It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 13



Kemesraan Alex dan Zoya seakan membuat perasaan Nadine semakin ngenesss.


Namun Nadine tetap mencoba untuk mengontrol emosinya.


Dia ingin sekali menangis, setiap kali mengingat undangan yang baru saja di buangnya itu.


Namun tidak mungkin dia menangis di tempat umum yang pasti akan terlihat aneh.


Sabar Nadine Sabar. kamu bisa menangis sepuas kamu saat kamu pulang nanti. gumam Nadine pada dirinya sendiri ..


***


Hari pernikahan Adit pun tiba.


Setelah mendapatkan bujukan yang bertubi-tubi dari Alex dan Zoya. Akhirnya Nadine setuju untuk menghadiri acara pernikahan Adit bersama Alex.


Alex menunggu Nadine siap berdandan diruang tamu.


Dan setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya Nadine keluar.


Dengan gaun yang hampir senada dengan jas yang dikenakan Alex. Mereka pun menuju ke acara pernikahan Adit.


Sesampainya di sana, Nadine langsung turun mendahului Alex.


"Nadine .." Panggil Alex menghentikan langkah Nadine, dan dia pun menoleh.


Tatapan Nadine membuat jantung Alex berdetak.


"Tunggu aku .." Alex mempercepat langkahnya. Dan setelah berada disamping Nadine, Alex meraih tangan Nadine dan menuntun untuk merangkul lengannya.


Setelah itu, mereka jalan bersama menuju gedung pernikahan.


Di saat acara berlangsung, Alex sebisa mungkin terus menghibur Nadine dengan candaan-candaan nya. Agar Nadine bisa sedikit melupakan rasa sakit di hatinya.


Dan ternyata itu berhasil.


Nadine berulang kali dibuat tertawa oleh Alex. Sehingga menarik perhatian dari Adit.


Adit terus saja menatap ke arah Nadine dari kejauhan. Dia benar-benar tidak bisa menutupi rasa cemburunya.


Melihat kebersamaan Nadine dengan Alex membuat dia seakan memanas.



Acarapun selesai.


Nadine dan Alex meninggalkan acara dengan perasaan happy tentunya, mereka begitu menikmati acara tersebut.


dan tanpa Nadine sadari, tak ada rasa sedih di hati nya karena harus melepaskan Adit untuk orang lain.


Mungkin tanpa dia sadari dia mengikuti ucapan Alex untuk mengikhlaskan nya.


***


Ada mobil yang mencegat mobil Alex.


"Fu*k .." Umpat Alex karena harus menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Kamu tunggu disini." Ucap Alex pada Nadine.


Namun Nadine yang keras kepala tidak mau mendengar kan itu. Dia juga ikut turun menemani Alex. Dia sadar, ini tugasnya. Untuk melindungi Alex bukan!


Dan ternyata, itu anak buah suami Zoya.


Tanpa permisi langsung menghajar Alex.


Alex melakukan perlawanan.


Nadine pun tak tinggal diam. Dia membantu Alex melawan mafia-mafia itu. Karena gaun yang dia kenakan membuatnya susah bergerak untuk membalas pukulan mafia-mafia itu.


Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu mencoba menghubungi polisi.


Dan disaat mobil polisi tiba, mafia tersebut berhasil menusuk Nadine di bagian perut lalu melarikan diri.


Nadine yang mengeluarkan banyak darah sontak membuat Alex panik.


Alex langsung menggendong Nadine dan memasukkannya ke dalam mobil lalu membawanya kerumah sakit.


Sedangkan polisi langsung mengejar mafia-mafia tersebut.


Di rumah sakit kepanikan Alex bertambah tat-kala Nadine berada begitu lama di ruang operasi.


**


Adit yang menerima kabar dari orang suruhannya untuk memantau Nadine pun langsung bergegas kerumah sakit.


Saat melihat Alex, tanpa aba-aba Adit langsung memuluskan pukulan di wajah Alex yang memang sudah cukup memar karena pukulan mafia-mafia tadi.


"Heiii apa-apaan ini.." Bentak Alex tak kalah emosi.


"Pukulan itu, karena kamu Nadine jadi seperti ini."


"Kamu yang membiarkan dia bekerja untuk saat, jadi semua ini salah kamu tidak bisa memilih pekerjaan yang pantas untuk dia."


mendengar ucapan Alex, Adit meremas rambutnya kasar. Dia begitu merasa bersalah pada Nadine,


dan takut terjadi sesuatu pada Nadine. Dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika itu sampai terjadi.


Mereka menunggu cukup lama sampai akhirnya nya dokter keluar dari ruang operasi.


"Pasien selamat, untung tusukan itu tidak mengenai bagian vital didalam perut. Tapi lukanya cukup dalam, pasien sekarang masih dalam pengaruh obat bius. Sebentar lagi akan di pindahkan ke dalam ruangan, hanya satu orang yang diperbolehkan untuk menemani pasien didalam ruangan." Dokter itu menjelaskan panjang lebar.


***