It's Dangerous

It's Dangerous
Aku Akan Melakukan Hal Yang Sama



Alex merenggangkan tubuhnya, ketika terbangun di pagi hari.


Dan benar saja, betapa terkejutnya Alex ketika tersadar ternyata dirinya berada di Apartemen Angel. Dan lebih parahnya lagi, dia dalam keadaan telanjang. Hanya ditutupi dengan selimut.


Dilihat nya pakaiannya yang tergeletak sembarangan di atas lantai.


"Apa aku melakukannya? Tapi dengan siapa?"


Dengan cepat, Alex bangkit. Mengenakan kembali pakaiannya. Alex mencoba mencari si empunya Apartemen, dan ternyata di dalam Apartemen itu tak ada satu manusia pun selain dirinya.


"Kemana perginya mereka?"


Alex melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 10:15.


Kemudian, ia memilih untuk kembali ke apartemennya, sambil terus berfikir keras. Dengan siapa dia bercinta semalam. Diantara kedua wanita itu! Angel, atau Nadine. Alex meremas geram rambutnya karena tidak bisa mengingat apapun.


*


*


Malam itu, Nadine meninggalkan Apartemen. Pulang kerumahnya. Menangis seorang diri, menyesali apa yang telah diperbuatnya.


"Kau tidak akan pernah bisa melupakannya jika terus begini Nadine. Kau tidak boleh lemah! Sadarlah. Sebentar lagi dia akan menjadi suami orang lain."


Nadine benar-benar tidak bisa tidur semalaman. Memikirkan hal indah namun begitu menyakitkan hatinya.


Saat akan bangkit dari tempat tidur, tanpa sengaja Nadine menyenggol sebuah kotak yang terletak di atas nakas. Kotak tua itu terlihat begitu usang dan berdebu.


Entah sejak kapan kotak itu berada di atas sana. Kamar itu, milik ibunya. Semenjak kepergian ibunya, Nadine tidak pernah lagi masuk kedalam sana.


Baru kali ini, Nadine kembali masuk kedalam kamar ibunya. Seakan dia ingin mengadu, tentang kesedihannya pada ibunya yang telah tiada.


Nadine membuka kotak tua itu.


Sebuah foto membuat Nadine cukup terkejut. Dia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Sedangkan tangan yang satunya, memegang selembar foto wanita dengan tulisan. "Dia yang membunuh Ayahmu!" Dan wanita yang ada didalam foto itu, adalah Mamanya Alex.


Air mata Nadine mengalir begitu saja, dia ingin tidak percaya. Namun melihat foto itu membuat dia kembali teringat kejadian dimana ayahnya dibunuh tepat dihadapannya.


Seorang wanita berdiri dengan angkuh. Sedangkan Ayah Nadine berlutut dihadapannya dengan penuh rasa ketakutan. Namun, dengan kejamnya, wanita itu memerintahkan anak buahnya untuk memenggal kepala Ayah Nadine. Dihadapan Nadine kecil dan ibunya.


"Selama ini aku mencari mu! Dan ternyata kau berada tepat di hadapanku!"


Bibir Nadine tersenyum sinis, di iringi air mata yang mengalir dari sudut matanya.


Mata Nadine memerah, memancarkan kemarahan. Seakan dendam nya kembali membara. Dia tidak perduli, walaupun orang itu, ibu dari orang yang sangat dicintainya sekali pun. Atau lebih tepatnya, orang itu masih berstatus sebagai mertuanya.


"Bodohnya aku yang tidak menyadarinya selama ini. Masih begitu menghormati mu dulu!"


Tatapannya seakan menghujam ke arah lembar foto yang terpampang dihadapannya itu.


Nadine kembali meletakkan kotak itu ketempat semula. Beranjak dari duduknya, seakan amarahnya yang membara memaksa dia untuk tidak lagi membuang waktu.


Dia harus menyusun rencana untuk membalaskan dendam yang sudah di pendamnya puluhan tahun. Hidup di hantui rasa trauma setiap kali kejadian di mana Ayahnya merenggang nyawa tepat di hadapannya. Membuat dia seakan ingin melakukan hal yang sama pada wanita itu, Mamanya Alex.


NEXT>>>


.


.


.


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan tambahkan ke Favorit yaa 💮💮💮


_____Lanjut ke Season II _____