
Alex terdiam beberapa saat. anehnya, pikirannya malah tertuju pada Nadine, yang dia pikirkan bagaimana dengan Nadine jika dia pergi bersama Zoya.
dalam satu sisi dia tidak rela meninggalkan Nadine, namun disisi lain dia juga tidak sanggup melihat seorang wanita di aniaya sampai sekujur tubuhnya dipenuhi dengan lembam dan memar.
Alex berfikir keras dengan keputusan apa yang harus dia ambil.
"Alex .." Zoya meminta kepastian. memecahkan lamunan Alex.
"Baiklah..." Ucap Alex setelah mengambil keputusan.
*Dirumah sakit.
Nadine dan Kevin masih canggung, belum terbiasa karena kejadian lampau yang sempat menguras emosi dan air mata.
walaupun perlahan mereka saling untuk beradaptasi.
Sebuah pesan teks masuk, dan itu dari Alex.
"Nadine maaf karena harus meninggalkan mu dengan cara seperti ini. untuk sementara tinggal dulu bersama Kevin, aku percaya dia pasti bisa menjagamu.
Aku harus pergi bersama Zoya, untuk saat ini dia membutuhkanku !"
Entah mengapa membaca pesan teks tersebut membuat hati Nadine terasa begitu sakit. Dia heran dengan perasaannya sendiri.
Tanpa dia sadari air mata nya mengalir dengan sendirinya.
Seperti ada sesuatu dihatinya yang membuat dia begitu sesak.
"Kamu kenapa ?" Tanya Kevin penasaran karena melihat Nadine menangis.
"Gak, gak kenapa-napa, cuma kelilipan" Ucap Nadine dan berusaha tetap tersenyum.
Dan keesokan harinya, setelah Nadine selesai diperiksa dokter dan diizinkan pulang.
Kevin masih bersikeras membujuk Nadine untuk ikut pulang bersamanya. membuat Nadine akhirnya menyerah dan mengikuti kemauannya.
*Beberapa hari berlalu.
Nadine mulai terbiasa hidup dan mencoba untuk menerima Kevin kembali. Nadine luluh dengan ketulusan yang di tunjukkan oleh Kevin.
Mereka kembali memutuskan untuk menjalin hubungan yang sempat kandas 3 tahun lalu. yang sampai sekarang alasannya masih di rahasiakan oleh Kevin pada Nadine.
Nadine pun tak mau ambil pusing dengan alasan apa itu.
Dia memilih untuk melupakan masa lalu dan kembali menjalani hari yang baru.
Hari-hari mereka lalui bersama dengan penuh suka cita.
Nadine mencoba untuk bisa menerima Kevin walau sebenarnya ada Alex si hatinya.
Namun dia berulang kali mencoba untuk menyadarkan diri Alex bukan orang yang dapat dia miliki.
Ada orang lain di hati Alex, dan dia begitu penting bagi Alex. begitulah fikir Nadine.
*Ditempat yang berbeda
Alex menjalani hari-hari yang terasa begitu membosankan.
dia mengakhiri hubungannya dengan Zoya. walaupun Zoya dengan seribu alasan terus memaksa Alex untuk tetap berada disisinya.
Alex mulai menyadari perasaannya terhadap Nadine justru saat berada jauh dari Nadine. dan dia yakin itu cinta !
Dia terus memikirkan Nadine, walaupun dia tidak ada keberanian untuk mengungkapkannya. dan lagi, dia tahu, Nadine kembali mencoba untuk menerima Kevin.
Mereka terus berhubungan dan saling mengirim kabar melalu chat atau sosial media.
mencoba untuk sebisa mungkin terlihat biasa walau sebenarnya hati mereka sama-sama meronta.
Alex mengiriminya foto melalui WhatsApp..
Dan sebenarnya itu alasan supaya juga dapat meminta foto dari Nadine.
Dan benar saja, Nadine juga membalas mengiriminya foto.
*Percakapan melalu WhatsApp
"Kamu terlihat kurus."
"Benarkah ? Padahal aku hidup bahagia sekarang setelah kepergian kamu .. haha 😅"
Tak ada balasan.. Nadine berulang kali membuka WhatsApp nya.. Contreng nya biru tanda sudah di baca.
"Sorry, aku hanya becanda.." Nadine takut Alex marah.
Saat akan membalas WhatsApp dari Alex.
WhatsApp lain masuk.
dan Nadine memilih untuk membuka dan melihat dari siapa itu
Ternyata dari Madam (Mommy nya Alex)
"Temui aku dirumah Alex" Isi WhatsApp tersebut.
"Baik.." Balas Nadine dan bergegas menemui nya di rumah Alex.
Dalam perjalanan tak lupa Nadine mengirimi Kevin WhatsApp.
"Aku ada urusan sebentar, mungkin akan terlambat pulang."
***
Dirumah Alex. Madam sudah menunggunya dihalaman depan rumah.
Dan saat Nadine datang menghampiri nya.
Plaakkkk ...
Sebuah tamparan mendarat di pipinya. dan meninggalkan bekas merah disana.
Nadine sudah langsung tau maksud madam.
"Aku membayarmu mahal-mahal untuk menjaga putraku, dan apa-apaan ini. dia kabur dengan wanita jal*ng itu." bentak Madam
Nadine hanya terdiam. dia menyadari jika semua itu memang kesalahannya.
Semua makian di lontarkan oleh Madam. dia begitu emosi.
sedangkan Nadine, tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya. dia hanya menerima semua makian itu.
Setelah puas memaki. madam meninggalkan Nadine dan masuk kedalam rumah.
Dengan lesu dan perasaan bersalah Nadine melangkah meninggalkan rumah Alex dan kembali pulang kerumah Kevin.
Dan sebuh WhatsApp masuk.
"Temui aku di caffe dekat perusahaan." Itu dari Adit.
"Huffttt kali ini apa lagi" Ucap Nadine pada dirinya sendiri.
Dia menuju ke caffe itu.
Dari kejauhan dia sudah melihat Adit sedang menunggunya.
Dengan penampilan berantakan tak terurus.
"Ada perlu apa ?" tanya Nadine setelah berada dihadapannya.
"Ayo kita masuk dulu" Ajak Adit.
"Tidak, aku akan langsung pulang setelah menemuimu. Langsung saja !!"
Pandangan Adit beralih pada memar merah di pipi Nadine. Da mencoba untuk menyentuhnya, namun langsung ditepis oleh Nadine.
"Ini kenapa ?"
"Bukan urusanmu"
"Nadine, aku minta maaf jika aku salah."
Nadine hanya menarik nafas panjang.
Adit melanjutkan ucapannya.
"Pada saat kejadian penusukan itu. Aku datang kerumah sakit."
mendengar kata-kata Adit Nadine mengerutkan keningnya. karena sampai saat dia tersadar dia tidak melihat sosok Adit dirumah sakit. dan tidak ada yang memberitahukan nya tentang kedatangan Adit. dan itu juga yang menyebabkan Nadine marah kepada Adit
Dia merasa Adit benar-benar melupakannya setelah menikah.
"Sebelum sempat menemui mu diruang kamu di rawat. Zia menelfon ku. memberitahukan kalau papa ku mencari ku. Aku menemui papa, namun terlambat. papa meninggalkan aku untuk selamanya." Ucap Adit diikuti tangisnya.
Nadine terkejut mendengar kabar itu.
Dia terdiam cukup lama. sampai akhirnya mencoba untuk menenangkan Adit yang terlihat begitu depresi.