It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 12



Nadine terus menghindari Kevin yang ingin berbicara dengan nya ..


Sampai akhirnya Kevin bisa mencegat Nadine..


"Please jangan nge-hindar terus."


"Oke okee .. baiklah .. !!! apa yang mau kamu omongin."


Kevin menarik tangan Nadine. mengajaknya keluar dan duduk di tempat yang tidak terlalu ramai di lalui orang-orang..


"Nadine, please kasih aku kesempatan ke dua.."


"Hahh .. Kesempatan kedua ? apa aku gak salah dengar .."


"Gakk .. kamu sama sekali gak salah dengar. aku akan tebus semua kesalahan yang pernah aku lakuin .."


Nadine terdiam.. perasaannya seakan dipermainkan..


Dia sudah lama membuang rasa yang pernah ada untuk Kevin. Yang tanpa di sadari perasaan cinta itu digantikan untuk Adit.


Dan sekarang, belum lagi rasa itu terbalas Adit malah akan menikah dengan orang lain. Dan sekarang. tiba-tiba Kevin hadir dan menawarkan rasa yang dulu pernah ada !!!


"Aku butuh waktu untuk bisa terima kamu lagi."


"Baik. aku tunggu sampai kamu siap untuk terima aku lagi. Terimakasih.." Kevin berniat memeluk Nadine, namun Nadine dengan cepat menolak pelukan itu..


Nadine memilih pergi meninggalkan Kevin ..


***


*Ditempat yang berbeda..


Adit semakin tak karuan dengan perasaan nya.. batinnya berontak semakin dekat hari pernikahan yang direncanakan..


Entah mengapa semenjak kejadian di Mall tempo hari, wajah Nadine terus saja terbayang-bayang di fikirannya.. dia berulang kali menepis perasaan itu.. dia tidak mau menambah luka di hati Nadine.


Adit memilih untuk menghindari Nadine supaya perasaan Nadine pada nya bisa berangsur berkurang.


Namun malah dia yang sekarang tidak bisa mengontrol perasaan untuk bertemu dengan Nadine.


Setelah mengumpulkan keberanian akhirnya dia mencoba menghubungi Nadine. Dengan alasan ingin mengundang Nadine ke acara pernikahannya.


Melihat panggilan di ponsel nya dengan nama Adit. Nadine langsung mematikannya. masih ada rasa marah dihatinya.


Beberapa kali Adit mencoba mengulangi panggilannya, namun terus saja di tolak oleh Nadine. sampai akhirnya Adit memutuskan untuk menemuinya dirumah Alex.


Adit menekan bel. Dan Zoya membuka kan pintu.


"Ada Nadine ?"


"Dia sudah kekampus bersama Alex. sebentar lagi sudah pulang. Ayo silahkan masuk. tunggu di dalam saja." usul Zoya, dan Adit mengikutinya..


Tak lama kemudian Nadin dan Alex pulang dari kampus..


Nadine yang melihat ada Adit disana langsung menemuinya dengan langkah malas.


Sedangkan Alex terus saja memperhatikan mereka berdua.


"Baby.. sini !" Zoya memanggil. dan Alex duduk bersama Zoya di meja makan sambil ikut makan buah segar. karena Zoya sedang makan buah di meja makan. Namun mata Alex tetap tak bisa di alihkan dari Nadine dan Adit.


Dengan wajah yang seperti menyiratkan sesuatu. Adit memberanikan diri untuk menyerahkan undangan pernikahan nya pada Nadine.


"Aku akan menikah 3 hari lagi.."


"Empp terima kasih sudah mengundang ku."


"Apa kamu masih marah ?"


"Kenapa aku harus marah ?"


"Entah lah. aku merasa kamu seperti menghindari aku beberapa hari ini."


"Perasaan kamu aja" jawab Nadine cetus.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi. Aku harap kamu datang.."


"Empp ." ucap Nadine dan sebisa mungkin tetap tersenyum.


Adit pun berlalu pergi.. setelah melihat Adit sudah keluar dari rumah. Nadine membuang undangan itu ketempat sampah. lalu dia bergegas pergi kekamarnya...


Alex menyusulnya dari belakang.


Untung kali ini Nadine tidak mengunci pintu kamarnya. jadi Alex bisa masuk tanpa harus menggedor-gedor pintu..


"Aku akan temani kamu ke pesta itu !"


"Tidak perlu."


"Ayolah.. apa kamu begitu menyukainya ?"


"Tidak. Aku membencinya !"


"Haha.. sudah lah tidak perlu seperti anak-anak. ikhlas kan saja !"


Nadine kembali terdiam ..


"Baby, Ayo kita makan diluar. Aku lapar ..!"


"Baiklah." Alex berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi.


"Ayo Nadine ikut bersama kami.." ajak Zoya.


"Tidak. Terima kasih." sambil senyum ramah.


"Ayolah.." Zoya tak menyerah lalu menarik tangan Nadine agar ikut bersama mereka..


*Di restoran.


Setelah memesan makanan ..


"Nadine, tolong foto kami sebentar.." ucap Zoya, sambil menyodorkan ponselnya nya pada Nadine.


Nadine hanya mengangguk dan melakukan apa yang diperintah oleh Zoya.


****