It’S Me Again

It’S Me Again
Chapter 15



Beberapa hari kemudian, Reynold memutuskan untuk mengajak Annisa keluar untuk makan malam bersama. Mereka memilih restoran yang nyaman dan tenang di tengah kota. Saat mereka menunggu makanan datang, Reynold mencoba membuka pembicaraan.


"Annisa, aku ingin meminta maaf atas kesalahan yang aku lakukan di masa lalu. Aku tahu aku telah menyakiti perasaanmu, dan aku benar-benar menyesalinya," ucap Reynold dengan suara tulus.


Annisa memandang Reynold dengan penuh perhatian. Dia bisa merasakan ketulusan di balik kata-kata Reynold.


"Aku menerima permintaan maafmu, Reynold. Namun, aku juga ingin kau tahu bahwa aku masih punya perasaan untuk Michael. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi aku ingin mencoba memulai lagi hubungan kita dari awal," jawab Annisa dengan tulus.


Reynold tersenyum. Dia bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat Annisa berkata demikian. Dia merasa bersyukur telah diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mereka.


Setelah makan malam selesai, Reynold mengantarkan Annisa pulang ke apartemennya. Saat Annisa keluar dari mobil, Reynold mengambil tangan Annisa dan berkata, "Annisa, aku berjanji aku akan selalu ada untukmu dan berusaha menjadi pasangan yang baik untukmu."


Annisa tersenyum, dia merasa hangat di hatinya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi dia yakin bahwa dia dan Reynold telah memulai kembali hubungan mereka dengan cara yang benar. Dan siapa tahu, mungkin saja mereka bisa menjadi pasangan yang lebih baik daripada sebelumnya.


Beberapa minggu berlalu, Reynold dan Annisa mulai merasa lebih nyaman satu sama lain. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, memperkuat ikatan mereka. Reynold juga mulai berusaha lebih keras untuk menjadi pasangan yang baik bagi Annisa.


Salah satu malam, Reynold membawa Annisa ke tempat yang sangat spesial baginya. Mereka pergi ke sebuah taman kecil yang memiliki pemandangan indah dari kota. Reynold duduk bersama Annisa di bawah pohon besar di tengah taman, dan menatapnya dengan lembut.


"Annisa, selama beberapa waktu terakhir, aku merasa sangat beruntung memiliki kamu kembali di hidupku. Aku sangat mencintaimu, dan aku berharap kamu bisa menjadi pasanganku untuk selamanya," ucap Reynold dengan suara bergetar.


Annisa merasa terharu mendengar kata-kata Reynold. Dia merasa bahwa Reynold benar-benar berusaha untuk membuat hubungan mereka bekerja.


"Reynold, aku juga mencintaimu. Dan aku ingin memberikan kesempatan ini untuk kita berdua. Aku berharap kita bisa terus memperbaiki hubungan kita dan menjadi pasangan yang lebih baik," jawab Annisa dengan senyum bahagia.


Reynold merasa senang dan lega. Dia merasa bahwa dia telah menemukan pasangan hidupnya yang sebenarnya. Mereka berdua berpelukan, menikmati suasana indah di taman, dan merasa yakin bahwa mereka akan memiliki masa depan yang cerah bersama.


Setelah Reynold dan Annisa memutuskan untuk kembali bersama dan saling mencintai, mereka mulai mempersiapkan pernikahan mereka dengan penuh semangat. Setiap hari mereka sibuk mencari referensi tentang tempat pernikahan yang tepat dan segala sesuatunya yang berkaitan dengan acara tersebut.


Suatu hari, Reynold dan Annisa bertemu di sebuah kafe untuk membahas beberapa detail pernikahan mereka. Reynold membuka percakapan dengan tersenyum, "Jadi, bagaimana perkembangan persiapan pernikahan kita?"


Annisa menjawab dengan riang, "Aku sudah menemukan beberapa pilihan tempat, dan aku pikir aku menemukan tempat yang sempurna. Itu adalah sebuah vila di tepi pantai yang sangat indah. Tempat itu akan menjadi pemandangan yang indah bagi tamu-tamu kita."


Reynold terlihat senang mendengarnya dan berkata, "Wow, itu terdengar luar biasa. Aku selalu bermimpi untuk menikahi wanita yang aku cintai di tepi pantai, dan tempat itu terlihat sempurna untuk itu."


Reynold tersenyum, "Kamu selalu tahu bagaimana membuat segalanya tampak sempurna, Annisa. Aku sangat senang memiliki kamu di sisiku dalam proses ini. Aku akan mendukungmu dalam segala hal."


Mereka berdua duduk di kafe itu, menikmati secangkir kopi dan diskusi tentang persiapan pernikahan mereka. Reynold dan Annisa merasa semakin dekat dan semakin bahagia satu sama lain, karena mereka berdua yakin bahwa pernikahan mereka akan menjadi hari terindah dalam hidup mereka.


Beberapa minggu kemudian, Annisa sedang dalam perjalanan pulang dari kantor ketika dia melihat toko buku yang familiar. Itu adalah toko buku tempat dia pertama kali bertemu dengan Michael, mantan pacarnya. Annisa merasa sedikit terkejut melihat toko itu karena dia sudah lama tidak melihatnya.


Tak bisa menahan rasa penasaran, Annisa memutuskan untuk mampir ke toko buku itu. Saat masuk ke dalam, dia merasa seperti kembali ke masa lalu. Dia mengingat semua kenangan yang ia miliki dengan Michael di toko buku itu.


Annisa merasakan perasaan campur aduk, antara rindu dengan masa lalu dan kebahagiaan dengan Reynold. Dia merasa sedikit bersalah karena terus mengingat Michael, tetapi Annisa juga tidak bisa menolak kenyataan bahwa dia masih menyimpan perasaan yang sangat kuat untuknya.


Annisa melihat-lihat rak buku, mencari buku favoritnya yang dulu ia beli bersama Michael. Namun, setelah melihat-lihat rak buku tanpa hasil, dia akhirnya sadar bahwa itu hanya kenangan. Kenangan yang memang pantas diingat, tetapi bukan lagi bagian dari masa depannya bersama Reynold.


Dengan langkah berat, Annisa meninggalkan toko buku itu. Saat keluar, dia menyadari bahwa meskipun masa lalunya dengan Michael masih memengaruhi dirinya, tetapi dia juga menyadari bahwa dia sangat mencintai Reynold dan sudah siap untuk memulai kehidupan barunya bersama Reynold.


Annisa berjalan pulang dengan pikirannya yang tercampur aduk, tetapi dia juga yakin bahwa Reynold adalah orang yang tepat baginya. Dia merasa bersyukur karena Reynold selalu mendukungnya, bahkan ketika Annisa harus menghadapi masa lalu yang sulit.


“Annisa.”


Tubuh Annisa terdiam, dia yang sebelumnya berjalan di trotoar menjadi kaku, kakinya terasa lemas seakan ingin menjatuhkan tubuhnya ke jalan.


Dia ingat suara itu, dia ingat panggilan itu, dia ingat semua kenangan tentang orang itu, tentang seorang pria yang pernah mengisi hatinya dengan sangat dalam dan penuh rasa cinta.


Lalu seketika pergi meninggalkan bekas yang sangat dalam dan sedang ingin diisi oleh kekasihnya bahkan calon suaminya kelak yaitu Reynold.


Annisa membalikkan tubuhnya berharap pikirannya salah, tetapi semua yang ada dipikirannya benar.


Sosok itu adalah Michael, dia terlihat sangat kusut dan berantakan, ada lingkaran hitam di sekitar matanya yang menandakan bahwa orang itu kurang tidur.


“Mi…chael.”