It's Dangerous

It's Dangerous
Next>>>



"Pesan makanan aja sana dari pada banyak nanyak" ucap Alex mulai kesal.


Nadine hanya melotot. Tak lama Alex yang menyadari itu juga balas melototi Nadine.


"Oke okee aku ngalah." Ucap Alex setelah itu meraih handphone nya yang tergeletak di atas meja depan mereka.


"Pesan apa ?" Tanya Alex sambil melihat-lihat menu yang tersedia di layar handphone nya.


Nadine mendekat dan ikut melihat-lihat menu.


"Aku yang ini." Nadine menunjuk salah satu menu.


"Ini juga." lanjut Nadine.


"Ini .. ini .. ini !!" lanjut Nadine lagi.


Alex memalingkan wajah nya yang kesal ke arah Nadine.


Nadine membalas dengan senyum tak berdosa.


"Hufftt .. " Alex menghela nafas, dan memesan semua makanan yang dipilih oleh Nadine dan beberapa untuk dirinya juga.


Beberapa saat kemudian. Terdengar suara bel rumah berbunyi.


"Biar aku.. Biar aku " Dengan semangat Nadine melangkah menuju pintu.


"Mari kita makaannnn.." Ucap Nadine sambil menuju ke meja makan dengan tangan yang dipenuhi makanan yang mereka pesan.


Alex pun mengikuti dari belakang.


Mereka menikmati makan malam sambil sesekali melempar candaan.


Mereka memang sama-sama memiliki sifat pecicilan. Walaupun didepan orang lain yang baru dikenal jadi berubah sok kalem.


Selesai makan malam. Seperti biasa, mereka sama-sama masuk ke kamar masing-masing.


***


9:30 pagi. Nadine bersiap-siap untuk pergi.


Alex yang baru selesai nge-gym langsung menghampiri Nadine.


"Mau kemana ?"


"Jalan-jalan. Kan aku libur 2 hari."


"Siapa bilang ??"


"Aku! Kan kamu bilang suka hati aku kapan mau libur. Yaudah hari ini sama besok aja berati." Ucap Nadine cengengesan. Setelah itu langsung bergegas keluar karena sudah ada yang menunggu.


Alex mengikutinya dari belakang. Karena penasaran dengan siapa dia akan pergi.


"Jangan telat pulang!" Teriak Alex saat Nadine akan masuk kedalam mobil.


"Aku gak pulang !" Jawab Nadine sambil berteriak juga. Saat mobil mulai melaju Nadine melambaikan tangan ke arah Alex tanpa menoleh.


Alex masih memandang ke arah mobil Adit yang melaju dengan kecepatan sedang sampai akhirnya tak terlihat lagi.


***


"Gimana? Udah mulai terbiasa?" Tanya Adit memulai pembicaraan.


"Yapp begitu lahh."


"Gakkk .. Alex orangnya care-care aja. Walaupun sebenarnya dia gak suka aku jadi bodyguard dia."


"Hemm bagus lah .." Ucap Adit sambil tersenyum.


"Kita mau kemana ?" Tanya Nadine penasaran.


"Kita kerumah sakit dulu sebentar jenguk papa aku. Trus kita keluar makan. Dan setelah itu terserah kamu mau kemana, aku ikut aja kemana mau nya kamu."


"Siap boss !!" Ucap Nadine sambil tertawa ngejek.


Adit hanya membalas dengan mengacak-acak rambut Nadine.


*Dirumah sakit.


"Haii om.. Gimana keadaannya ?" Ucap Nadine setelah duduk di kursi dekat tempat tidur nya papa Adit. Om Hary, Nadine memanggilnya


Nadine dan Om Hary memang sudah dekat. sedikit cerita. Dulu waktu Nadine sendirian di kota besar itu mencari ibu nya. Dia bertemu dengan Om Hary, dan akhirnya Om Hary yang membawa dia ke perusahaan, memberikan dia pekerjaan dan tempat tinggal. menganggap Nadine layaknya anak sendiri.


"Sudah lumayan membaik.." Jawab Om Hary dengan suara beratnya.


"Om pasti akan segera sembuh." Nadine menyemangati. Om Hary hanya terseyum, dengan raut wajah yang begitu sendu.


"Adit.. " Panggil Om Hary. Adit langsung duduk disamping Nadine.


"Iyaa pa.."


"Maaf, jika papa tidak bisa lagi menjagamu." Air mata mengalir dari sudut mata Om Hary.


"Paa .. jangan ngomong gitu.. aku udah besar, aku yang seharusnya jagain papa"


"Apa papa boleh minta satu permintaan terakhir."


"Boleh paa, papa boleh minta apa aja. pasti Adit bakalan turuti semampu Adit."


"Menikahlah dengan Zia"


Deggg .. jantung Nadine berdetak dengan cepat mendengar ucapan Om Hary.. Zia adalah anak dari sahabat Om Hary..


"Tapi paa !" Ucap Adit terputus.


"Papa gak tenang kalau harus ninggalin kamu sendirian .. kalau kamu nikah sama Zia, paling tidak Tante Susan bisa jagain kamu layaknya anak sendiri. Dan mama kamu juga akan tenang di alam sana !"


Adit terdiam seribu bahasa.. Nadine pun begitu tak tenang, penasaran dengan jawaban Adit.


Setelah beberapa saat terdiam ..


"Baiklah kalau itu mau nya papa !"


Degggg ... Nadine kecewa !!!!


***


**Jangan lupa Like, Coment, dan Vote ya Man-Teman ..


Selalu dukung novel saya. dan beri saran juga yaa ..


Biar saya tambah semangat buat terus nulis lanjutannya ..


Terimakasih 🙏😊**