
Pagi nya, mereka sudah siap untuk meninggalkan rumah..
Di dalam mobil, Nadine terus saja menatap wajah Alex.. Dia tak habis fikir dengan pria yang saat ini berada disampingnya..
Entah apa yang ada dalam fikirannya sehingga membuat dia begitu tenang menghadapi semua masalah yang saat ini sedang di hadapi nya ..
Menyadari Nadine yang sedari tadi terus memandanginya, Alex berkata dengan santai tanpa menoleh..
"Jangan sampai ngiler ..!!!"
"Ih apaan sih.." Ucap Nadine dan langsung menoleh ke arah depan..
"Lapar yaa ???" Tanya Alex.
"Lapar laa, kan gak sempat sarapan tadi.." Jawab Nadine dengan manjanya ..
Tak lama Alex langsung menghentikan mobilnya tak jauh dari tempat yang menjual junk food..
"Aku tunggu di mobilnya."
"Empp.." Nandine langsung bergegas turun dari mobil..
Cukup lama Alex menunggu, dan Nadine tak kunjung kembali juga.. Alex berulang kali melirik jam nya..
Dia mencoba untuk menghubungi handphone Nadine, dan ternyata hanphone nya tertinggal di mobil..
Alex turun dari mobil dan hendak menyusul Nadine.. Namun langkah nya terhenti ketika melihat sosok yang dicarinya sedang melangkah menuju ke arahnya..
Dan Alex tertawa melihat tingkahnya yang konyol..
"Kayaknya di benar-benar kelaparan."
Gumam Alex dalam hati..
Nadine makan sambil berjalan, saking laparnya.. dan dia hanya membeli untuk dirinya sendiri Haha ..
Tidak perduli kalau mungkin Alex juga sedang kelaparan..
Setelah itu mereka kembali melaju ke tempat tujuan.. Masih dikota yang sama, mengingat masih banyak hal yang harus dilakukan di kota itu..
Sesampainya dihotel..
"Aku ke kampus dulu.. Kamu langsung masuk dan pesan kamar.. Nanti WhatsApp aja nomor kamarnya.. Barang biar di mobil dulu, nanti aku yang bawa masuk.."
Mendengar candaaannya, Alex mencubit pipi Nadine geram..
"Aww,, sakit tau .." Ucap Nadine sambil manyun..
"Bye Love.." Lanjut Nadine saat hendak turun dari mobil dan sambil mencolek dagu nya Alex.. lalu terkekeh dengan tingkahnya sendiri ..
Alex menunggu sampai Nadine masuk ke dalam hotel, dan setelah Nadine sudah tidak terlihat lagi dia baru melajukan mobilnya menuju ke kampus..
Dia harus mengejar ketinggalan nya karena kepergiannya dengan Zoya beberapa waktu lalu.. Dia tidak ingin usahanya untuk mendapatkan gelar S2 sia-sia begitu saja..
*Dikampus..
Alex langsung menuju ke kelas nya.. dan disambut oleh beberapa temannya.. Tania, Stevanie, dan Tan...
"Alex.. kamu serius mau menikahi bodyguard kamu itu ?" Tanya Stevaie heboh.
Alex hanya mengangguk sambil duduk dikursi yang berada di belakang Stevanie..
"Kok bisa ?? Bukannya kamu masih berhubungan sama Zoya.?" Lanjut Tania yang tak kalah penasaran.. Sedangkan Tan hanya menyimak.. Dia memang teman Alex yang paling pendiam di antara teman-temannya yang lain..
"Yaa bisa-bisa aja lahh .. Aku udah putus sama Zoya.. Dan aku bener-bener serius sama Nadine.. Jadi tolong kalian lebih menghargai Dia mulai saat ini.."
Teman-teman Alex hanya saling menatap saat mendengar ucapan Alex yang tidak seperti biasanya..
"Kemana yang lain ?" Tanya Alex.
"Udah pulang ke negaranya.." Ucap Tan dengan sedikit kesal dan langsung membenarkan duduknya menghadap ke arah depan yang tadinya menghadap ke arah Alex..
"Siapa ???" Tanya Alex penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan Kevin.. Dia marah tuhh gara-gara kamu rebut pacarnya.." Ucap Tania cetus..
Namun Alex tak ambil pusing dengan ucapan Tania tersebut.. Dia memilih kembali fokus dengan laptop nya..
*Setelah memesan kamar.
Nadine merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.. dan menghilangkan sedikit penat dalam hatinya..
Dia masih belum bisa tenang dengan hal apa yang akan terjadi kedepannya.. Walaupun Alex dengan mudah mengatakan untuk tidak perlu khawatir.. Namun hati kecil Nadine tidak bisa setenang itu..
"Huffttt ... Tuhan tolong mudahkan segalanya."
Setelah itu Nadine memejamkan matanya dan tertidur ..
*****