
Ivy terlihat gugup dan tegang karena dia sudah lama sekali tidak melakukan pekerjaan sebagai model selama bertahun-tahun. Namun, Lisa selalu memberikan semangat dan dukungan untuknya.
Setelah beberapa hari mencari pekerjaan sebagai model, Ivy dan Lisa diberitahu tentang sebuah agen model terkenal yang mungkin tertarik untuk merekrut Ivy. Mereka pun pergi ke kantor agen tersebut untuk mengikuti audisi.
Sesampainya di kantor agen, Ivy diberi kesempatan untuk berbicara dengan agen modelnya. Agen tersebut memberi tahu Ivy bahwa dia memiliki potensi besar sebagai model dan akan mengatur beberapa audisi untuknya. Ivy sangat senang dan berterima kasih kepada agen tersebut.
Namun, dalam perjalanan keluar dari kantor agen, Ivy secara tidak sengaja menabrak seorang pria tampan yang sedang berjalan di sekitar kantor tersebut. Pria itu meminta maaf padanya.
"Ivy, benar?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya.
Ivy tersenyum dan mengangguk. "Ya, benar. Bagaimana kamu tahu namaku?"
"Pertemuan kita yang singkat tadi di kantor agen model sudah cukup membuatku terkesan denganmu. Aku Alex, CEO dari agen agensi ini,” ujar pria itu.
Ivy terkejut dan kagum mendengar itu. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan CEO dari agensi yang akan mempekerjakannya.
"Senang bertemu denganmu, Mr. Alex," kata Ivy sambil tersenyum.
"Kamu bisa memanggilku Alex," kata pria itu sambil membalas senyum Ivy.
Setelah berbincang-bincang sebentar, Alex menawarkan diri untuk mengajak Ivy makan malam sebagai tanda permintaan maaf karena telah menabrak Ivy tadi. Ivy setuju dan keduanya pergi ke restoran mewah di kota.
Saat makan malam, Ivy dan Alex saling berbagi cerita tentang hidup mereka dan mengetahui bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Mereka berdua suka bekerja keras dan mencapai tujuan mereka.
Setelah makan malam, Alex mengajak Ivy untuk berjalan-jalan di sekitar kota dan menunjukkan kepadanya beberapa tempat yang indah dan menarik di Paris.
Saat mereka berjalan-jalan, Alex mengambil tangan Ivy dan memegangnya dengan lembut tangannya. Ivy terkejut dan langsung menarik tangannya.
“Maaf.” Ucap Alex yang merasa perbuatannya terlalu jauh karena memegang tangan Ivy.
“Ah tidak apa-apa, aku hanya sedikit terkejut.” Ucap Ivy memegang cincin di jari manisnya.
"Malam ini sangat menyenangkan," kata Alex sambil menatap mata Ivy.
"Iya, aku benar-benar menikmatinya," jawab Ivy sambil tersenyum.
Ivy merasa ada sesuatu yang salah dalam hatinya, ia merasa ia telah berselingkuh dari Michael. Ivy tidak dapat menutupi bahwa Michael masih menguasai hampir seluruh hatinya.
Setelah berjalan-jalan sekitar kota selama beberapa jam, Alex mengantar Ivy kembali ke aprtemen Ivy. Alex berhenti di depan pintu apartemen dan menatap mata Ivy lagi.
Ivy tersenyum dan menjawab dengan sedikit keraguan tetapi berusaha un ditutupinya. "Tentu saja, Alex. Aku akan senang sekali."
Alex tersenyum lebar, Ivy pun keluar dari mobil Alex dan berjalan masuk ke aprtemennya. Perasaannya menjadi bingung ada rasa sedih karena ia teringat akan Michael saat ada sosok laki-laki yang berusaha mendekatinya, tetapi ia juga merasa nyaman saat bersama Alex dan mengakui dia mulai menyukai pria itu. Jadi dia memutuskan untuk melihat sampai mana hubungannya dengan Alex akan berlanjut.
Keesokan harinya, Ivy bersiap-siap untuk kencan dengan Alex. Dia mengenakan gaun cantik dan riasan yang sempurna, dan merasa seperti seorang ratu. Alex menjemputnya dan mengajaknya ke restoran mewah lagi.
Saat makan malam, Ivy dan Alex semakin dekat dan semakin akrab. Mereka tertawa dan berbicara seolah-olah mereka sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.
Setelah makan malam, Alex mengajak Ivy ke kafe kecil yang indah di kota. Mereka duduk di sofa yang empuk dan menikmati minuman mereka sambil mendengarkan musik yang dimainkan oleh pianis di sudut ruangan.
Tiba-tiba, Alex berdiri dan menarik tangan Ivy.
"Maukah kamu menari denganku, Ivy?" tanya Alex.
Ivy tersenyum dan mengangguk. Dia membawa Ivy ke tengah ruangan dan mulai menari dengan indah. Ivy merasa gugup tetapi juga terkesan dengan kemampuan menari Alex. Mereka mulai menari bersama-sama, dan Ivy merasa seperti dia melayang di udara. Mereka saling berpegangan erat dan tersenyum satu sama lain.
Setelah beberapa menit menari, Alex mendekatkan wajahnya ke telinga Ivy dan berkata dengan lembut, "Aku sudah merindukanmu sejak saat kita berpisah tadi malam."
Ivy merasa hatinya berdebar kencang dan tidak bisa menahan perasaannya lagi. Dia menatap mata Alex dan berkata dengan jujur, "Aku juga merindukanmu, Alex."
Alex tersenyum lebar dan mencium bibir Ivy lembut. Mereka berdua mencium satu sama lain dengan penuh kasih sayang dan kehangatan. Ivy merasa seperti dia telah menemukan seseorang yang benar-benar istimewa di Paris.
Setelah malam yang indah bersama-sama, Alex mengantar Ivy kembali ke apartemen dan mencium bibirnya lagi sebelum pergi. Ivy merasa sangat bahagia dan senang, tetapi juga sedikit sedih saat Alex pergi. Dia merasa seperti dia ingin lebih banyak waktu bersama Alex.
Keesokan harinya, Ivy dan Alex bertemu lagi untuk makan siang di kafe kecil di dekat sungai Seine. Mereka duduk di meja yang terletak di tepi sungai dan menikmati pemandangan yang indah.
Setelah makan siang, Alex mengajak Ivy untuk berjalan-jalan di sepanjang sungai. Mereka berjalan di sepanjang jalan yang indah dan menikmati pemandangan Paris yang memukau.
Tiba-tiba, Alex berhenti di dekat jembatan yang indah. Dia menatap mata Ivy dengan penuh kasih sayang dan berkata, "Ivy, aku sudah merasa sangat dekat denganmu dalam waktu yang singkat ini. Aku tahu ini mungkin terdengar gila, tetapi aku ingin kamu tahu betapa pentingnya kamu bagiku. Aku ingin kita menjadi pasangan dan memulai hubungan serius bersama."
Ivy merasa hatinya berdebar kencang dan tidak bisa menahan kegembiraannya. Dia menatap mata Alex dan menjawab dengan jujur, "Alex, aku juga merasa dekat denganmu dan merasa nyaman bersamamu. Aku sangat senang mendengar apa yang kamu katakan dan aku ingin sama-sama memulai hubungan serius bersama."
Alex tersenyum lebar dan mencium bibir Ivy dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua berpelukan dengan erat dan merasa seperti dunia hanya ada mereka berdua.
Setelah momen yang indah itu, Ivy dan Alex menjadi pasangan kekasih dan mulai menjalin hubungan serius. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama di Paris dan menjelajahi semua yang kota itu tawarkan.
Ivy sudah bisa mulai melupakan Michael secara perlahan, ia mulai belajar bagaimana melepaskan masa lalu dan secara perlahan mulai merajut masa depannya yang ada di depan matanya.