It's Dangerous

It's Dangerous
Next>>>



Aku dan Ibu menjalani hari-hari bersama, aku menebus hari-hari yang sempat aku lewatkan bersama ibu.


Walau pun tak bisa aku pungkiri ada rasa gelisah dalam hati ku karena memikirkan Alex .


Perlahan aku mencoba untuk melupakannya. Mencoba untuk membuang fikiran yang dapat menganggu hari-hari ku. Aku yakin, disana Alex pasti akan bisa menjalani hari-hari tanpa aku. Dan dia pasti akan menemukan orang yang dapat menggantikan aku. Cepat atau lambat.


Aku meyakinkan diri.... !!!!


Aku membayar rentenir-rentenir itu dengan uang yang ada di dalam tabungan ku. uang yang memang sudah aku simpan untuk mencari ibu.


Untung aku bisa menemukan ibu tanpa harus susah payah mencarinya. Walau harus menebus itu dengan hal yang paling aku sayangi.


Jadi uang yang aku tabung, bisa cukup untuk membayar hutang Ayahku..


Aku cukup lega. Dapat membuat ibu bisa menjalani hari-hari tua nya dengan tenang. Tanpa harus mengkhawatirkan rentenir-rentenir itu lagi.


Aku mulai mencari pekerjaan. Aku ingin ibu hanya dirumah saja, aku tidak mau ibu masih bekerja di usia senja nya.


"Kamu diterima ?" Pertanyaan ibu untuk kesekian kali nya.


Aku menggeleng..


Ibu tersenyum dan menyemangati ku.


"Maaf bu, tolong bersabar sebentar lagi."


Aku merasa bersalah pada ibu, karena masih belum bisa mendapatkan pekerjaan.


Hari demi hari berlalu.


Perjuanganku berbuahkan hasil. Aku diterima di sebuah perusahaan.


Tentu saja sebagai Bodyguard, karna hanya skill itu yang aku miliki.


Aku menjadi bodyguard Anak Boss pemilik perusahaan yang menjabat sebagai Direktur disana.


Dia adalah satu-satu nya kandidat yang akan menjadi penerus Boss. Karena dia satu-satu nya anak dari pemilik perusahaan tersebut.


Alice Angeline.. Wanita muda yang sangat baik menurutku.


"Nadine.. Kamu bisa menyetir ?" Tanya nya di hari pertama aku kerja.


"Bisa." Jawab ku sambil mengangguk.


"Baiklah, ayo kita berangkat. Kita harus ke suatu tempat."


*Didalam mobil.


"Nadine .. Berapa usiamu ?"


"Aku hampir 21."


"Berarti aku lebih tua dari mu. Usia ku 22, tapi kamu panggil aku Angel saja, aku tidak suka terlihat tua." Ucap nya ramah dan sambil tersenyum.


Kami langsung begitu akrab. Baru kali ini aku bisa langsung dekat dengan orang yang baru aku kenal.


Mungkin karena Angel adalah orang yang mudah bergaul dan pembawaannya santai. Jadi aku tidak terlalu merasa gugup saat bersamanya.


Aku menjalani hari-hari kerja ku dengan semangat.


* 5 bulan berlalu.


Aku semakin terbiasa dengan keseharian ku tanpa Alex. bukan melupakannya, namun mencoba untuk menerima kenyataan, bahwa cinta kami harus di relakan seperti ini. Mungkin ini yang terbaik untuk semuanya. Untuk ibu ku dan juga ibu nya ...


* Jauh di sana. Alex ternyata termakan omongan Momy nya yang menjelek-jelekkan Nadine.


Dan akhirnya, membuat Alex yang tadi nya begitu terpukul dengan kepergian Nadine, perlahan mulai membenci Nadine karena hasutan Momy nya.


***


"Bu, aku pulang."


Tak ada jawaban..


Aku mencoba mencari nya namun tak ku dapati sosok ibu dirumah.


Aku melirik jam yang menunjukkan pukul 10 malam.


Aku khawatir dan mencoba mencarinya diluar.


"Kamu anak pemilik rumah ini ?" Tanya seorang wanita, saat aku baru keluar dari rumah.


"Iyaa.." Jawab ku.


"Ibu mu sudah di bawa kerumah sakit, tadi dia pingsan di simpang jalan itu."


Hati ku langsung berubah gelisah. Setelah tau rumah sakit mana tempat ibu berada, aku langsung bergegas menuju ke sana.


Namun, aku terlambat.


Suster menuntun ku menuju ruang di mana ibu berada.


Tubuhnya terbujur kaku. Wajah nya pucat pasi. Dia dinyatakan meninggal karena serangan jantung.


Aku histeris.... !!!!


Setelah lelah menangis aku tak sadarkan diri.


***


Aku melepaskan kepergian ibu untuk selamanya.


Aku mendapatkan cuti dari pekerjaan ku.


Aku mengahabiskan waktu didalam rumah. seorang diri, tanpa ada tempat mengadu.


Kembali, Alex muncul dalam ingatanku. Seandainya saja dia ada, mungkin aku tidak akan sesedih ini.


Aku meratapi nasibku..


"Takdir apa ini Tuhan. Cobaan yang seperti apa yang ingin Kau uji kan pada ku. Aku tidak sanggup !!!"


Setelah berhari-hari dan aku sudah mulai masuk kerja lagi.


"Aku turut berduka cita Nad." Ucap Angel dengan tulus.


Baru mendengar ucapan nya saja mata ku sudah berkaca-kaca.


"Thanks Ngel." Aku mencoba tersenyum. Mencoba terlihat tabah.


"Apa kamu yakin sudah bisa masuk kerja. Jika belum siap, kamu masih bisa ambil cuti kok."


"Gak apa-apa, aku cuma makin sedih dan kepikiran kalau cuma dirumah aja."


Angel tersenyum, menyemangati aku tentunya.


"Tapi kenapa kamu kayak gak semangat gitu Ngel ? ada masalah ?"


"Aku lagi sebel sama papa ku."


"Kenapa ?"


"Masa dia jodohin aku sama anak temen bisnis nya. Kata nya anak temen nya itu akan jadi penerus dari orang tua nya. Dan karena aku juga akan meneruskan perusahaan, jadi mereka berencana menikahkan kami supaya perusahaan kami bisa bekerja sama. Aku paling benci hal seperti ini." Angel menjelaskan panjang lebar. Dan aku memilih diam. Tidak ingin ucapanku justru berujung masalah jika salah-salah berucap. Itu masalah keluarga mereka, sedangkan aku tidak ada hak untuk berkomentar.


***


Satu minggu kemudian..


Aku mengantar Angel ke sebuah pesta ..


Seperti biasa, aku selalu menunggu nya di dalam mobil sampai cara selesai.


Aku memilih tidur di dalam mobil. Untuk menghilangkan penat karena lelah bekerja seharian.


Aku lebih seperti supir nya Angel ketimbang bodyguard nya..


Aku memejamkan mata, terlelap dalam alam yang berbeda.


Sampai aku di kaget kan dengan suara pintu mobil tertutup.


Aku membenarkan posisi duduk ku, memalingkan wajah ke arah belakang. Dan dengan spontan kembali memalingkan wajahku.


Aku kaget melihat sosok yang berada di samping Angel.


"Alex...!!!” Gumam ku dalam hati.


"Ayo kita jalan." Ucap Angel.


"Bagaimana bisa dia ada disini ? Dan kenapa dia bisa kenal dengan Angel ? Dan untuk apa dia masuk ke mobil ini ?"


"Nadine....!!!" Ucap nya lagi mengaget kan aku yang sedari tadi sibuk dengan fikiranku sendiri.


Aku langsung melajukan mobil tanpa tau arah tujuan nya.


"Kenapa Alex seolah tak mengenaliku ?" Tanya ku dalam hati, yang sedikit heran dengan sikap Alex yang seolah tidak pernah mengenali ku.. Dia sibuk mengobrol bersama Angel. Dan mereka terlihat akrab.


"Kita ke hotel yaa Nad." Ucap Angel.


Aku langsung melajukan mobil ke hotel yang di maksud oleh Angel.


Sesampai nya di hotel.


"Kamu tidak mau mampir dulu ?" Tanya Alex pada Angel.


"Tidak, ini sudah terlalu larut. Kasian Nadine sudah kelelahan seharian. Kami akan langsung pulang, besok aku akan menemui mu." Ucap Angel cukup ramah.


Alex bahkan sama sekali tidak menoleh ke arah ku.


Aku hanya memandang ke arah depan. Tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Alex.


Alex turun dari mobil. Dan aku langsung bergegas melajukan mobil meninggalkan hotel tersebut.


"Dia orang yang di jodohkan dengan ku." Ucap Angel.


*****


***JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAA BEBB*


🙏🙏🙏**