It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 15



Alex pulang kerumahnya untuk melihat keadaan Zoya.


Namun dia tidak melihat keberadaan Zoya di rumah.


Yang ada hanyalah rumah yang berantakan.


"Pasti ulah mafia-mafia itu" Gumam Alex dalam hati.


Alex menghubungi beberapa pekerja part time untuk membereskan rumahnya.


Dia juga mencoba menghubungi Zoya. namun tak ada jawaban.


Akhirnya Alex memilih untuk kembali kerumah sakit setelah memastikan rumahnya sudah selesai dibereskan.


Alex melirik jam di tangannya. sudah menunjukkan pukul 8 malam, dia semakin menambah kecepatan laju mobilnya. mengingat Nadine sendirian dirumah sakit.


Saat sampai diruang rawat Nadine, dia melihat Nadine sedang makan ditemani seorang perawat. dia mengambil alih tugas perawat itu dan membiarkan perawatan itu untuk melakukan pekerjaannya yang lain.


"Kok kamu balik lagi ke sini ?" tanya Nadine penasaran.


"Lah terus kenapa ? memangnya aku gak boleh balik lagi kesini ?"


"Bukannya gitu. kamu kan juga butuh istirahat, kamu juga terluka. jangan repot-repot urus aku."


"Aku sendiri aja gak merasa direpotkan. kenapa jadi kamu yang sewot."


"Alex .. Nanti Mommy kam--" belum lagi Nadine selesai dengan ucapannya Alex langsung menyuapinya makan. membuat Nadine menghentikan ucapannya dan membuka mulutnya untuk menerima suapan tersebut.


"Kamu gak perlu khawatir dengan Mommy aku.."


"Tapi kalau sampai dia tau aku gak becus dengan perkejaan ku bisa-bisa nanti dia pecat aku."


"Gak bakalan. Kamu tenang aja. lagian kan aku gak kenapa-kenapa. yang kena tusuk kan kamu bukan aku. Berarti kamu udah berhasil dong jagain aku." Ucap Alex menyemangati.


Nadine hanya terdiam, dia takut dipecat dari pekerjaan ini. karena dia harus segera mengumpulkan banyak uang untuk mencari ibu nya.


"Udah gak usah dipikirin lagi." Ucap Alex karena melihat Nadine termenung.


"Cepat habiskan makanannya, setelah itu minum obat dan istirahat." lanjut Alex.


Nadine hanya mengangguk..


"Terimakasih" Ucap Nadine sesaat setelah Alex sedang menyelimutinya untuk segera tidur.


"Semua ini salahku. jadi wajar kalau aku yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini"


"Tidak. Aku yang salah karena tidak mendengar kan mu. Seharusnya kita tidak perlu menghadiri acara pernikahan itu. Dan seharusnya aku tidak menggunakan gaun yang bahkan membuatku sulit untuk bergerak."


"Besok saja kita lanjut beragumen. sekarang sebaiknya kita istirahat."


Nadine tersenyum tipis mendengar guyonan Alex.


"Kalau kamu tidak nyaman tidur di sofa itu, sebaiknya kamu pulang dan tidur di rumah." Usul Nadine.


"Ussttt.... Diam dan cepat tidur" Ucap Alex sambil mengelus pelan kepala Nadine.


Nadine pun segera memejamkan matanya.


***


*Ditempat yang berbeda.


Zoya di hajar habis oleh suaminya.


"Ceraikan saja aku" Teriak Zoya, dalam tangis nya.


"Apa ? Ceraikan katamu ? Supaya kamu bisa dengan bebas bertemu dengan pria br**gsek itu ?" Umpat suami Zoya dengan marah nya.


"Aku udah gak sanggup hidup sama kamu."


mendengar ucapan Zoya sebuah tendangan melayang mengenai perutnya dan dia kembali menjerit kesakitan.


Cleve memang dikenal sebagai pria kejam tak kenal ampun.


Namun sialnya Zoya yang harus menebus hutang ayah nya sehingga dijual kepada Cleve oleh ayah nya sendiri.


Zoya mencoba melakukan perlawanan walau pada akhirnya sia-sia. dia tidak punya kekuatan untuk melepaskan diri dari Cleve.


Ujung-ujungnya, dia kembali dikurung didalam kamar oleh suami kejamnya itu.


"Cleve tolong jangan lakukan ini pada ku. aku mohon. lepaskan aku Cleve." Ucap Zoya sambil menggedor-gedor pintu dari dalam kamar.


Namun Cleve tak memperdulikannya. Sebenarnya dia sangat mencintai istrinya itu. Namun karena kesalahan Zoya yang berselingkuh membuatnya murka.


***


3 hari berlalu. Keadaan Nadine sudah mulai membaik walau belum diizinkan untuk pulang.


Alex merawatnya dengan begitu perhatian.


walaupun tak jarang mereka juga sering beradu argumen, karena sifat keras kepalanya Nadine.


jam 10 pagi. Seperti biasa dokter datang untuk memeriksa keadaan Nadine.


"Lukanya sudah membaik. besok sudah boleh pulang." Ucap dokter tampan itu kepada Nadine dan langsung di sambut dengan ekspresi sumbringah oleh Nadine.


"Ehemm.." Ucap Alex saat melihat Nadine ke-caper-an di depan dokter tersebut. Nadine melirik ke arah Alex yang sedang duduk di sofa dan mengerutkan keningnya.


"Besok tunggu saya datang untuk periksa, setelah itu baru kamu boleh pulang" lanjut dokter tersebut sambil senyum manis membuat Nadine klepek-klepek.


Nadine hanya mengangguk. Dan Alex langsung berdiri untuk mengantar dokter dan perawat yang berada disampingnya sampai pintu ruang rawat Nadine.


Setelah itu dia menutup pintu dan kembali menghampiri Nadine.


"Pecicilan banget sih" Ucap Alex kesal


"Ih siapa juga yang pecicilan."


"Kamu tuh.. malu-maluin aja. pakek senyum-senyum sendiri gak jelas gitu lagi."


"Biarin aja ih. aku yang gitu kenapa kamu yang malu. kalau malu pulang aja sana kerumah kamu. kamu gak denger tadi kata dokter aku udah membaik. jadi gak perlu penjagaan lagi." Nadine mulai ngambek.


"Gak mau, suka-suka aku dong. mau disini atau pulang."


"Ih nyebelin banget sih." Ucap Nadine geram.


Hening untuk beberapa saat.


Alex meraih ponselnya dan menggulirkan jempolnya di layar ponsel.


"Besok aku pulang kerumah sendiri aja." Ucap Nadine yang membuat Alex menghentikan aktivitas nya


"No !!!" jawab Alex singkat.


***