
Nadine tak percaya dengan jawaban yang baru saja di ucapkan oleh Adit..
Perlahan dia bangun dari kursinya dan bergegas keluar, meninggalkan Adit dan Om Hary yang sedang membahas tentang rencana pernikahan itu ..
Nadine duduk di kursi tunggu yang berada diluar kamar Om Hary ..
Perasaan nya campur aduk.. Dalam satu sisi dia tidak rela Adit sampai menikah dengan orang lain walaupun tidak ada status apa-apa di antara mereka. Namun disisi lain, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menghentikan niat Om Hary itu.
Lamunannya terhenti ketika Adit datang menghampirinya..
"Ayo.. kita makan dulu." Ucap Adit setelah berdiri di hadapan Nadine. Dan Adit mulai melangkah ketika melihat Nadine mulai beranjak
Nadine hanya mengikuti langkah Adit ..
Di mobil, Nadine hanya memilih diam.. tidak ingin bertanya tentang kelanjutan pembahasan Adit dan Om Hary tadi. walaupun sebenarnya sangat penasaran dengan hal itu..
Adit menghentikan mobilnya di sebuah restoran..
"Ayo turun." Ucap Adit, membuyarkan lamunan Nadine. Adit tau ada yang salah dengan Nadine. Adit menyadari Nadine jadi berubah, jadi pendiam setelah mendengar permintaan papanya tadi.
Nadine hanya menurut.
"Pesan apa ?" Tanya Adit.
"Apa aja boleh." Ucap Nadine tanpa melihat menu.
Adit pun memesan beberapa makan dan minuman ..
Adit terus memperhatikan Nadine yang terus saja memandang ke arah luar restoran melalui dinding kaca di sampingnya.
"Aku terpaksa menerimanya." Ucap Adit, seolah tau apa yang menjadi pertanyaan Nadine.
Nadine masih diam..
"Aku tidak punya pilihan lain. kamu tau .. aku tidak bisa menolak permintaan papa. apa lagi dalam keadaan dia yang seperti ini."
"Kamu gak perlu menjelaskannya sama aku"
"Aku gak mau kamu salah faham."
"Salah faham untuk apa ?"
Sebenarnya Adit tau tentang perasaan tak tersirat Nadine padanya.. namun dia tidak berani bertanya, takut pertanyaannya malah membuat hubungan mereka retak. karena dia tidak bisa membalas rasa itu.. untuk saat ini masih belum ada rasa yang spesial untuk Nadine, dia hanya menganggapnya sebagai adik. Namun juga tidak tega mengecewakan rasa yang dimiliki Nadine.
"Sudah lahh, gak usah ngambek gitu.. kamu udah kayak pacar yang ngambek karena ditinggal pasangan nya tau gak sih.."
"Apaan sih.. gak kaliii .."
"Udah-udah bibirnya gak usah manyun gitu. jelek tau."
"Biarin !"
"Haha udah ah. Nanti aku ajak kesuatu tempat biar kamu gak bete lagi."
"Kemana ?"
"Rahasia dong.. Udah makan dulu.. kasian nii makanannya di anggurin dari tadi."
***
Dan akhirnya Adit membawa Nadine ke ..
Yappp Nadine sudah lama sangat ingin ke tempat ini..
Raut wajah Nadine langsung berubah sesampainya di sini. ada raut bahagia yang tampak jelas disana.. Nadine langsung berlari kecil mendahului Adit untuk masuk kedalam wahana tersebut.
Karena melihat Adit yang tertinggal di belakang, Nadine berbalik lagi dan menarik tangan Adit agar mempercepat jalannya.. karena Nadine sudah tidak sabar ingin mencoba satu per satu wahana yang ada di tempat itu.
"Ayo cepat jalannya.."
"Iya sabarrrr .." Adit tertawa pelan.
"Aku boleh coba semua permainannya ?"
"Boleh dong .. asal jangan ajak aku untuk coba."
"No .. kamu juga harus coba dong.."
"No no no..!!!"
Akhirnya Adit mengalah, dia mengikuti semua kemauan Nadine. karena dia tidak mau Nadine sampai ngambek lagi.
***
*Ditempat yang berbeda.
Alex merasa begitu bosan di rumah sendirian. beberapa hari ada Nadine dirumahnya membuat rumahnya menjadi hidup. Sekaya rame walaupun cuma berdua.
Beberapa kali dia melihat layar ponsel nya. berniat untuk mengirim pesan pada Nadine, namun berulang kali ia urungkan niatnya.
Sampai akhirnya dia menghubungi teman-teman kampus nya untuk datang ke rumah agar dia tidak merasa kesepian.
Teman kampus Alex terdiri dari 4 cowok dan 3 cewek..
Tak lama, mereka sudah berada dirumah Alex.. melakukan pesta kecil dadakan.
"Kamu kenapa ? udah suruh kita kesini. tapi malah murung sendiri disini. lagi ada masalah yaa ?" tanya seorang teman Alex .. Stevie namanya..
"Gak.. lagi suntuk aja."
"Ayo lah. Nikmati aja pesta nya. Pasti suntuknya akan hilang"
"Udah lanjut aja. Aku pengen sendiri dulu."
"Aneh kamu !!!" ucap temannya lalu berlalu pergi meninggalkan Alex sendirian didekat kolam"
***