri. Dia tahu dia punya Reynold yang selalu mendukungnya dan dia yakin bahwa mereka bisa mengatasi setiap rintangan yang mungkin datang dalam pernikahan mereka nanti.
Annisa memberanikan diri untuk membicarakan tentang kehadiran Michael dengan Reynold. Mereka duduk bersama di ruang tamu, dan Annisa mengatakan bahwa Michael telah muncul di hadapannya tiba-tiba dan meminta maaf serta meminta kesempatan kembali pada dirinya.
Reynold mendengarkan cerita Annisa dengan hati-hati. Dia mengerti bahwa Annisa merasa bingung dan kebingungan ini bisa mempengaruhi persiapan pernikahan mereka. Dia memutuskan untuk membantu Annisa menyelesaikan masalah ini dan memberikan dukungan sepenuhnya pada Annisa.
"Annisa, aku mengerti kebingunganmu. Tapi aku juga percaya bahwa kamu sudah memutuskan untuk bersama denganku. Kita bisa mengatasi masalah ini bersama-sama," kata Reynold dengan penuh keyakinan.
Annisa merasa lega mendengar dukungan Reynold. Namun, Reynold menambahkan sesuatu yang mengejutkannya.
"Annisa, bisakah kamu bertemu dengan Michael sendiri tanpa aku ada di sana? Aku yakin kamu bisa mengatasi masalah ini dengan baik dan aku percaya kamu," kata Reynold.
....
Suatu malam, Michael memutuskan untuk pergi jalan-jalan sendirian di malam yang dingin dan gelap.
Ia berjalan tanpa arah, hanya berjalan dengan langkah gontai dan hati yang penuh dengan penyesalan. Tiba-tiba, ia tiba di sebuah taman yang sunyi.
Michael merasa marah dengan kebohongan Ivy. Ia duduk di bangku taman dan memandang langit yang penuh dengan bintang. Ia merasa kesepian dan kecewa dengan apa yang terjadi dalam hubungannya dengan Ivy.
Saat itu, kenangan tentang Annisa, mantan kekasihnya, kembali muncul dalam pikirannya. Ia mengingat betapa Annisa pernah mendukungnya dan selalu memberinya motivasi ketika ia merasa lelah atau kecewa.
Michael merasa bahwa kepercayaan Ivy yang telah hilang membuatnya ingin menghubungi Annisa lagi, yang mungkin bisa menjadi tempat berlindung untuk menenangkan dirinya.
Michael terdiam dalam kesendirian, merenungkan tentang masa depannya yang tidak pasti. Ia merasa kesepian, marah, dan kecewa dengan kebohongan Ivy yang telah merusak hubungan mereka. Ia tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya dan terus mengurung diri dalam kesedihan.
Setelah menghabiskan waktu di taman, Michael merasa sedikit lega dan kembali memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian. Tiba-tiba, sebuah ide muncul di pikirannya. Ia ingat tempat pertemuan pertama kali dengan Annisa adalah sebuah toko buku di sudut jalan yang sepi.
Tanpa berpikir panjang, Michael mengambil taksi dan pergi ke toko buku tersebut. Ia merasa sedikit gugup ketika memasuki toko buku tersebut, tetapi tetap melangkah dengan mantap. Ia mengingat betapa senangnya Annisa berada di sana dan betapa mereka sering menghabiskan waktu bersama di sana.
Sesampainya di sana, Michael melihat bahwa toko buku tersebut masih terbuka meskipun sudah larut malam. Ia mulai memeriksa buku-buku di rak dan merenung tentang semua kenangan yang ia lalui bersama Annisa.
Michael merasa sedih ketika ia menyadari bahwa kedatangannya di toko buku itu hanya membuatnya semakin marah dengan Ivy. Ia merasa bersalah dengan Annisa dimana Ivy merusak hubungan yang sudah dibangun dengan Annisa selama ini.
Sambil menatap buku-buku di rak, Michael menyadari bahwa ia perlu mencari cara untuk memperbaiki hubungannya dengan Annisa. Ia memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua pada dirinya sendiri dan pada Annisa, dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan mereka.
Dengan hati yang lebih tenang, Michael keluar dari toko buku dan saat ia berjalan dengan pikiran yang kacau dia melihat orang yang dipikirannya sedang berjalan di depannya. Annisa.