
Setelah semuanya siap. Mereka pun berangkat.
Nadine mengirimkan sebuah foto di sosial media nya.
#Selamat tinggal masa lalu..
Sontak postingan itu menghebohkan Alex.
*WhatsApp.
"Kemana ?" tanya Alex
"Kehatimu 😄😜"
"Aku serius !"
"Yunani."
"Berapa lama ?"
"Entah lah, mungkin bisa untuk selamanya. Haha 😄😜 ... 1 minggu !"
Lalu tak ada balasan.
"Gak jelas banget sih" Ucap Nadine kesal karena tak ada balasan dari Alex.
Sampai di tempat tujuan.
Adit langsung menuju ke tempat meeting. Sedangkan Nadine langsung menuju kekamar yang sudah disediakan oleh Adit.
*WhatsApp dari Adit.
"Jangan lupa makan malam. Aku akan lama"
Dan akhirnya, Nadine memutuskan untuk tidur. Karena dia tidak merasa lapar.
Keesokan hari nya. Pagi-pagi sekali Nadine sudah di bangunkan oleh suara ketukan pintu, dengan setengah ngantuk dan malas Nadine membuka pintu kamarnya.
"Ayo sarapan .." Ucap Adit sesaat setelah Nadine membuka pintu..
"Empp.. aku bersiap dulu.." ucap Nadine dengan mata masih tertutup dan bersandar di pintu..
Adit mengacak rambut Nadine dan tersenyum.. lalu bergegas pergi..
Setelah bersiap, Nadine langsung menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh Adit.
Makan pagi yang indah ...
Nadine duduk dihadapan Adit ..
"Selamat menikmati.." Ucap Adit mempersilahkan Nadine makan..
"Zia akan kesini.." Ucap Adit di sela-sela makannya..
Nadine hanya mengangguk tak berkomentar.. dan terus menikmati sarapannya..
"Gak keberatan kan ?" tanya Adit ..
"Kamu orang yang saya cintai"
Kalimat itu membuat Nadine tersedak ...
"Hahahahha Lelucon yang hebat..!!"
"Aku serius !"
"Sudahlah bahas yang penting saja.."
"Tapi itu penting bagi ku.. "
"Adit .. kamu sudah punya istri.."
"Aku bisa menceraikannya kapan saja !!!"
mendengar kata-kata itu membuat Nadine emosi..
"B*jingan... kenapa laki-laki bisa dengan mudah membuang seorang wanita.. kenapa sangat mudah mempermainkan perasaan orang lain... apa semua laki-laki sama b*jingannya seperti kamu ?"
"Bukannya kamu dari dulu menyimpan perasaan untuk ku.. ?"
"Itu dulu.. dan aku sudah membuang perasaan itu jauh-jauh.. apa lagi sekarang, mendengar ucapan mu yang begitu mudah meninggalkan wanita.. membuat ku jadi benci padamu !"
Nadine hendak meninggalkan tempat itu namun Adit lebih dulu menarik tangannya..
"Nadine dengar dulu penjelasanku.."
Nadine kembali duduk..
"Baik.. aku dengarkan.. jelaskan semuanya !"
"Kamu tau sendiri aku menikah karena papaku yang memintanya.. Namun, pernikahan itu pula yang menyebabkan dia pergi lebih cepat... aku sudah mencoba untuk menerima Zia sebagai istriku.. Namun semakin aku mencoba, semakin aku tidak menyukainya.. dengan sikapnya yang angkuh, egois, dan hanya mementingkan diri sendiri.. aku semakin ilfil"
Nadine mendengarkan penjelasan Adit dengan serius.. dia sedikit mengerti dengan perasaan Adit .. karena dia pun sudah pernah berurusan dengan Zia di Mall dulu... dan sedikitnya dia tau sifat wanita itu seperti apa..
"Tapi bukan berarti kamu bisa meninggalkan dia begitu saja.."
"Tapi pernikahan ini pasti menyiksanya juga.. mungkin dengan berpisah, dia bisa menemukan orang yang lebih tepat untuknya... kamu tau, semenjak menikah.. aku belum menyentuhnya sekalipun !"
"What .. ???" Mata Nadine terbelalak tak percaya..
"Bukankah lebih baik berpisah dari pada terus seperti ini .."
Nadine mengangguk pelan ..
"Lalu bagaimana ???" Tanya Adit membingungkan Nadine.
"Apanya ?"
"Tentang perasaanku..?"
Nadine terdiam seribu bahasa.. bibirnya kelu..
"Aku tidak tau ..!" setelah lama terdiam.
"Aku akan menunggu jawabannya ..."
Nadine kembali terdiam...
***