
Flashback on.
Michael merasa sangat gugup saat menyatakan cintanya kepada Ivy, namun ia yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya. Michael meminta Ivy untuk bertemu dengannya di sebuah restoran yang romantis di kota itu pada malam itu.
Sesampainya di restoran, Michael dan Ivy duduk di meja yang dikelilingi oleh lilin-lilin kecil yang memberikan suasana yang intim dan romantis. Mereka memesan makanan dan mulai berbincang-bincang, tetapi Michael tidak bisa menahan gugupnya dan akhirnya memutuskan untuk mengatakan apa yang ada di hatinya.
"Mungkin ini terdengar klise, tapi aku harus mengatakannya. Ivy, aku sudah merasakan sesuatu untukmu sejak lama. Dan sekarang, aku tidak bisa menahannya lagi. Aku mencintaimu," ujar Michael dengan suara yang bergetar.
Ivy terkejut mendengar pengakuan itu, tetapi wajahnya segera tersenyum saat ia merasakan kebahagiaan dalam hatinya. "Aku juga merasakan hal yang sama, Michael. Aku mencintaimu," balas Ivy dengan nada yang lembut.
Mereka tersenyum satu sama lain dan kemudian saling merangkul. Suasana di restoran itu terasa begitu damai dan indah, terutama karena cahaya lilin-lilin yang memancarkan kehangatan.
Michael dan Ivy melanjutkan makan malam mereka dengan suasana yang lebih santai dan riang. Mereka berbicara tentang masa lalu dan masa depan, dan mengobrol tentang segala hal yang bisa mereka lakukan bersama. Dan pada malam itu, Michael dan Ivy menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.
Setelah Ivy dan Michael resmi menjadi sepasang kekasih, mereka menjalani hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan dan cinta. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan, makan malam, dan melakukan aktivitas-aktivitas romantis lainnya.
Salah satu momen paling romantis yang mereka lakukan adalah ketika Michael memutuskan untuk mengajak Ivy berlibur ke sebuah pulau tropis yang indah. Mereka menghabiskan waktu bersama di tepi pantai, menikmati matahari terbenam, dan menikmati makan malam romantis di bawah langit malam yang penuh dengan bintang.
Di salah satu malam, ketika mereka sedang duduk bersama di tepi pantai, Michael tiba-tiba mengambil tangan Ivy dan berkata, "Ivy, aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kamu di sampingku."
Ivy tersenyum bahagia dan menjawab, "Aku juga sangat mencintaimu, Michael. Kamu adalah segalanya bagiku."
Mereka berdua saling memandang dengan penuh cinta, sambil menikmati suasana yang romantis dan indah di sekitar mereka. Mereka merasa sangat bahagia dan bersyukur karena telah menemukan satu sama lain.
Dalam hari-hari mereka sebagai sepasang kekasih, Ivy dan Michael selalu berusaha untuk membuat satu sama lain merasa istimewa dan dicintai. Mereka sering memberikan kejutan-kejutan kecil, seperti bunga atau hadiah kecil lainnya, untuk menunjukkan betapa mereka mencintai satu sama lain.
Mereka juga sering menghabiskan waktu bersama untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang mereka nikmati bersama, seperti bermain game, menonton film, atau bahkan hanya menghabiskan waktu bersama di rumah sambil bersantai.
Setelah menjalani beberapa bulan sebagai sepasang kekasih, Michael dan Ivy mulai mengalami masalah dalam hubungan mereka. Ivy merasa Michael terlalu terobsesi dengan pekerjaannya sebagai seorang jurnalis, sehingga seringkali mengabaikan keberadaan Ivy. Sebaliknya, Michael merasa Ivy terlalu fokus pada karirnya sebagai seorang model, sehingga jarang memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama Michael.
Masalah ini semakin memuncak ketika Ivy mendapatkan tawaran untuk menjadi model di sebuah kampanye iklan yang akan mengharuskannya untuk melakukan pemotretan di luar negeri selama beberapa bulan. Ivy sangat senang dengan tawaran ini karena akan memberinya penghasilan yang besar dan membuatnya semakin terkenal sebagai seorang model, namun Michael khawatir bahwa jarak yang terpisah antara mereka selama beberapa bulan akan memperburuk hubungan mereka.
Michael mencoba untuk mengungkapkan kekhawatirannya kepada Ivy, namun Ivy merasa bahwa Michael terlalu cemburu dan tidak mempercayainya. Hal ini membuat mereka seringkali bertengkar dan akhirnya membuat hubungan mereka semakin buruk.
Setelah beberapa bulan menjalin hubungan dengan Ivy, Michael merasa jenuh dengan hubungan mereka. Meskipun mereka masih saling mencintai, Michael merasa seperti mereka tidak lagi memiliki banyak hal yang dapat dibicarakan bersama. Setiap kali mereka berkumpul, mereka hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain, tanpa banyak percakapan yang menarik.
Suatu hari, Michael memutuskan untuk pergi ke kantor di sebuah toko buku di tengah kota untuk menghabiskan waktu sendirian. Ketika dia sampai di sana, dia bertemu dengan Annisa, editor dan teman kerjanya. Mereka mulai membicarakan pekerjaan mereka dan dengan cepat Michael merasa lebih bersemangat dan terlibat daripada saat dia bersama Ivy.
Saat Annisa mengajaknya untuk makan siang, Michael tidak dapat menolak dan mereka pergi ke sebuah restoran di dekat toko buku. Selama makan siang, mereka terus membicarakan pekerjaan dan mengobrol dengan sangat asyik. Michael merasa seperti dia telah menemukan teman sejati yang bisa dia bicarakan segala sesuatu.
Ivy merasa ada yang berbeda dengan Michael. Setiap kali mereka berbicara, ia merasa ada ketegangan di antara mereka. Ivy tidak bisa mengatakannya dengan pasti, tetapi ia merasa bahwa Michael mungkin tidak setia atau mungkin ada masalah di dalam hubungan mereka.
Ivy mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tetapi perasaannya semakin kuat ketika ia melihat Michael sering terlambat untuk janji pertemuan mereka, bahkan membatalkannya tanpa alasan yang jelas. Ivy mulai merasa bahwa Michael mungkin tidak lagi tertarik padanya.
Suatu hari, Ivy pergi ke kantor Michael dan menemukan bahwa ia sedang berbicara dengan seorang wanita. Ivy merasa gelisah ketika ia melihat Michael tersenyum dengan senyum yang sama dengan yang biasa ia berikan kepada Ivy. Ivy merasa bahwa ada yang salah dengan situasi ini, dan ketika ia menanyakan tentang wanita itu, Michael hanya memberikan jawaban yang singkat dan tidak meyakinkan.
Ivy mulai merasa curiga dan merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Michael darinya. Ia memutuskan untuk mengikuti Michael tanpa sepengetahuannya dan menemukan bahwa ia sedang bertemu dengan wanita tersebut di sebuah kafe. Ivy menyaksikan Michael tertawa dan bercanda dengan wanita itu, dan tiba-tiba Ivy merasa sakit hati dan terkhianati.
Ivy memutuskan untuk menghadapi Michael tentang kecurigaannya. Michael membantah semua tuduhan Ivy dan berusaha menjelaskan bahwa ia hanya sedang berbicara dengan seorang teman. Namun, Ivy tidak bisa menghilangkan perasaan curiga dan tidak percaya pada Michael.
Mereka mulai saling menjauh satu sama lain, dan hubungan mereka menjadi semakin tegang. Ivy merasa bahwa ia tidak bisa lagi mempercayai Michael sepenuhnya, dan Michael merasa tidak dihargai karena kepercayaannya dipertanyakan. Mereka berdua mulai merasa bahwa hubungan mereka berada di ambang kehancuran, dan Ivy harus menemukan cara untuk memperbaikinya sebelum terlambat apapun caranya.
Flashback off.