
Teman-teman Alex menghabiskan waktu semalaman dirumah Alex, sampai tertidur disana.
Sedangkan Nadine, benar tak pulang.
*Ditempat yang berbeda.
Nadine begitu menikmati permainan wahana tersebut.. sampai tak rela di ajak pulang. namun waktu sudah begitu larut dan dia harus pulang.
*Didalam mobil.
"Aku antar kemana ? rumah Alex atau ke kos kamu sendiri ?"
"Ke kos aku aja.. aku malas cepat-cepat balik kesana.. gak tau mau ngapain juga disana !"
"Kan jagain Alex."
"Iya sih.. tapi kan aku masih libur sehari lagi." Sambil senyum lebar ..
"Besok ada rencana kemana ?"
"Gak ada sih, paling dirumah aja. kenapa ? mau ajak aku keluar ?"
"Besok gak bisa. besok aku ada acara.."
"Emppp ..!!!" ucap Nadine, lalu menunduk.
"Maaf yaa..."
"It's Okay." Nadine melebarkan senyumnya lagi.
Sesampainya di kos Nadine langsung bergegas masuk ke kosnya.
Sedangkan Adit masih didalam mobil, melihat Nadine sudah masuk kedalam kos baru Adit menjalankan mobilnya.
Keesokan harinya.. pagi-pagi sekali Nadine sudah dikagetkan dengan suara ponsel nya yang tak berhenti berdering.
"Hallo .. " Dengan suara berat khas orang setengah tidur dan mata masih tertutup Nadine mengangkat telfon nya.
"Cepat kesini..!" bentak suara dari seberang sana.
"Aku masih libur hari ini."
"Ada orang aneh dirumah ku." Bohong Alex.
Mata Nadine langsung terbelalak. dengan cepat Nadine bergegas menuju rumah Alex tanpa mandi dan dengan penampilan berantakan.
Sesampainya disana, dia langsung menuju kearah Alex yang sedang duduk di ruang tamu dan dengan keadaan rumah berantakan selesai berpesta.
"Dimana orang anehnya ??" Tanya Nadine dengan panik.
"Hahahahahhahahahhahahaha...." Alex tak dapat menghentikan ketawanya melihat penampilan Nadine. Dengan rambut berantakan, belum mandi. Bahkan Nadine belum sempat mencuci mukanya.
Nadine hanya mengernyitkan alisnya tak mengerti.
"Aku cuma becanda.. hahaha...." lanjut Alex.
Nadine memasang wajah ngambeknya..
"Sorry sorry.." Ucap Alex dengan ekspresi tak bisa berhenti terkekeh.
"Ada apa sih, kok ribut banget pagi-pagi." tanya Tania.
"Siapa dia Lex ?" Tanya Stevanie penasaran..
Belum sempat menjawab pertanyaan pertama. pertanyaan-pertanyaan yang lain terus bertubi-tubi dilontarkan oleh teman Alex.
Nadine hanya menunduk.. tak sadar sedari tadi ada Kevin yang terus memperhatikannya sedari tadi di antara teman-teman Alex itu.
"Dia bodyguard gue."
"What ..." Stevanie terkejut mendengar jawaban Alex.
Disela pembicaraan mereka. tanpa sadar tangan Nadine di tarik oleh Kevin..
dia membawa Nadine keluar rumah menuju halaman depan rumah Alex.
Alex hanya bengong melihat itu.. namun dia tidak bisa mengikuti mereka karena pertanyaan dari teman-teman nya tidak henti-hentinya dilontarkan.. mereka semakin penasaran karena mengetahui Nadine seorang bodyguard.
"Apa-apaan ini ?" tanya Kevin minta penjelasan.
"Apa nya yang apa-apaan.. aku kerja, aku butuh uang untuk tetap hidup..!"
"Tapi ini berbahaya. kamu bisa memilih pekerjaan yang lain selain ini ..!!" Kevin tau tentang Alex yang sedang di intai oleh mafia-mafia.
"Bukan urusan kamu ..!"
"Tapi aku perduli sama kamu Nad." sambil menggenggam tangan Nadine.
Nadine langsung menepis tangan Kevin.
"Peduli kata kamu ? kemana aja kamu selama 3 tahun ini ? Hilang tiba-tiba tanpa kabar.. kamu pikir, hubungan kita setidak penting itu sampai kamu dengan mudah buang aku gitu aja." Air mata Nadine mulai tak dapat di bendung nya lagi.. Air matanya mengalir dikulitnya yang mulus dan memerah menahan amarah.
"Aku punya alasan sendiri kenapa lakuin itu."
"Alasan ???? Mudah banget kan, cuma tinggal ngomong.. bisa gak sedikit aja ngertiin perasaan orang yang kamu tinggalkan.. aku cari kamu kemana-mana .. aku butuh kepastian .. !!"
"Maafin aku Nad .."
"Udah telat..!!!" ucap Nadine sambil menyeka air matanya dengan kasar.
"Tap---" Belum lagi Kevin sempat melanjutkan kata-katanya nya.. Alex datang mendekati mereka.
"Tolong buatkan sarapan dong. teman-teman ku lapar." Ucap alex, dengan sedikit heran melihat mata Nadine yang sembap karena menangis.
Nadine langsung bergegas masuk kedalam rumah .. menuju dapur dan membuat kan mereka sarapan..
Disaat Nadine sedang membuatkan sarapan, Alex datang menghampiri Nadine.. bukannya membantu, namun Alex malah usil mengganggu Nadine.. Namun Nadine tidak mau mengubris nya.. dia hanya menepiskan beberapa kali tangan Alex ketika mencolek wajahnya yang terlihat marah..
Semakin Nadine tak memperdulikan nya, semakin Alex tak bisa diam.
Dari kejauhan Kevin terus memandang mereka berdua. Ada amarah dan cemburu di benaknya .. Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa.. mengingat Nadine masih marah dengannya..
Sedangkan teman-teman nya yang lain memilih menonton sambil menunggu sarapan mereka siap..
***