
Kurasakan hangatnya belaian matahari, Membangunkan ku dari tidur lelapku. Sinarnya menghapus jejak embun di pagi ini. Menghangatkan tubuh dari dinginnya pagi.
Perlahan aku membuka mata, dan bersyukur di pagi ini. Masih bisa ku pandangi wajah kekasih ku ini.
"Selamat pagi sayang."
Ucap ku pada dia yang masih terlelap dalam tidurnya.
Aku bangkit dari tempat tidur. Menuju kamar mandi dan mengguyurkan tubuh dengan air hangat untuk menghilangkan rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang.
Setelah selesai, aku menuju ke dapur. menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan. Sambil sesekali melirik ke arah jam.
"Gak biasanya Alex belum bangun jam segini." Gumam Nadine dalam hatinya.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Nadine menuju kekamar untuk membangunkan Alex.
"Bii, bangun.."
Tak ada jawaban. Nadine menggoyangkan perlahan lengan Alex.
"Bii, ayo bangun. Nanti kamu kesiangan ke kampusnya."
Alex masih tak bergeming.
Nadine terdiam. Bingung tidak tahu bagaimana cara membangunkan Alex. Melihat Alex tertidur dengan begitu pulas Nadine jadi tidak tega ingin membangunkannya.
Dan saat Nadine berniat untuk melangkah pergi, meninggalkan Alex yang masih tertidur. Tangan nya ditarik oleh Alex. Sehingga tubuhnya yang mungil dengan mudah terjatuh ke atas tubuh Alex.
Alex memeluk Nadine. Masih dalam keadaan mata terpendam..
"Bii, ayo bangun. Kita sarapan."
"Emm sebentar lagi.. Aku mau gini 5 menit lagi." Ucap Alex dengan suara serak karena masih dalam setengah sadar.
"Kelamaan Bii."
Hening, tak ada jawaban. Akhirnya Nadine menyerah. Membiarkan Alex tertidur sambil memeluknya.
Setelah 5 menit, Nadine kembali membangunkan Alex.
"Bii, udah 5 menit. Ayo bangun. Aku udah lapar."
Dengan malasnya Alex bangun dan melangkah ke kamar mandi.
Nadine menunggunya sambil duduk disamping kolam renang. Menunggu sampai Alex selesai mandi.
Setelah mandi, Alex turun menuju meja makan, namun tak mendapati Nadine disana. Dia mencari keberadaan Nadine dan akhirnya menemukannya. Alex melangkah menuju ke arah Nadine..
Terbesit kata-kata itu setiap melihat senyum tulus Alex.
Nadine melangkah menuju ke arah Alex, dan ikut masuk kerumah bersamanya. Menuju meja makan, dan menikmati sarapan mereka.
"Hari ini aku mungkin bakalan telat pulang. Kamu dirumah aja, jangan keluyuran kemana-mana." Ucap Alex.
"Kalau aku suntuk gimana ?"
"Yaa cari cara untuk hilangin rasa suntuk. Nonton misalnya atau apa gitu. Asalkan jangan keluar rumah."
"Kok gitu sih Bii." Dengan wajah cemberut.
"Udah nurut aja.."
Dan dengan terpaksa Nadine menuruti omongan Alex.
***
Waktu yang dijalani tanpa Alex terasa begitu lama dan membosankan. Nadine yang hanya menunggunya pulang merasa begitu rindu walau hanya baru beberapa jam ditinggalkan.
Kadang cinta memang segila itu.
Rindu walau baru saja berjumpa..
Merasa selalu ingin tahu apa yang sedang dia lakukan bahkan setiap detik.
Menerka-nerka apa yang sedang dia lakukan dan dengan siapa.
Dan cinta, dapat mengubah orang desawa menjadi kekanak-kanakan..
***
Alex pulang jam 10:30 malam.
Dan Nadine sudah tertidur di sofa dengan televisi menyala.
Dia tertidur disaat menunggu Alex pulang.
Alex membopong tubuh Nadine dan membawanya ke kamar. Perlahan meletakkan Nadine di atas tempat tidur agar Nadine tidak terbangun.
Alex menuju kamar mandi. Dan berendam di bathtub. Melepaskan rasa lelah dan stres dengan aktivitasnya seharian ini.
***