
Jam 9:30 malam. Alex baru sampai dirumah.
Dia langsung bergegas masuk.
Alex melihat Nadine yang sedang menonton televisi di ruang tamu..
Alex langsung menghampiri Nadine dan mengecup pipi nya..
"Maaf Mii, aku telat sampai rumah."
"Dari mana memangnya ?" Tanya Nadine sedikit penasaran karena gak biasanya Alex telat pulang tanpa kasih kabar..
"Mmm anuu, tadi Momy minta aku untuk kerumahnya."
"Hemm.." Nadine hanya bergumam dan fikiran nya mulai menerka-nerka..
Tapi Nadine tidak mau bertanya apa yang menjadi pembahasan Anak dan Ibu itu. dia tidak mau terlalu ikut campur. dan juga tidak ingin tahu, kalau ujung-ujungnya pembahasan mereka justru malah membuat Nadine sakit hati.
Alex pun diam tanpa menceritakan apa pun pada Nadine.. Alex tidak mau Nadine justru jadi kepikiran karena omongan Momy nya.
Dan jadi lah malam itu mereka hanya saling diam-diaman, tenggelam dalam fikiran masing-masing.
Nadine sudah tertidur. Sedangkan Alex masih bergulat dengan pemikirannya.
Dia memandangi istri nya yang sedang tertidur.
"Aku sangat mencintaimu. mohon jangan pernah tinggalkan aku."
Gumam Alex. lalu dia mencium kening istrinya.
*Paginya Nadine bangun, dan saat membuka mata dia sudah mendapati Alex yang berada di hadapannya.
"Morning Mii." Ucap Alex menyambut Nadine yang baru kembali dari alam mimpinya.
"Kamu gak kuliah ?"
"Gak. Aku males masuk hari ini. Pengen beduaan aja sama kamu dirumah."
"Kamu sakit ?" Tanya Nadine sedikit panik dan langsung meraba dahi Alex memastikan.
"Enggak kok."
"Tumben banget Bii. Buat curiga aja."
"Curiga apa sih. Ayo bangun terus mandi. Aku tunggu kamu di meja makan."
Nadine mengangguk dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, dia pun menghampiri Alex yang sedang berada di meja makan.
Alex sedang sibuk meng-scroll layar handphone nya.
"Bii.." Ucap Nadine membuyarkan lamunan Alex.
"Udah ?" Alex menyimpan handphone nya.
"Ayo sarapan." Lanjut Alex dan memulai untuk sarapan. begitu pun dengan Nadine.
Setelah sarapan mereka menonton di ruang tamu.
"Suntuk kan dirumah aja." ucap Nadine.
"Gak ah.. Asal ada kamu gak akan ngerasa suntuk." ucap Alex sambil merebah kan kepalanya di atas paha Nadine.
"Nanti malam kita makan malam di luar aja yaa, kan semalam udah janji tapi gak aku tepati." Alex melanjutkan ucapannya.
"Iyaa boleh." Jawab Nadine sekenanya.
*Malamnya mereka melaju menuju restoran yang sudah di boking oleh Alex.
Sesampai disana, saat menuju meja yang sudah mereka pesan. Mata Nadine langsung terbelalak melihat sosok yang dia kenal ada disana.
"Zoya ? kenapa dia bisa ada disini ? kebetulankah ?"
Tanya Nadine pada dirinya sendiri.
Sambil menggandeng tangan Nadine, Alex melangkah menuju meja tersebut. Dan saat sudah sampai, dia menyapa Zoya dengan hangat.
"Haii, maaf mengganggu acara makan malam kalian." Ucap Zoya pada Nadine yang terlihat jelas kebingungannya atas kehadiran Zoya tanpa diberitahu sebelum nya oleh Alex.
"Aku menghubungi Alex, mengajak kalian untuk makan malam perpisahan. Dan kebetulan kalian akan makan malam disini. Maka nya aku minta bergabung, dan Alex menyetujui nya. Apa Alex tidak memberitahu mu ?"
Nadine hanya menggeleng mendengar pertanyaan Zoya.
"Maaf Bii aku lupa kasih tau kamu." Ucap Alex sambil menggenggam tangan Nadine.
"Iyaa gak apa-apa." Nadine tersenyum.
Makanan pun dihidangkan.
"Ayo silahkan dinikmati." Ucap Alex mempersilahkan kedua wanita itu untuk menikmati makan malam nya.
"Aku akan menetap di London. Aku ingin memulai kehidupanku yang baru. dan dengan orang baru juga tentunya." Ucap Zoya sambil melirik Alex, yang sibuk dengan stik nya.
Nadine hanya membalas dengan senyuman..
Mereka pun menikmati makan malam sambil mengobrol banyak. Zoya terlihat seperti sudah mengiklaskan Alex untuk Nadine..
Walaupun justru Nadine sendiri yang jadi gak enakan sama Zoya.
Merasa bersalah..
Terakhir..
Alex mengajak dua wanita itu untuk nonton bioskop..
Film yang dipilih cukup romantis..
Alex yang duduk diapit oleh kedua wanita itu terlihat begitu selow ..
Alex terus menggenggam tangan Nadine, dan sesekali merebahkan kepalanya di atas bahu Nadine.. Namun Nadine justru jadi risih karena Zoya terus memperhatikan..
Nadine tidak ingin membuat wanita itu merasa sakit hati. karena Nadine yakin, didalam lubuk hati nya yang paling dalam pasti masih ada sisa-sisa perasaan terhadap Alex.
Walaupun Zoya terlihat mempungkiri nya..
Namun Nadine sangat paham dengan itu.
Dia menjaga perasaan Zoya ..
*Selesai menonton.
"Ayo lah Zoya. biar kami antar saja." Bujuk Nadine.
"Gak apa-apa, aku udah pesan taksi kok. kalian duluan aja." Zoya menolak.
"Beneran gak apa-apa ?" Nadine bertanya untuk kesekian kali nya.
"Iyaa beneran kok. udah gak apa-apa." Ucap Zoya dengan senyuman nya untuk meyakinkan.
"Yaudah kami duluan yaa." Ucap Alex setelah itu melambaikan tangan ke arah Zoya. Zoya membalas lambaian tangan itu. Setelah itu Alex pun melajukan mobilnya ..
*Didalam mobil..
"Gak apa-apa Bii kita ninggalin Zoya disana sendirian ?" Tanya Nadine yang merasa tidak enak.
"Udah gak apa-apa. Lagian kan dia bukan anak kecil lagi. Dia pasti bisa jaga diri dia sendiri lah. Gak perlu khawatir gitu."
"Iya juga yaa. aku kok jadi lebay gini yahh." Ucap Nadine sambil terkekeh sendiri.
Alex mengacak rambut Nadine dan tersenyum.
*Dirumah ..
Alex langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur..
"Ganti baju dulu Bii."
"Aku lelah banget, malas ganti baju. aku tidur kayak gini aja." Ucap Alex dengan mata tertutup dan suara berat karena menahan kantuk.
Nadine menggeleng. setelah itu bergegas ke kamar mandi..
Melakukan aktivitas yang biasa di lakukan wanita sebelum tidur.
Mencuci wajahnya, memakai segala macam produk perawat wajah, gosok gigi.
Setelah itu, lanjut dengan cream malam..
Setelah semua selesai baru dia merebahkan tubuhnya ditempat tidur..
Dan menjadikan Alex sebagai guling nya. Alex yang sudah melayang ke alam mimpi nya hanya pasrah saat di tindih kaki dan tangan Nadine ..
Nadine tidak lekas tertidur.. Dia memandangi wajah suaminya yang sudah tertidur pulas dengan dengkuran halus..
"Dia benar-benar kelelahan."
Gumam Nadine dalam hatinya.
Lalu dia mengecup bibir Alex.
"Selamat tidur sayang"
Ucap Nadine setelah itu memejamkan mata nya, mencoba untuk tidur.
Menikmati malam dan membuang semua rasa lelah dengan aktivitas seharian tadi.
Didalam hati, Nadine berdoa..
Semoga Tuhan tidak akan memisahkan dirinya dengan sosok pria yang ada dalam pelukannya ini. Dia tidak rela jika harus melepaskan kehangatan yang diberikan pria ini di setiap harinya.
Memberinya cinta, dan kebahagiaan ... !!!