It's Dangerous

It's Dangerous
Ep. 27



*Zoya menghubungi Nadine, dan memintanya untuk bertemu..


Nadine menyutujuinya.. mereka janjian untuk bertemu di sebuah caffe ..


Sesampainya di caffe tersebut Nadine langsung bergegas menuju ke arah Zoya yang sudah sampai duluan dan sedang menunggunya.. Dia tidak datang seorang diri.. Dia datang bersama seorang gadis kecil berusia sekitar 3 tahun..


"Ada apa ?" Tanya Nadine setelah duduk dihadapan Zoya ..


"Apa kamu yakin ingin menikah dengan Alex ?" Tanya Zoya To The Point.


"Tentu saja.. Bukankah hubungan kalian sudah berakhir ? Dan maaf untuk hal itu.." Nadine merasa bersalah pada Zoya, sama sekali tidak ada niat untuk merebut Alex dari nya.. Namun semuanya berjalan begitu saja tanpa bisa dia kendalikan.. Perasaannya, rasa nya yang juga ingin memiliki Alex.. Membuat dia melupakan sejenak perasaan orang lain dan hanya mementingkan perasaannya sendiri..


"Kamu yakin ..? Tanya Zoya sekali lagi ..


Dan untuk kali ini, Nadine hanya mengangguk ...


"Apa kamu tega, memisahkan Anak ini dari Ayah nya ?"


"What ???? Ayah ????" Nadine benar-benar terkejut dengan ucapan Zoya, Dia tidak ingin mempercayai ucapannya..


"Iyaa, Ayah .. Kami sudah memiliki Anak, Alex sengaja menutupi kebenarannya darimu.. Dia menipumu selama ini.. Nadine, kamu jangan bodoh.. Jangan mempercayai Alex begitu saja.. dia b*jingan Nadine.. Jangan sampai hal yang terjadi padaku juga terjadi padamu.."


Nadine terdiam seribu bahasa.. bibirnya terasa kelu..


Hatinya terasa seperti tersayat pisau tajam..


Hatinya terasa begitu sakit walau tak berdarah..


Nadine ingin menangis..


Berteriak ..


Meluapkan emosinya ..


Namun entah mengapa dia tidak bisa melakukan itu semua.. Dia hanya bisa duduk terpaku tanpa bisa berkata apa-apa lagi..


"Nadine .." Zoya mencoba melanjutkan ucapannya..


"Lepaskan Alex .. Aku mohon .. Bukan demiku.. Namun lakukan demi Anak yang tak berdosa ini.." Ucap Zoya sambil mengelus kepala gadis kecil tersebut..


Nadine memberanikan diri untuk menatap gadis kecil itu..


Gadis mungil dengan wajah cantik itu tersenyum padanya.. Seolah menyiratkan sesuatu yang tidak dapat di artikan oleh Nadine..


Tak lama, Alex muncul..


Dia duduk disamping gadis kecil itu..


Menatap Nadine dengan pandangan yang justru menusuk hati Nadine semakin dalam..


Setelah beberapa saat memandangi wajah Alex, Nadine kembali menoleh ke arah gadis kecil itu..


"Mengapa mereka harus semirip itu ? Seakan menambah fakta bahwa itu benar-benar Anak Alex."


Ucap Nadine dalam hatinya..


"Maaf Nadine .." Ucap Alex setelah sekian lama terdiam.


"Maaf ?" Gumam Nadine


"Aku memilih Zoya, dan Anakku." Ucap Alex, setelah itu berlalu pergi, bersama Zoya dan Anaknya..


Sedangkan Nadine tak ada yang dapat dilakukannya..


Hatinya memaksa nya untuk mengejar dan menghentikan Alex.. Memohon agar Alex tetap berada disisi nya..


Namun otak nya memerintahkannya untuk tetap diam ..


Sampai akhirnya Nadine merasa seperti ada yang menggoyang-goyang kan tubuhnya.. seakan memintanya untuk kembali kedalam kesadarannya..


Nadine membuka matanya.. dan melihat Alex tepat berada dihdapannya dengan wajah setengah kesal..


"Tidur kayak orang mati .." Ucap Alex kesal..


"Mimpi sialan."


Gumam Nadine dalam hati. Lalu tertawa terbahak-bahak sampai membuat Alex bingung...


"Udah gila yaa ???" Tanya Alex keheranan melihat Nadine yang tertawa heboh setelah bangun dari tidurnya...


Alex kembali larut dalam aktivitasnya yang sedang mengeluarkan baju dari koper dan menyusunnya didalam lemari..


Sedangkan Nadine, memilih beranjak dari tempat tidur dan membuka kulkas.. mengambil air mineral dan meminumnya...


Setelah itu dia kembali duduk tak jauh dari Alex dan terus memandangi Alex dengan fikiran yang masih mengingat-ingat mimpi tadi..


Nadine senyum-senyum sendiri tak habis fikir, bagaimana mungkin dia bisa bermimpi hal sekonyol itu...


Dan Alex memilih untuk tidak memperdulikan keanehan Nadine tersebut..