It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 19



"Br*ngsek..."


Membaca pesan WhatsApp Nadine tersebut Alex langsung menghubunginya melalui Videocall.


"Br*ngsek kenapa ?" Tanya Alex saat Nadine sudah mengangkat VC nya.


"Br*ngsek aja." jawab Nadine singkat.


"Kamu tau siapa cewe yang lagi aku suka sekarang ?"


"Gak! Dan gak mau tau !"


"Mau gak aku kasih tau ?"


"Gak! Udah yaa, aku lagi sibuk." ucap Nadine berbohong. ada rasa cemburu ketika Alex mengatakan ada wanita yang sedang di sukai nya.


"Sibuk urus pacar kamu yaa ?"


"Udah yaa, bye !"


"Tung---" Nadine langsung mematikan ponselnya nya.


"Nadine yaa ?" tanya Zoya sesaat setelah Alex selesai VC'n sama Nadine.


Alex hanya mengangguk.


Alex sudah menceritakan semuanya kepada Zoya tentang perasaan nya yang tiba-tiba jatuh cinta sama Nadine.


Zoya hanya diam saat mendengar semua penjelasan Alex. Dia mengerti karena dia juga melakukan kesalahan. Dia menjalin hubungan dengan Alex dengan status sebagai istri orang. dan ketika Alex mengaku mencintai orang lain. Zoya tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia hanya minta satu permintaan terakhir pada Alex sebelum mereka benar-benar berpisah.


Zoya meminta Alex untuk tetap disisi nya sampai dia dapat merelakan nya untuk Nadine.


Dan Alex setuju. selama 3 bulan, tempo untuk Zoya agar menata kembali hati nya.


Zoya benar mencoba melakukan itu. walau hati dan otaknya tak sinkron.


Otaknya memaksa untuk merelakan Alex. Namun hatinya meronta.


"Apa kamu udah kasih tau dia tentang perasaan kamu ?" lanjut Zoya.


"Belum, aku akan mengatakannya secara langsung."


"Kapan kamu akan pulang ?"


"Sesuai rencana kita. berarti tinggal 2 bulan lagi. apa kamu udah hubungi cleve ?"


"Udah. dia setuju untuk bercerai."


"Bagus kalau begitu. berarti kamu tidak perlu khawatir lagi."


Zoya hanya tersenyum.


***


Nadine semakin galau dengan perasaannya sendiri. Dia tidak ingin terus bersandiwara di depan Kevin.


Dia mencoba mengumpulkan keberanian untuk jujur kepada Kevin.


Kevin datang dia saat Nadine sedang memikirkan bagaimana cara mengatakan isi hatinya yang sebenarnya pada Kevin.


"Heii .. kok melamun ?" Ucap Kevin mengagetkan Nadine.


"Empp lagi mikirin kamu hehe.." Ucap Nadine kehabisan alasan.


"Ada yang mau aku omongin." lanjut Nadine, lalu Kevin duduk di hadapan Nadine.


"ngomongin tentang apa ?"


"Gak lucu !"


"Aku serius !"


"Aku gak setuju."


"Aku udah coba untuk mulai dari awal. Lupain masa lalu dan berusaha untuk kembali mencintai kamu seperti dulu. Tapi aku gak bisa, usaha aku sia-sia.."


"Semuanya pasti butuh waktu Nadine."


"Aku minta maaf, aku menyerah !"


"Nadine aku mohon." Kevin menggenggam tangan Nadine erat.


"Aku mencintai Alex."


Ucapan Nadine membuat Kevin terdiam, dia melepaskan genggaman nya. Wajah nya mulai memerah dan emosi..


"Kamu fikir dia juga menyukaimu ? tidak akan ! Dia tidak akan meninggalkan Zoya."


"Aku tidak perduli, aku mencintai nya bukan untuk memiliki nya. aku hanya tidak mau terus membohongi perasaanku sendiri, dan juga kamu. Aku tersiksa setiap kali harus bersandiwara di depanmu."


"Kamu tidak perlu bersandiwara didepanku. Kamu cukup jadi dirimu sendiri. aku tidak akan mempermasalahkan tentang perasaan mu kepada Alex, asal kamu tetap disisiku."


"Aku tidak bisa."


"Walaupun aku memohon ?"


"Ya, walaupun kamu memohon !"


Kevin begitu emosi, tanpa mengatakan apa pun lagi dia langsung pergi meninggalkan Nadine seorang diri.


Kevin tidak mau terus berdebat, dia memilih untuk keluar rumah dulu agar sedikit menghilangkan rasa emosinya.


Sedangkan Nadine sudah bulat dengan keputusan nya.


Dia membereskan semua barangnya, dan meninggalkan rumah Kevin.


Nadine kembali kekosannya.


Nadine juga berencana kembali bekerja, dia masih perlu mengumpulkan uang untuk kembali ke negaranya, dan mencari ibu nya.


***


Keesokan hari nya. Nadine kembali masuk kantor, tanpa memberitahukan nya kepada Adit.


Dan itu membuat Adit hampir tak percaya kalau yang di lihatnya adalah Nadine.


Nadine melangkah menemuinya.


"Selamat datang kembali." Ucap Nadine bercanda.


"Hahahaha serius kamu kembali bekerja ?"


"Aku masih butuh uang hehe.." Nadine terkekeh "Mau kemana ?" Lanjut Nadine karena melihat Adit seperti akan berpergian jauh.


"Mau ikut ?"


"Boleh ?" Tanya Nadine sambil tersenyum sumringah.


Adit mengangguk.


"Tapi.." ucap Nadine terputus.


"Kita ketempatmu dulu untuk mengambil pakaian mu, setelah itu baru kebandara." Ucap Adit seakan tau yang dipikirkan Nadine.


Nadine mengangguk semangat.