
Tok!Tok!
"Angel, sarapan dulu"
"Iya sebentar, aku hampir selesai"
"Cepat! Atau kamu akan terlambat"
Nadine kembali kemeja makan. Menunggu Angel di sana, dengan gelisah melihat jam di pergelangan tangannya berulang kali. Bukan tanpa sebab, Nadine yang akan di salahkan oleh Papa Angel, jika Angel terlambat
Setelah beberapa saat, Angel keluar dari kamar dengan santai.
"Kamu bisa lebih cepat? Kamu hanya punya waktu 15 menit, atau kamu akan terlambat."
"Iyaa iyaa bu Nadine, santai saja." Imbuh Angel tanpa tau, apa yang di terima Nadine jika Angel terlambat. "Sepertinya ada penghuni baru." Sambil menatap ke arah pintu, memang diluar sana terdengar sedikit berisik sedari tadi pagi.
"Sepertinya iya. Tapi itu bukan urusan kita, cepat habiskan sarapannya"
"Apa kamu tidak penasaran?"
"Sama sekali tidak"
Angel memanyunkan bibirnya, dalam hal ini mereka tidak sependapat.
Selesai, keduanya pun keluar dari Apartemen.
"Alex!" Dengan mata yang berbinar. Angel tak percaya, pria yang sudah 4 hari menghilang tanpa kabar itu tiba-tiba saja berada di depan Apartemen nya.
"Hai..." Sapa Alex dan dengan cepat pandangannya teralihkan ke arah Nadine.
"Kamu pindah kesini?"
"Yap!"
"Why?" Dengan ekspresi exited, Angel tidak menyangka Alex akan pindah tepat di depan unit Apartment nya.
"Hemmm tidak ada alasan, hanya ingin!" Jawab Alex yang sedikit kelabakan.
"Angel kita terlambat. Masih ada waktu untuk mengobrol nanti." Nadine menarik tangan Angel.
"Bye Alex, see you."
"See you too." Sambil mengangkat sebelah tangannya. Namun sebenarnya tatapannya justru ke arah Nadine.
***
"Apa kamu yakin mau pergi tanpa aku?"
"Tenang saja, aku tidak akan mengecekanmu. Aku tau seleramu seperti apa."
"Tapi aku ingin ikut."
"Angel! 5 menit lagi ada rapat penting. Dan kita akan kehabisan waktu untuk mencari rekomendasi Aula Pernikahannya. Kita tidak punya banyak waktu, masih banyak hal yang harus kita persiapkan. Tenang saja, aku akan cari yang paling bagus."
"Iya iya nyonya bawel. Yaudah hati-hati ya. Jangan lupa hubungi aku kalau ada tempat yang bagus."
"Siap."
Angel turun dari mobil. Beranjak masuk ke dalam perusahaan. Sedangkan Nadine langsung berangkat untuk mencari beberapa Rekomendasi Aula Pernikahan.
***
Nadine menemukan satu tempat yang menurut nya Alex pasti akan suka.
Setelah berbincang dengan si pemilik gedung, dia pun menghubungi Angel.
Nanum setelah beberapa kali menghubungi, tetap tak ada jawaban.
"Aku masih lagi rapat nih, hubungi Alex aja. Pokoknya asal dia suka, aku oke aja." Angel juga tidak lupa mengirim kontak Alex pada Nadine.
Dengan sangat terpaksa dia menghubungi Alex.
"Hallo..."
"Alex ini aku."
"Nadine?" Alex memastikan.
"Em, aku lagi cari rekomendasi untuk Aula Pernikahannya. Sekarang akan aku kirim beberapa foto, beri aku jawaban secepatnya." Nadine mematikan panggilan itu. Lalu mengirimkan Alex beberapa foto.
"Deal!" Balas Alex dengan cepat.
"Beneran? Deal!"
"Iyaa deal, aku suka tempatnya."
Nadine tak membalasnya lagi, dia memutuskan untuk menemui si pemilik gedung dan melalukan kesepakatan.
***
Nadine tak hanya disibukkan dengan itu saja. Hampir semuanya di handle olehnya, dan hari ini waktunya untuk fitting baju.
Angel dan Alex masuk kedalam ruang ganti, sedangkan Nadine, menunggu diruang tunggu dengan setia.
Namun tiba-tiba saja, Alex datang dan menarik tangan Nadine.
"Apa kamu tidak cemburu?" Tanya nya dengan penuh emosi.
"Apa kamu berharap aku cemburu?"
"Aku tidak percaya kamu bisa melupakan aku secepat itu!"
"Lalu bagaimana dengan Anda Tuan Alex? Anda bahkan bukan hanya melupakan saya, tapi Anda juga akan menikah dengan gadis lain!" Mata Nadine mulai memerah, dia sedang menahan tangis nya.
"Katakan padaku kalau kamu masih mencintai ku, katakan sekali saja Nadine aku mohon!" Alex mencengkram lengan Nadine dengan kuat.
"Lepaskan aku Alex, kamu menyakiti ku."
"Aku mohon Nadine, katakan kamu masih mencintaiku."
Nadine menatap dalam netra Alex yang seakan begitu berharap, namun semuanya sudah terlambat. Pengakuan itu tidak akan mengubah apapun.
Nadine sudah pernah menyakiti Alex, dan kali ini dia tidak ingin juga menyakiti Angel. Dia benar-benar jahat jika melakukan itu. Karena Nadine tau, Angel sangat berharap dengan pernikahannya dengan Alex.
"Apa kamu sangat ingin tau seperti apa perasaan ku saat ini?"
Alex hanya menatap Nadine tanpa menjawab.
"Baik! Dengar dengan jelas karena aku hanya mengatakan ini cukup sekali. Maaf, aku sama sekali tidak mencintaimu lagi Alex!"
Perlahan Alex melepaskan cengkraman nya. Dia tidak percaya dengan ucapan Nadine itu. Namun Nadine mengucapkan nya dengan begitu lantang.
.
.
.
.
.
.
NEXT>>>