It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 16



"Alex. Aku gak mau terus merepotkan kamu."


"Siapa juga yang ngerasa direpotkan."


"Alex please."


"Nadine Amanda. tolong yaa, kali ini jangan adu argumen lagi sama aku. kali ini aja, tolong nurut. please !"


Nadine terdiam kehabisan kata-kata. sampai terdengar seseorang mengetuk pintu.


Alex bangun dari duduknya dan membuka pintu.


"Buat apa kesini ?" tanya Alex heran pada Kevin yang entah dari mana bisa tau kalau Nadine sedang dirawat dirumah sakit.


"Aku mau jenguk Nadine."


Alex hanya mengerutkan kening, heran. sejak kapan mereka jadi baikan.


Kevin masuk dan menemui Nadine.


Dia menyerahkan sebuah buket bunga yang membuat Nadine tersenyum saat menerimanya. Kevin duduk di dekat ranjang Nadine.


Untuk beberapa saat hanya terdiam sambil menggenggam tangan Nadine.


Alex kembali duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Nadine dan terus memandang ke arah mereka berdua, dan masih dengan keheranannya.. karena setahunya Nadine masih sangat marah pada Kevin.


"Sejak kapan dia jadi luluh gitu ?" Tanya Alex dalam hati


"Gimana keadaan kamu ?" Tanya Kevin memulai percakapan.


"Udah membaik. besok juga udah boleh pulang !"


"Syukurlah." ucap Kevin sambil tersenyum.


"Pulang kerumah aku aja, biar ada yang jagain." Usul Kevin.


Seketika membuat Alex beranjak dari duduknya dan mendekati mereka.


"Tunggu bro. kenapa dia harus pulang kerumah kamu. ?" Tanya Alex sambil menepuk bahu Kevin.


"Dalam keadaan seperti ini dia juga gak bisa ngejalani tugas dia untuk ngejagain kamu. Jadi lebih baik untuk sementara dia istirahat dulu dirumahku sampai dia benar-benar pulih."


Alex tersenyum sinis.


"Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh bro !"


"What !" Kevin mengerutkan keningnya.


Sedangkan Nadine hanya memperhatikan mereka berdua berargumen.


"Udah-udah. lebih baik aku pulang kerumah ku sendiri." Ucap Nadine.


Tak lama kemudian seorang perawat datang kedalam ruang rawat Nadine.


"Maaf, hanya satu orang yang diizinkan untuk berada didalam ruangan, terimakasih." Ucap perawat itu dengan sopan.


Dan mereka pun jadi lirik-lirik kan.


tak ada yang mau mengalah untuk keluar.


"Hufftttt ..." Nadine menghela nafas panjang melihat tingkah kedua pria itu.


"Alex please. jangan kayak anak-anak deh. kevin baru datang dan gak mungkin dia yang keluar. sebaiknya kamu pulang dan istirahat selagi ada Kevin yang jagain aku disini."


"Iyaa betul." Cerocos Kevin menyetujui usul Nadine.


"Tapi Nad---"


"Udah-udah. Sebaiknya kamu ngalah." ucap Nadine sambil memasang wajah seriusnya.


Dan akhirnya nya Alex mengalah. dia keluar dari ruang rawat Nadine, bukannya pulang dia malah hanya menunggu di kursi tunggu tepat di luar ruangan Nadine sambil memainkan ponselnya.


Tak lama, sebuah panggilan masuk dari Zoya.


"Hallo .."


"Alex tolong aku. Aku dirumahmu sekarang." Ucap Zoya dari seberang telfon dengan suara parau karena menangis.


Alex langsung bergegas menemui Zoya.


Saat sampai dirumah dia melihat Zoya dalam keadaan yang dipenuhi dengan memar bekas di hajar.


Alex langsung menuntun Zoya untuk masuk ke dalam rumah.


"Kenapa kamu bisa ada disini, dan ada apa dengan memar-memar ini ?" tanya Alex heran.


"Cleve menyiksaku. dia mengurungku didalam kamar dan aku berhasil kabur melalui jendela kamar. Alex tolong aku.." Isak tangis Zoya pecah.


"Apa yang bisa aku lakukan. kamu istrinya, dia yang lebih berhak atas dirimu."


"Alex, aku gak mau hidup tersiksa lagi. aku takut, aku gak bisa lagi hidup dengan orang kejam seperti Cleve." Zoya terus saja menangis. tampak begitu jelas raut ketakutan diwajahnya. membuat Alex bingung tidak tau harus berbuat apa.


"Tapi Zoya.."


"Bawa aku pergi.." kata-kata Zoya mengagetkan Alex.


"Please bawa aku pergi dari negara ini. tolong selamatkan aku. aku mohon !"


***