
Nadine mengernyitkan keningnya..
"Benarkah ?" Lalu mencoba untuk tersenyum agar tetap ramah.
"Iyaa, Dia bahkan sampai melakukan hal-hal konyol untuk menarik perhatianku. Benar-benar lucu sekali kalau mengingat masa-masa itu." Ucap nya dengan sombong dan tertawa sendiri.
Nadine langsung tahu maksud dari wanita itu. Dia ingin membuat Nadine cemburu..
"Haha, Tapi untungnya sekarang dia hanya tergila-gila padaku." Ucap Nadine tak kalah sombong. Sambil menggenggam tangan Alex dan mengedipkan sebelah matanya saat Alex menoleh ke arah nya. Alex tersenyum, tahu kalau Nadine ingin membalas wanita itu.
Karena kehabisan kata-kata, akhirnya wanita itu pergi meninggalkan Nadine dan Alex.
"Kok bisa-bisa nya kamu suka sama wanita kayak gitu Bii."
"Haha, aku pun heran. Kenapa dulu aku bisa suka sama dia yaa. Itu udah lama banget, masih masa-masa SMA. Masih culun-culunnya."
"Emang dulu kamu culun kayak mana sih ? Jadi penasaran."
"Pastinya tetap ganteng dong !" Ucap Alex sombong.
Setelah selesai makan malam, akhirnya mereka kembali ke kamar hotel.
Nadine masuk ke kamar mandi, untuk cuci muka..
Sedangkan Alex sudah menunggunya di tempat tidur..
Nadine keluar dari kamar mandi.
Dan sengaja berpose menggoda Alex..
Alex langsung senyum-senyum sendiri melihat Nadine yang sengaja menggodanya..
Nadine mendekat, dan duduk di atas paha Alex. Tanpa aba-aba langsung m*lumut bibir Alex.
Alex menyambut dengan lembut dan menikmati semua permainan Nadine.
Mereka menikmati malam pertama yang sempat tertunda.
Menikmati matahari pagi. Alex begitu puas, begitu juga dengan Nadine..
"Terimakasih sayang." Ucap Alex sambil mengecup kening Nadine.
*Sorenya mereka baru kembali kerumah mereka.
Alex sudah mulai masuk kuliah lagi setelah tiga hari libur.
Pagi itu, Nadine mendapatkan pesan WhatsApp dari Momy nya Alex.
Dia menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh Momy nya Alex.
"Akhirnya kita bertemu lagi." Ucap Momy nya Alex sesaat setelah Nadine duduk di hadapannya.
Nadine hanya membalas dengan senyuman. Perasaanya sudah mulai tidak enak bahkan semenjak keluar dari rumah.
Tak berapa lama, Wanita itu melemparkan beberapa foto ke atas meja. Nadine memperhatikan foto itu dan langsung mengenali wanita yang ada di foto tersebut. Nadine meraih foto tersebut dan melihatnya dengan jelas.
"Ibu !!!" Gumam Nadine.
Wanita itu tersenyum penuh makna.
"Pilih salah satu di antara mereka, Alex atau Ibu mu ..?"
"Maksud Anda ?"
Nadine terdiam.. Bahkan tidak percaya kalau ibu nya bisa ada di dalam kendali Momy nya Alex.
"Pikir lah siapa yang akan kamu pilih. Aku memberimu waktu dua hari untuk berfikir." Wanita itu berlalu pergi meninggalkan Nadine dengan seribu pertanyaan di benaknya..
Nadine kembali memandang foto ibu nya, wanita yang terlihat lebih tua dari usianya itu membuat Nadine tidak dapat menahan tangis nya.
"Ibu.. Ibu ku yang malang.. Kamu pasti begitu kelelahan menjalani hari tua mu sendirian. Maafkan aku ibu." Tangis Nadine pecah..
Nadine bahkan tidak memperdulikan handphone nya yang sedari tadi berbunyi..
Dia begitu sibuk dengan pemikirannya yang seakan membuat dia gila..
Pilihan yang diberikan oleh Momy nya Alex begitu sulit untuk dipilih ..
Jam 10 malam, Nadine baru sampai dirumah..
Dengan wajah murung nya, dia melangkah masuk kedalam rumah dan langsung di sambut oleh Alex dengan raut wajah yang sudah sangat emosi.
"Kemana aja kamu ? kenapa baru pulang jam segini ?"
Nadine hanya diam, dia terus melangkah menuju ke kamar. Alex mengikutinya dari belakang..
"Heii, aku lagi ngomong. Kamu kemana aja ? kenapa aku telfon gak kamu angkat, aku WhatsApp gak kamu balas."
Namun masih juga tidak ada jawaban.
Nadine memilih untuk berbaring di tempat tidur. Tanpa mengganti pakaiannya.
Alex yang mulai menyadari ke anehan Nadine mendekati Nadine dan duduk di atas tempat tidur.
Nadine berbalik dan membelakangi Alex, lalu menangis. Hal yang sedari tadi sudah dia tahan.
"Kamu kenapa ?" Tanya Alex penasaran dan khawatir. Namun Nadine tetap tidak menjawab. Nadine terus saja menangis.
Alex pun tidak mau memaksa dia untuk bercerita. Alex memeluknya, membiarkan Nadine menangis semalaman sampai tertidur dipelukan Alex.
*Paginya..
"Ada apa sih Mii, Ada masalah apa ? cerita ke aku !" Ucap Alex saat menghampiri Nadine yang terduduk di atas tempat tidur.
"Aku udah siapin sarapan. kita sarapan dulu yukk." bujuk Alex.
Nadine hanya menggeleng..
"Aku harus ke kampus. Kamu gak apa-apa kan di tinggal sendiri ?" Tanya Alex sambil melirik jam di tangannya. Alex serba salah. Dalam satu sisi dia tidak mau meninggalkan istrinya, namun di sisi lain ada hal penting yang mengharuskan dia untuk datang ke kampus..
Nadine kembali berbaring dan menarik selimutnya.. Tanpa memperdulikan Alex yang sedari tadi terus memperhatikannya..
Alex tak ada pilihan lain, dan akhirnya meninggalkan Nadine dirumah seorang diri dan berangkat ke kampus.
Alex pulang jam 9 malam.. Dan melihat sarapan yang tadi pagi di siapkan nya masih seperti semula tidak tersentuh sama sekali.
Alex masuk kekamar dan melihat Nadine sudah tertidur.
Alex memilih untuk ikut tidur, tidak mau membangunkan istrinya, tidak ingin menambah beban istrinya untuk bercerita padanya. Karena dia yakin, ketika Nadine sudah siap, pasti dia juga kan bercerita..
*Paginya..
Saat Alex bangun dari tidurnya, dia tidak mendapati Nadine ada di sampingnya. Alex mencoba mencari Nadine keseluruh sudut rumah. Namun tetap tidak menemukannya ..!!!